
Satu tahun berlalu.
Baby Alric yang telah bisa berjalan serta berbicara sepatah dua patah kata kini tengah bermain bersama dengan Baby Jeselyn serta Baby Math yang baru belajar merangkak.
"Ayo Baby Je minum susu dulu. Pasti haus sekali kan sedari tadi kalian bermain terus," ucap Jerome dengan menggendong Baby Jesselyn untuk dirinya bawa kepada sang istri agar segera di susui.
Begitu juga dengan Baby Math yang juga di gendong oleh Adolfo dan di berikan kepada sang istri.
Sedangkan Baby Alric yang melihat Baby Jesselyn kesayangan nya di bawa oleh Daddy nya pun terus mengekor kemanapun Baby Jesselyn di bawa dengan langkah terhuyung-huyung.
"Kamu juga haus ya Baby Al? Minta nen sama mommy kamu dulu ya? Nanti baru main lagi," ucap Park Shin Hye dengan nada lembut melihat Baby Al yang terus berdiri menatap sang anak yang tengah di susui nya.
Baby Al pun menggelengkan kepalanya. "No. Al cuma engen iat baby Je. Al unggu dicini," ucap Baby Al dengan berceloteh khas anak kecil.
Baby Al pun berusaha merangkak naik ke atas sofa di samping Park Shin yang tengah menyusui sang anak.
Mira, Yeon, serta yang lain nya pun sudah tidak lagi heran dengan tingkah Baby Al.
Selalu ingin berada di dekat Baby Jesselyn dan menangis dengan keras di kala mereka semua kembali ke rumah masing-masing.
"Pasti putra mu menangis merajuk lagi ya kalau Baby Jesselyn udah pulang? Kalau sama Baby Math kok Alric tidak begitu peduli sih? Apa karena anakku itu lelaki makanya anakmu tidak begitu pedulikan," ucap Adolfo dengan raut wajah heran.
Yeon serta Mira yang mendengar penuturan Adolfo pun menjadi tertawa ringan.
"Entahlah, putraku itu hanya peduli dengan Baby Jesselyn saja. Untungnya sebentar lagi kita akan memiliki baby girl ya kan sayang? Siapa tahu nanti Baby Math juga lebih tidak bisa lepas dari putriku jika telah lahir nanti," balas Yeon dengan mengusap perut Mira yang kini kembali hamil.
__ADS_1
"Hallahh kamu itu bisanya bikin Mira kewalahan terus. Baby Alric saja masih kecil sudah mau punya adik lagi. Enggak kasihan dengan Mira apa kamu?" ucap Jerome dengan nada sarkas kepada Yeon.
"Kamu kalau iri juga bisa bikin anak lagi sama istrimu. Gitu aja repot," balas Yeon dengan nada tak kalah sengit.
"Sudahlah kalian itu jangan suka bertengkar jika sedang berkumpul begini," ucap Mira menengahi keduanya.
"Jerome duluan kan yang mulai sayang. Dia seperti orang cemburu saja melihat kamu yang tengah hamil lagi. Padahal dia kan bisa buat anak lagi dengan istrinya kalau mau," tutur Yeon dengan memeluk istrinya.
"Dasar kekanakan," gumam Jerome perlahan dan memangku Baby Al.
"Ikut pulang di rumah Om Jerome saja ya? Nanti bisa main dan bobok sama Baby Jesselyn," ucap Jerome kepada Baby Al.
Baby Al yang telah mengerti ucapan Jerome pun mengangguk setuju.
"No, Al. Kamu disini saja jagain Mommy. Kapan-kapan saja kita main ke rumah Om Jerome bertemu Baby Je," sela Yeon yang tidak bisa jauh dari sang putra.
Tak lama kemudian keluarga kecil Adolfo serta Jerome pun pamit undur diri.
Sedangkan Baby Alric seperti biasa akan merajuk menangis jika Baby Jesse di bawa oleh kedua orang tua nya kembali.
"Sayang, nanti di acara tujuh bulanan baby girl kita jangan lagi kamu undang Christ serta istrinya ya. Aku tidak ingin lagi kamu di ganggu oleh mantan tunangan kamu itu," pinta Jerome dengan menimang menenangkan sang putra agar tidak lagi menangis.
"Siap suamiku. Terserah kamu sajalah sayang," jawab Mira dengan memasuki kamar Baby Alric.
Kedua nya pun menidurkan Baby Alric yang tak lama kemudian terlihat Baby Alric yang telah tertidur dengan sangat pulas.
__ADS_1
"Sayang, syukurlah jika author kita membuat kisah kita menjadi happy ending," ucap Yeon dengan mulai mengelus perut Mira yang sudah nampak membuncit.
"Iya sayang. Tapi singkir kan dulu tangan kamu ini. Aku lelah jika terus meladeni ke mesuman kamu itu," ucap Mira dengan lirih karena takut membangunkan Baby Al dari tidur nyenyak nya.
"Cuma pengen pegang dua mochi kamu ini sayang," elak Yeon dengan tangan yang telah menyingkap baju terusan yang tengah di pakai oleh Mira.
"Eum—"
"Aku sudah tidak kuat lagi sayang," ucap Yeon dengan memasukkan miliknya ke dalam milik Mira. Jlebb!
"Yeon ... ahh stop," ucap Mira dengan lirih.
Namun seperti biasa ucapan Mira pun tidak di gubris oleh Yeon dengan terus memompa miliknya dengan sangat cepat.
Suara plopp plopp plopp pun terus menggema di dalam kamar Baby Alric.
Hingga Baby Alric pun kembali terbangun karena suara desaahan yang bersahut-sahutan dari mulut ke dua orang tua nya yang membuat tidurnya terganggu.
"Mommy ..." ucap Baby Alric dengan mengucek kedua matanya sambil duduk di atas kasurnya.
"Putraku mengganggu saja," keluh Yeon dengan menghentikan aktivitas panasnya.
Dengan secepat kilat Mira pun memakai kembali bajunya dan menggendong Baby Alric dan menidurkan nya kembali.
...–End–...
__ADS_1
Nantikan novel author yang terbaru iyaa❤