My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 60. Sekertaris X Presdir


__ADS_3

Mentari pagi telah bertengger di langit menyapa setiap penghuni bumi.


Begitu juga dengan Mira Lee serta Yeon yang telah bekerja di perusahaan masing-masing.


Dokumen terlihat menumpuk banyak di meja Mira.


"Banyak sekali ..." keluh Mira dengan memijat pelipisnya secara perlahan.


"Nona jangan lupa satu jam lagi jadwal meeting kita bersama dengan perusahaan gaming tech companies milik Tuan Jerome," ucap sang asisten sekaligus sekertaris pribadi.


"Aish, hampir saja lupa. Ternyata perusahaan gaming yang memenangkan tender kerjasama dengan perusahaan e-commerce ku ini adalah perusahaan milik Jerome, tidak kusangka," gumam Mira lirih.

__ADS_1


"Baiklah, Araa. Jangan lupa untuk mempersiapkan dokumen yang akan kita gunakan nanti," jawab Mira dengan kembali beralih menatap ke dokumen.


"Siap, Nona," jawab Araa dengan bergegas meninggalkan ruangan milik Mira.


Tak jauh berbeda dengan Jerome yang tengah bersiap untuk berangkat ke tempat meeting lebih awal karena rasa antusias nya ingin melihat wajah cantik Mira lebih lama.


"Huh ... sayang sekali telah menjadi istri orang. Telah hamil dan beberapa bulan lagi akan melahirkan pula. Apa aku hanya bisa memandang nya dari kejauhan saja,"


"Boleh tidak ya aku berdoa kepada Tuhan agar terjadi sesuatu kepada Yeon yang kemudian pada akhirnya Mira menjadi milikku. Misalnya Yeon mengalami kecelakaan hingga mat—" gumaman Jerome pun terputus begitu saja begitu kepalanya di tonyor oleh seseorang dari arah belakang.


"Mobil telah siap Tuan. Jangan suka mendoakan orang lain yang jelek-jelek. Yang ada nanti doa jeleknya berbalik sendiri kepada Tuan. Memangnya Tuan mau?" tanya Park Shin Hye sang sekretaris yang tidak memiliki rasa takut sedikitpun jika di pecat oleh sang boss.

__ADS_1


Jerome yang mendengar ucapan sekertaris nya pun mendelik tajam melototi wajah cantik nan seksi sekertaris nya tersebut.


"Kenapa Tuan melotot seperti itu?? Ingin memecat saya? Silahkan saja! Lagian juga saya sudah berbaik hati dengan mengingatkan Tuan Jerome agar berhenti mengumpati seseorang yang bernama Yeon itu sedari kemarin. Jadi berangkat sekarang atau nanti Tuan?" tanya Park Shin Hye yang telah menenteng tas berisi dokumen penting.


"Berangkat tahun depan!" jawab Jerome dengan galak.


"Oh tahun depan? Yasudah saya kembali dulu saja ke ruangan saya lagi Tuan," balas Park Shin Hye yang tengah bersiap melangkah menuju ke pintu keluar dari ruangan milik Presdir nya tersebut.


"Oh astaga, berangkat sekarang Park Shin Hye! Lama-lama aku benar akan memecatmu dan mengganti dengan sekertaris wanita lain nya agar kepalaku tidak semakin berdenyut pening karena perkataan ku terus kamu gurui," omel Jerome dengan melangkah cepat mendahului langkah sang sekertaris.


"Huh! Untung tampan dan boss sendiri. Kalau aku tidak melarikan diri dari perjodohan orang tuaku, mana mungkin aku mau jadi bawahan dari Presdir modelan kayak dia! Lagian kenapa sih Mami sama Papi menjodoh-jodohkan ku dengan anak rekan bisnisnya! Memang jaman Siti Nurbaya apa! Hiii ... apalagi jika jodohku pria paruh baya, botak, dan mesum," gumam Park Shin Hye dengan bergidik ngeri membayangkan lelaki yang akan di jodohkan dengan nya.

__ADS_1


"Lebih baik aku bertahan menjadi sekretaris dari boss gila umpatan itu," gumam Park Shin Hye lagi dengan menghentakkan sepatu heels nya tersebut.


"Kamu kenapa?? Jangan berjalan lamban seperti siput! Ayoo ...!!" ucap Jerome dengan menarik lengan sang sekretaris agar bisa mengimbangi langkahnya.


__ADS_2