My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 67. Di Buat Malu


__ADS_3

Jerome pun telah tiba di sebuah hunian apartemen sederhana dimana di alamat itu lah yang menjadi alamat tempat tinggal sekertaris Park.


"Sederhana sekali ya," ucap Jerome spontan sembari melangkah menuju ke apartemen nomor empat puluh satu.


Sang pengacara pun membuntuti Jerome dari belakang dengan langkah berimbang.


"Dengan kondisi apartemen seperti ini pasti sekretaris ku itu tidak akan mampu untuk membayar denda pinalti yang sangat besar itu kan?" gumam Jerome lagi dengan memencet tombol bell.


Park Shin Hye yang tengah mengemas koper nya karena telah memutuskan untuk akan segera kembali ke Sidney pun begitu bingung mendengar bell pintu apartemen yang dirinya sewa terus berbunyi.


"Perasaan masih ada sisa satu minggu waktu tenggat sewa apartemen ini," gumam Park Shin yang mengira jika sang tamu adalah petugas penagih biaya sewa apartemen.


Dengan langkah tergesa Park Shin pun segera membuka pintu apartemen nya.


Matanya pun membulat sempurna begitu sang mantan presdirnya lah yang berkunjung ke apartemen nya.


Secepat kilat Park Shin pun segera menutup pintu apartemen nya kembali karena malas untuk hanya sekedar bertatap muka dengan sang mantan atasan.


Namun sayang sekali, sebelum pintu menutup dengan sempurna kaki Jerome pun berhasil mengganjal pintu apartemen tersebut agar tidak bisa menutup.


Jerome pun tanpa malu langsung mendorong pintu tersebut dan menerobos masuk ke dalam apartemen mantan sekretaris yang belum di relakan untuk resign.


"Tuan! Jangan seenaknya masuk ke apartemen seorang wanita!" bentak Park Shin Hye dengan kembali berusaha mendorong tubuh mantan atasannya tersebut agar segera keluar apartemen miliknya.


"Kamu adalah sekertaris ku sendiri. Aku kemari karena masih ada urusan di antara kita yang belum selesai," ucap Jerome dengan santai sembari duduk di sofa mungil yang tersedia di ruang tamu tersebut.


"Urusan apa lagi sih Tuan? Saya telah mengundurkan diri. Jadi urusan di antara kita telah selesai," ucap Park Shin Hye berusaha mengontrol rasa emosinya.


'Jika tahu begini rasa tersiksa nya bekerja di bawah kendali boss arogan mending dari awal aku tidak usah melarikan diri ke Korea. Padahal harapan aku kembali ke tanah kelahiran ku ini agar aku bisa bertemu dengan biasku Jungkook bities. Nahasnya ketemu nya bukan nya dengan biasku yang tampan itu namun sehari-hari nya melihat wajah menyebalkan Presdir semprul macam Tuan Jerome,' batin Park Shin Hye menyesali perbuatannya melarikan diri dari perjodohan yang telah kedua orangtuanya persiapkan di Sidney.

__ADS_1


"Bayar dulu denda pinaltinya jika kamu ingin resign menjadi sekertaris ku," ucap Jerome dan kemudian di ikuti oleh sang pengacara mengeluarkan dokumen perjanjian kontrak kerja milik Park Shin Hye.


"Pinalti?" tanya Park Shin Hye dengan heran.


Dengan cepat Park Shin Hye pun membaca surat kontrak tersebut dan begitu melihat nominal denda pinaltinya pun membuat mata Park Shin Hye membola.


"Tuan?? Anda ingin memeras saya?? Seperti nya dulu tidak tertulis denda pinalti seperti ini," ucap Park Shin Hye dengan wajah yang berubah menjadi pias.


"Dulu kamu membacanya kurang teliti pasti. Jika kamu tidak mampu membayar denda pinaltinya tinggal kembali bekerja menjadi sekertaris pribadiku seperti biasanya," ucap Jerome dengan tersenyum angkuh.


Park Shin Hye pun menggeleng begitu cepat tatkala sang mantan atasan menawarkan untuk kembali bekerja menjadi sekertaris nya.


'No! Aku tidak ingin menjadi budak corporate macam Presdir gila yang suka menyuruh bahkan hingga setiap makan malam pun harus aku temani! Datang ke apartemen pribadinya tiap pagi-pagi sekali untuk mempersiapkan keperluan paginya ketika hendak berangkat ke kantor. Ini namanya sudah bukan sekedar sekertaris pribadi! Namun lebih menjurus sekertaris merangkap pelayan pribadi namanya,' batin Park Shin Hye dengan bergidik ngeri.


"Bagaimana?" tanya Jerome lagi.


Kali ini dirinya akan meminta bantuan sang Mommy untuk membayar seluruh denda pinalti dan dirinya akan menerima perjodohan yang telah di aturkan untuknya sekalipun pria paruh baya dan bertubuh gempal.


Jerome pun mengangkat sebelah alisnya karena tidak yakin akan ucapan mantan sekretaris nya tersebut.


"Aku ingin nya kamu bayar denda pinalti itu sekarang juga atau aku jebloskan kamu ke penjara," ucap Jerome dengan nada tak suka karena mantan sekretaris nya memilih untuk membayar denda pinalti.


"Sebentar Tuan, biar saya menelpon seseorang lebih dulu. Tolong berikan nomer rekening Tuan dan tulis di kertas ini," ucap Park Shin Hye dengan menyodorkan sebuah kertas memo beserta Bolpoin nya.


Jerome pun segera menuliskan nomer rekening nya.


Sedangkan Park Shin Hye tengah berbicara dengan seseorang di ruang samping.


"Baiklah Mom. Aku akan kembali pulang malam ini," ucap Park Shin Hye dengan nada lesu.

__ADS_1


Panggilan telepon terputus dan Park Shin Hye kembali melangkah ke ruang tamu dengan wajah tak bersemangat.


"Tidak memiliki uang sebanyak itu ya? Yasudah tinggal kembali menjadi sekretaris ku saja. Gaji kamu aku naikkan. Namun dengan syarat pindahlah ke apartemen milikku. Jangan tinggal di apartemen kecil dan sempit seperti ini lagi," ucap Jerome dengan sangat bersemangat begitu melihat wajah lesu sang mantan sekretaris.


"Tidak Tuan. Kemarikan nomer rekening Tuan," ucap Park Shin Hye.


Jerome pun segera menyodorkan kertas yang telah tertulis nomer rekening nya tersebut kepada Park Shin.


Dengan cepat Park Shin pun memfoto kertas tersebut dan mengirimkan nya kepada orang kepercayaan orang tuanya.


Tak lama kemudian ponsel Jerome pun berbunyi.


Bunyi notif pesan pemberitahuan dari pihak bank jika telah menerima uang dalam jumlah sesuai dengan denda pinalti mantan sekretaris nya tersebut.


"Pasti kamu simpanan CEO kaya seperti ku ya? Makanya sanggup membayar pinalti yang begitu besar," ucap Jerome dengan asal karena kesal sang mantan sekretaris nya tersebut benar-benar memilih untuk membayar denda pinalti.


"Jangan menuduh tanpa bukti Tuan! Saya bukan wanita murahan seperti yang Tuan pikirkan!" bentak Park Shin Hye dengan mata yang telah berkaca-kaca.


"Buktinya kan kamu pasti meminta uang pada kekasih kaya mu itu. Boleh juga kalau kamu mau mendaftar menjadi kekasih penggantiku. Asalkan kamu mau bersikap manis seperti Mira," ucap Jerome yang membuat Park Shin Hye semakin tidak bisa mentoleransi sang mantan atasan.


"Urusan kita telah selesai. Keluar kalian!" pekik Mira dengan menyeret mantan atasan nya tersebut hingga ke depan pintu apartemen yang kemudian di ikuti oleh sang pengacara.


"Jangan lagi mencari ku! Dasar Presdir gila!" pekik Park Shin Hye dengan menutup pintu apartemen nya dengan cepat.


Beberapa orang yang lewat di lorong apartemen pun nampak terheran-heran dan kemudian saling berbisik-bisik melihat dua orang lelaki yang tengah jatuh tersungkur di depan apartemen orang.


"Pasti pria cabul. Ayo kita laporkan ke pihak keamanan," ucap beberapa penghuni apartemen yang takut dengan keberadaan Jerome serta sang pengacara.


"Park Shin Hye telah mempermalukan ku! Awas kamu, besok aku akan kembali meneror apartemen kamu ini," gerutu Jerome dengan sigap berdiri dan kemudian berjalan meninggalkan apartemen tersebut dengan perasaan campur aduk.

__ADS_1


__ADS_2