
"What?!" pekik Mira.
"Ini tidak mungkin ... tidak mungkin jika Daddy mu yang sangat menyayangi Mommy serta anak-anaknya tega melakukan hal hina seperti itu," ucap Mira dengan mengusap tangan suaminya tersebut dengan perlahan.
"Masalahmu belum kelar, kini bertambah masalah Daddy mu," ucap Mira dengan menghela nafas perlahan.
"Masalahku telah kelar sayang. Mereka telah mengabari ku jika janin yang dikandung Tyas itu milik manager nya sendiri. Managernya itu datang ke rumah orang tuaku dan mengatakan segalanya serta meminta pengampunan untuk Tyas," terang Yeon dengan jelas.
"Huffh ... syukurlah jika begitu. Apa rencanamu selanjutnya? Tidak mungkin kan jika kita tetap melanjutkan bulan madu ini, sedangkan Mommy tengah kesusahan seorang diri disana?" tanya Mira dengan memeluk suaminya tersebut agar tidak semakin gelisah.
"Sebenarnya aku ingin menyudahi bulan madu kita lebih cepat dan kembali pulang kerumah. Namun aku tidak sampai hati mengatakan keinginan ku tersebut mengingat begitu banyak luka yang pernah ku berikan untukmu , Sayang," jawab Yeon dengan tatapan sendunya.
__ADS_1
"Astaga ... jika hanya soal itu kenapa kamu tidak katakan sedari kemarin, Yeon? Untuk apa kita berbulan madu disini berlama-lama jika setiap harinya kita hanya melakukan gulat di atas kasur,"
"Ayo kita segera berkemas untuk segera ke kembali pulang. Aku sudah sangat merindukan masakan Mommy dari kemarin," ucap Mira dengan beranjak turun dari ranjang dengan segera mengemas pakaian mereka.
"Terimakasih sayang karena telah mengerti perasaanku," ucap Yeon dengan posisi yang tengah memeluk Mira dari belakang.
Tak lupa Yeon pun memberikan usapan kecil diperut Mira. "Daddy sayang kalian," ucap Yeon dengan semakin memeluk dengan erat.
"Sudahi lepaskan pelukan mu ini, suamiku. Nanti kita lanjutkan kegiatan gulat panas kita di rumah. Jangan mengulur waktu lagi, oke?" ucap Mira dengan memberikan kecupan singkat di bibir suaminya tersebut.
"Istriku duduklah, biar kan suami perkasa mu ini yang membereskan semuanya," ucap Yeon dengan menuntun Mira untuk duduk di tepian ranjang.
__ADS_1
Mira hanya mampu mengangguk dengan pasrah menurut ucapan suaminya tersebut.
Tak lupa Yeon pun segera memakai kan pakaian hangat untuk istri tercintanya tersebut agar tidak merasa kedinginan karena cuaca di negara Prancis saat itu tengah berada di musim salju.
Keduanya kini telah berada di dalam sebuah mobil yang tengah di kendarai oleh orang kepercayaan keluarga nya tersebut untuk segera menuju ke bandara. Pesawat pribadi keluarga nya pun telah menanti untuk segera bertolak kembali menuju ke negara Korea.
......................
"Lepaskan aku! Honey tolong aku! Aku tidak ingin di bawa oleh mereka!!" teriak seorang wanita yang kini tengah di seret paksa oleh beberapa bodyguard kekar bermata sipit dengan banyak tatto yang memenuhi lengan nya.
"Kurang ajar! Lepaskan istriku! Satu lawan satu jika kalian berani! Jangan main keroyokan! Baddjingan!" teriak seorang lelaki dengan membabi buta yang kemudian terlihat memukul serta menghalau beberapa bodyguard yang hendak membawa paksa wanita yang tengah mengisi hatinya sejak lama.
__ADS_1
"Biarkan istrimu mempertanggung jawabkan kesalahan nya atau ku kirim kamu ke neraka saat ini juga!" bentak salah satu bodyguard dengan mengikat tubuh serta melakban mulut lelaki tersebut di bawah pohon yang nampak sangat sepi dan sunyi.
"Errmmmm!! Eemmhhh!!" teriak lelaki tersebut yang terdengar seperti gumaman tertahan dan berusaha sekuat tenaga untuk terus meronta.