My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 53. Rasa Cemas


__ADS_3

Kini Mommy Yeon tengah menatap sang suami dari balik jeruji besi di penjara ruang bawah tanah pribadi milik keluarga Jee.


"Kamu tidak ingin mengatakan apa pun?" tanya Mommy Yeon dengan tatapan yang begitu sendu.


Daddy Yeon pun terlihat pasrah serta terus menunduk tanpa melihat wajah istrinya karena rasa bersalah yang terus menghinggapi dirinya.


Andaikan dirinya tidak ceroboh pasti semuanya ini tidak akan terjadi. Namun sumpah demi apa pun Daddy Yeon pun sangat yakin jika janin yang di kandung mantan sekretaris nya tersebut bukanlah miliknya.


Namun seolah lidahnya kelu untuk menjelaskan atas semua yang telah terjadi.


Biarlah istrinya mengetahui segelanya setelah semuanya terungkap dari mulut orang-orang suruhan istrinya tersebut.


"Jee Min Hyuk!! Jawab pertanyaan ku! Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi hingga kamu berbuat seperti itu di belakang ku?" tanya Mommy Yeon dengan menahan amarah yang menguasai hatinya karena tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari bibir suami yang amat di cintai nya tersebut.


"Baiklah, aku merestui mu untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu. Namun mari kita bercerai sebelum hal tersebut terjadi," ucap Mommy Yeon dengan mengusap air mata yang terus mengalir dari sudut matanya dengan kasar.


Daddy Yeon pun sangat terkejut mendengar kalimat istrinya yang dengan mudahnya mengatakan untuk bercerai tersebut.


"Aku melakukan nya ... namun aku sangat mencintaimu istriku. Hari itu hanyalah sebuah kecelakaan dan aku tanpa sadar melakukan hal tersebut. Anak itu bukan milikku," ucap Daddy Yeon dengan lirih.


Hati Mommy Yeon pun begitu teriris, mendengar jawaban dari suaminya yang membenarkan tindakan asusilanya dengan sang sekertaris di belakang nya.


Air mata pun terus mengalir dari sudut mata Mommy Yeon.


"Jika aku mengatakan kebenaran kejadian itu, apakah Mommy bisa memaafkan ku dan memberiku kesempatan kedua?" tanya Daddy Yeon dengan menatap wajah sang istri yang telah berlinang air mata.

__ADS_1


Rasanya Daddy Yeon pun ingin segera memeluk dan menenangkan rasa sedih, marah, serta kecewa di hati istrinya.


Namun apalah daya jika semua hal tersebut memang dirinya yang terlalu bodoh hingga melakukan hal hina tersebut karena efek obat perangsang dengan mantan sekretaris nya.


"Kejadian itu bermula di saat setelah acara puncak ulang tahun perusahaan kita lima bulan yang lalu. Setelah Daddy menyerahkan seluruh jabatan Daddy kepada Yeon kami nampak di ajak mengobrol dengan banyak kolega bisnis secara bergantian,"


"Memang Daddy selalu berdua dengan Yeon. Hal yang masih Daddy ingat jika Yeon serta Daddy di ambilkan dua gelas minuman oleh mantan sekretaris Daddy tersebut dan kami pun menerima nya,"


"Namun sebelum kami meminumnya terlihat Yeon yang secara tiba-tiba mendapat panggilan telepon dan menitipkan minuman nya kepada Daddy. Setelah itu Yeon pun meninggalkan acara begitu saja hingga tanpa sadar Daddy pun meminum minuman milik Yeon,"


"Hingga tak lama kemudian tubuh Daddy pun terasa panas dingin. Sialnya lagi Daddy pun di tarik paksa oleh mantan sekretaris Daddy itu ke salah satu kamar hotel dimana acara perusahaan kita di gelar," terang Daddy Yeon dengan gamblang.


"Kenapa Daddy tidak berontak?! Kenapa Daddy tidak melarikan diri dari kamar itu Dad?! Kenapa tidak segera menelepon Mommy?!" pekik Mommy Yeon dengan wajah yang terlihat semakin emosi.


"Sayang! Dengarkan aku dulu! Aku melupakan dimana ponsel ku waktu itu. Seluruh barang-barang ku tidak ada di tanganku entah di ambil oleh siapa. Jika aku membawa ponsel sudah pasti aku akan meminta bantuan kepada siapa pun. Sialnya lagi kartu key card ruangan itu tidak dapat aku temukan dimana-mana hingga tubuh ku semakin melemah,"


Mommy Yeon yang mendengar penjelasan suaminya tersebut nampak tidak kuat lagi.


Dirinya pun memilih meninggalkan suaminya tersebut begitu saja tanpa sepatah kata pun.


"Mom! Dengarkan penjelasanku selanjutnya! Mom!" pekik Daddy Yeon begitu menyadari sang istri yang telah pergi meninggalkan dirinya begitu saja sebelum dirinya menyelesaikan cerita utuhnya.


'Daddy telah vasektomi sejak dulu, Mom. Setelah keadaan perusahaan mulai membaik. Daddy memutuskan melakukan vasektomi kala itu agar kita bisa fokus membesarkan dua putra kita dengan baik serta berkecukupan,' batin Daddy Yeon dengan duduk bersimpuh dilantai dingin tersebut.


"Andai Mommy tidak sudi menerimaku kembali, lebih baik aku tidak lagi hidup di dunia ini. Biar semua aset-aset yang ku miliki segera beralih waris kepada kedua putraku untuk masa depan keduanya dan tidak melakukan kesalahan yang sama seperti, Daddy," gumam Daddy Yeon dengan lirih.

__ADS_1


Rasa bersalah tersebut pun terus menerus menghantui dirinya hingga rasa putus asa serta keinginan nya untuk melakukan bunuh diri pun kembali muncul.


Semenjak kejadian perusahaan miliknya di ambang bangkrut dengan hutang yang menumpuk dahulu itulah yang membuat dirinya mengidap gangguan mental, suicidal thought.


Disisi lain, Yeon serta Mira yang telah sampai di rumah pun segera mencari keberadaan sang Mommy.


"Mom ..." ucap Yeon dengan lirih begitu melihat sang Mommy yang nampak begitu kacau.


Yeon pun segera memeluk sang Mommy begitu melihat Mommy nya keluar dari arah penjara bawah tanah milik keluarga nya.


"Daddy telah mengkhianati Mommy, Eon ... rasanya Mommy sudah tidak sanggup lagi untuk hidup di dunia ini," ucap Mommy Yeon dengan menangis terisak di pelukan sang putra sulung.


Yeon pun segera memapah sang Mommy menuju ke sofa terdekat karena tubuh Mommy nya tersebut sudah nampak bergetar hebat akibat isak tangis yang terus menerus tiada henti.


Nampak Mira dengan gesit segera mengambilkan air minum untuk Mama mertuanya tersebut.


"Di minum dulu, Mom," ucap Mira dengan memberikan satu gelas air hangat kepada Mama mertuanya tersebut.


"Mommy tenang dulu. Semua masalah tidak akan terselesaikan jika Mommy terus menerus menangis," ucap Yeon dengan mengelus perlahan punggung Mommy nya tersebut.


"Daddy mu telah mengakui jika dirinya melakukan hal hina tersebut dengan jallang itu, Yeon. Bagaimana Mommy bisa hidup di bawah bayangan pengkhianatan ini," ucap Mommy Yeon dengan terus terisak.


"Daddy pasti hanya lah korban, Mom. Belum tentu jika janin yang di kandung wanita itu adalah buah dari apa yang telah mereka lakukan. Mommy jangan gegabah, jangan membuat Daddy terus terpojok dan kembali menginginkan untuk mengakhiri hidupnya seperti dulu," ucap Yeon kembali mengingatkan Mommy akan kondisi mental Daddy nya tersebut.


Mommy yang kembali tersadar akan kondisi suaminya tersebut pun nampak terkejut.

__ADS_1


"Cepat tengok Daddy mu. Walau pun Daddymu telah berkhianat namun Mommy tidak ingin terjadi hal buruk yang tidak Mommy inginkan akibat pemikiran dangkal yang Daddy mu miliki tersebut," ucap Mommy Yeon yang tiba-tiba menghentikan tangisan nya itu dan segera mendorong sang putra untuk melihat kondisi suaminya tersebut.


__ADS_2