
"Jika setiap pertanyaan yang Tuanku ucapkan dan kamu tidak menjawab dengan sejujurnya, maka itu artinya kamu telah siap untuk kehilangan satu jarimu. Berlaku atas kelipatan kebohongan yang kamu ucapkan. Ingat itu!" bentak Bodyguard berkepala botak dengan mendorong keras seorang wanita ke dalam sebuah ruangan.
Wanita itu pun nampak jatuh tersungkur di hadapan Tuan yang di maksud oleh sang Bodyguard.
"Awww, sakiitt ..." rintih wanita tersebut dengan memegangi perutnya.
"Buka penutup matanya!" titah Yeon dengan raut muka dingin kepada anak buahnya.
Salah seorang anak buah nya pun nampak mendekati wanita tersebut dan membuka penutup matanya dengan cepat.
Begitu penutup matanya terlepas, wanita tersebut segera menatap ruang di sekeliling nya.
"Tuan Yeon!" pekik wanita tersebut dengan mata berbinar dan berusaha untuk mendekat ke arah Yeon.
"Cih dasar wanita tidak punya malu. Berani sekali dia menatap Yeon ku dengan seperti itu," gerutu Mira perlahan.
Yeon yang mendengar gerutuan sang istri yang mengisyaratkan rasa cemburu nya tersebut pun membuat sudut bibir Yeon terangkat perlahan.
Tuan Yeon tersenyum ke arahku pasti karena sangat merindukan wajah cantikku ini semenjak aku resign dari perusahaan miliknya beberapa bulan yang lalu, batin wanita dengan tangan terikat tersebut pun menjadi semakin salah tingkah dan berjalan semakin cepat ke arah Yeon.
"Stop! Mau apa kamu mendekat kesini, Ji Hyun! Berhenti di tempat!" bentak Yeon dengan memberikan instruksi kepada anak buahnya untuk memegangi tubuh wanita yang di ketahui bernama Ji Hyun tersebut.
Dengan cepat anak buah Yeon pun segera menjauhkan Ji Hyun dari jangkauan sang Tuan.
Ji Hyun yang masih terpesona oleh Yeon pun semakin berbunga tatkala atasan yang diam-diam di cintai nya tersebut masih mengingat namanya dengan jelas.
"Tuan masih mengingatku! Apa Tuan sangat merindukan ku hingga membawaku kemari seperti ini?" tanya Ji Hyun dengan percaya diri tanpa melihat di samping kanan dan kiri Yeon yang tengah menatap nya dengan tatapan membunuh.
"Cih! Semakin tidak tahu malu dia," omel Mira kembali namun masih dengan nada lirih.
Sedangkan sedari tadi Mommy Yeon yang melihat tingkah mantan sekretaris pribadi suaminya tersebut yang jelas sekali tidak memiliki urat malu pun membuat amarah nya semakin tidak bisa ditekan lagi.
__ADS_1
Dengan langkah cepat Mommy Yeon pun mendekati Ji Hyun dan menampar muka wanita tersebut dengan sangat keras.
Plakk!!
Tamparan pun mendarat di pipi kiri Ji Hyun.
"Ini karena kamu telah berani menggoda putraku di depan diriku dan istrinya!" pekik Mommy Yeon dengan kembali melayangkan tamparan nya.
Plakkk!!
Kali ini tamparan pun terasa lebih kuat dan menyakitkan mendarat di pipi kanan Ji Hyun.
"Ini tamparan karena kamu telah berani menggoda suamiku! Apa yang telah kamu berikan kepada suamiku hah?! Dasar jallang! Suka sekali kamu mendekati pria-pria kaya! Tidak tahu malu!" pekik Mommy Yeon dengan menyerang Ji Hyun dengan sangat brutal.
Bukan hanya tamparan saja yang Ji Hyun terima, melainkan tendangan, hingga rambutnya nampak berceceran di lantai akibat tarikan yang kuat dari Mommy Yeon tersebut.
"Rasa sakitmu ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang kini ku terima, bangsad!" pekik Mommy Yeon dengan terus menarik rambut Ji Hyun dengan kuat.
"Katakan kenapa kamu tanpa segan menjebak suamiku yang telah berumur yang sudah sangat jelas seusia dengan orang tua kamu itu!" bentak Mommy Yeon.
Ji Hyun yang tidak mampu melawan Mommy Yeon karena tangan nya yang masih terikat pun hanya mampu merintih dan berteriak memohon pertolongan Yeon.
"Maafkan aku, Nyonya! Yeon tolong akuu ... ini sakit sekali sekallii," rintih Ji Hyun dengan wajah yang sudah tidak karuan bentuknya.
"Jawab saja pertanyaan Mommy ku dengan jujur. Maka dengan itu kita pasti akan berusaha mempertimbangkan kesalahan kamu itu," jawab Yeon dengan wajah datarnya.
"Kenapa kamu mendekati suamiku, hah?! Apa anak yang kamu kandung ini adalah milik suamiku?! Jawab!" pekik Mommy Yeon masih dengan amarah yang sama.
Apalagi dengan perut Ji Hyun yang nampak sudah membesar seperti usia kandungan sang menantu pun membuat nya semakin tidak terkontrol karena rasa was-was nya jika pada kenyataan janin yang di kandung wanita yang ada dalam cengkeraman nya tersebut adalah anak sang suami.
"Nyoya ... dengarkan penjelaskan ku dulu ... hah ... huhh ... hah," rintih Ji Hyun dengan nafas tersengal-sengal karena lehernya tengah di cekik oleh Mommy Yeon dengan sangat kuat.
__ADS_1
Mommy Yeon pun segera melepas kan Ji Hyun dengan menghempas keras hingga tersungkur ke lantai.
Sedangkan kini Mommy Yeon telah duduk kembali di sofa empuk nya.
"Cepat katakan dan jangan bertele-tele," titah Mommy Yeon dengan suara yang telah kembali tenang.
"Awalnya sa—saya ingin menjebak putra Nyonya. Namun siapa sangka yang meminum minuman yang telah ku campur dengan obat laknat itu bukan Yeon melainkan suami anda, Nyonya,"
"Tuan Yeon ternyata meninggalkan acara jamuan begitu saja. Hingga mau tidak mau saya pun segera menarik Tuan Jee ke kamar hotel karena suami anda pun juga terlihat sama persis seperti Tuan Yeon," jawab Ji Hyun dengan jujur dan kemudian menerawang jauh ke beberapa bulan silam.
"Lanjutkan!" ucap Yeon yang kemudian segera membuat Ji Hyun tersadar akan lamunan nya.
"Kami sebenarnya tidak melakukan hal tersebut dengan seutuhnya, karena milik Tuan Jee nampak lemas ketika hendak memasukkan ke milik saya, Nyonya. Kemudian Tuan Jee tertidur efek obat laknat serta sedikit obat tidur yang saya tuangkan di minuman sebelumnya,"
"Pagi harinya Tuan Jee mengira jika kami benar-benar telah melakukan hal tersebut dan memintaku segera resign serta memberiku uang banyak sekali agar segera meninggalkan negara ini. Hari terakhir saya bekerja pun saya telah berpamitan dan meminta maaf dengan tulus di ruang Tuan Jee dan menuruti semua ucapan nya untuk segera pergi," ucap Ji Hyun dengan memegangi perutnya.
"Ini anak pertama saya dengan suami saya Nyonya. Karena setelah kejadian tersebut saya memutuskan untuk menikah dengan kekasih saya dan bertolak ke Singapura. Saya mohon pengampunan dari anda Nyonya," ucap Ji Hyun dengan berlutut di hadapan istri boss nya tersebut.
Mendengar pengakuan yang mengejutkan dari mulut Ji Hyun pun membuat Mommy, Yeon, serta Mira terkejut.
"Aku akan memaafkan kamu jika kamu tidak kembali berulah! Ingat jika putraku kini juga telah memiliki istri dan tengah mengandung. Mereka sudah saling mencintai, jadi jangan coba-coba mendekati putraku kembali atau ku lempar tubuhmu ke kandang singa di halaman belakang rumahku saat ini juga!" titah Mommy Yeon dengan seringai menakutkan.
Ji Hyun pun nampak bergidik mendengar ucapan Mommy Yeon tersebut. Dirinya pun melirik Mira yang kini tengah memeluk Yeon dengan erat serta manatapnya dengan tatapan mematikan.
"Baik Nyonya. Saya berjanji!" jawab Ji Hyun dengan bersungguh karena dirinya takut akan kuasa dari keluarga pemilik perusahaan terkaya di negara tersebut.
"Baik, ku pegang ucapan mu," ucap Mommy Yeon yang kemudian mengambil stempel panas seukuran telapak tangan dan menempelkan nya di punggung Ji Hyun.
"Arrhhh!!! Panas Nyonya!!! Sakiittt!!" pekik Ji Hyun begitu mendapati punggungnya terstempel.
"Sebagai pengingat diri. Ingatlah kenangan yang ku berikan ini agar memiliki rasa jera terhadap keluarga kami," ucap Mommy Yeon yang kemudian meninggalkan Ji Hyun begitu saja.
__ADS_1
Begitu juga dengan Mira serta Yeon yang nampak melewati Ji Hyun dengan saling menggenggam erat tangan keduanya.