My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 36. Praduga Mira


__ADS_3

Yeon pun mendadak berdebar tak karuan begitu tiba di depan pintu rawat inap istrinya tersebut.


Antara senang namun bercampur takut jika kembali mendapatkan penolakan dari sang istri.


Dengan khusuk Yeon pun nampak merapalkan banyak doa di sertai harapan agar dirinya tidak lagi di benci oleh sang istri sebelum membuka pintu yang ada di depan nya tersebut.


Kemudian, Yeon pun segera membuka perlahan pintu rawat inap tersebut dan menutupnya kembali dari arah dalam. Nampak sepi dan sunyi.


Yeon pun meletakkan jinjingan nya tersebut di atas meja.


Terlihat sang Mommy yang nampak tertidur di sofa, begitu juga dengan Mira yang juga terlihat terlelap dalam tidur siang nya di atas ranjang perawatan.


Cup!


Yeon pun memberikan kecupan singkat di kening istrinya tersebut.


Setelahnya Yeon pun nampak menatap perut istrinya yang telah terlihat agak menonjol dari sebelumnya.


Dengan sangat perlahan, Yeon pun segera mengusap pelan perut istrinya tersebut dengan rasa bersalah yang kembali menghantui dirinya.


Jangan nakal ya di perut Mommy.


Gumaman pelan pun terus Yeon ucapkan dengan terus mengelus perut Mira.


Hingga tak lama kemudian rasa kantuk pun ikut menghampiri dirinya.


"Oahmm ... kamu ingin Daddy tidur di dekat Mommy kamu ya, Nak? Baiklah Daddy kabulkan keinginan mu," gumam Yeon yang tak lama kemudian nampak telah tertidur dalam posisi duduk serta tangan yang masih berada di atas perut Mira.


Baik Mommy, Yeon, maupun Mira, ketiga nya nampak masih tertidur dengan sangat pulas di saat sang dokter serta seorang perawat melakukan visit pemeriksaan.

__ADS_1


Belum ada satu pun yang terbangun dari tidur masing-masing.


"Nona Mira," ucap sang Perawat mencoba untuk membangunkan sang pasien dengan perlahan.


Mata Mira pun nampak terbuka perlahan hingga Mira pun nampak terkejut begitu sang dokter berserta seorang perawat telah menunggu nya untuk bangun.


"Maaf, Dok. Maaf, Sus. Saya ketiduran," ucap Mira yang masih belum tersadar jika Yeon juga ikut tertidur di sampingnya dalam posisi duduk di sebuah kursi.


"Tolong suaminya di bangunkan lebih dulu, Nona. Kami akan melakukan pemeriksaan kembali," pinta sang Dokter yang nampak melirik tangan Yeon yang masih bertengger di atas perut Mira.


Mira pun segera melihat keberadaan suaminya tersebut yang ternyata tertidur dengan sangat pulas dengan tangan yang memang masih berada di atas perutnya tersebut.


Sejak kapan Yeon berada disini? batin Mira.


"Yeon ... bangun," ucap Mira dengan mengguncang perlahan suaminha tersebut.


Yeon pun nampak sangat terkejut dan kemudian berdiri secepat mungkin dan menggeser posisi nya agak menjauh untuk memberikan ruang gerak sang dokter untuk memeriksa keadaan istrinya tersebut.


Setelahnya sang Dokter beserta perawat yang mendampinginya pun segera berlalu dari ruangan tersebut.


Kemudian Yeon pun nampak membuka plastik makanan yang telah di belinya di area food court tadi siang.


"Yah ... sayang sekali gelato nya telah meleleh," ucap Yeon dengan wajah yang nampak muram begitu mendapati gelato yang akan dirinya berikan untuk istrinya tersebut telah mencair.


"Hish, seperti anak kecil saja. Hanya karena gelato milikmu telah meleleh saja wajahmu sudah seperti hampir menangis," ucap Mira dengan wajah yang sangat ingin mengejek suaminya tersebut.


"Tapi ini gelato yang ingin aku berikan untuk kamu. Sayang sekali kan," ucap Yeon yang kemudian segera membuka plastik makanan yang lain.


"Kamu membelikan makanan sebanyak itu untuk apa?" tanya Mira dengan wajah bingung karena Yeon hanya terlihat menata seluruh makanan serta camilannya tersebut di atas meja nakas dan tanpa menyentuhnya sama sekali.

__ADS_1


"Aku bantu kamu duduk. Kamu pasti sudah sangat lapar kan? Namun sayang sekali semua makanan nya sudah nampak dingin. Sejujurnya aku membeli semua ini untuk kamu. Namun semuanya ternyata telah menjadi dingin, pasti tidak enak jika di makan dalam keadaan yang sudah tidak hangat lagi," ucap Yeon yang nampak ragu akan memberikan seluruh makanan yang telah di beli nya tersebut kepada Mira.


"Yasudah bawa kemari makanan nya. Sayang sekali jika harus di buang," ucap Mira dengan menunjuk makanan yang telah tersaji di atas meja.


"Ingin yang mana dulu?" tanya Yeon dengan penuh semangat karena Mira tetap ingin memakan makanan darinya walaupun telah berubah menjadi dingin.


"Nasi goreng," ucap Mira dengan cepat karena sejujurnya sedari tadi memang dirinya diam-diam sangat ingin memakan nasi goreng.


Namun sungkan untuk mengatakan kepada sang mama mertua akan keinginan nya tersebut dan segera menahan nya.


"Biar aku yang menyuapi mu," ucap Yeon dengan segera menyendok kan sesuap demi sesuap nasi goreng tersebut ke dalam mulut istri nya tersebut.


Ada rasa senang yang Yeon rasakan ketika tidak lagi mendapatkan penolakan atas suapan demi suapan yang dirinya lakukan untuk istrinya.


Ada angin apa Yeon tiba-tiba menjadi sangat baik kepadaku? Tak-tik apalagi yang sedang di peran kan Yeon kali ini? Apa si Tyas itu tengah hamil anaknya dan ingin membujukku untuk segera menyetujui pernikahan kedua nya dengan kekasih yang amat di cintainya itu? batin Mira dengan menatap lekat wajah suami nya tersebut dengan mulut yang masih di penuhi oleh suapan nasi goreng.


"Stop!" ucap Mira nampak menghentikan suapan dari Yeon dengan tiba-tiba.


"Kenapa, Mira? Sudah kenyang? Tapi ini masih tersisa separuh lagi. Ayo buka mulutmu lagi dan habiskan," desak Yeon dengan terus berusaha menyuapkan nasi goreng tersebut ke mulut Mira.


"Aku kenyang! Katakan dengan cepat akan apa yang kamu ingin kan dariku. Apa kekasih mu itu tengah hamil dan kamu di desak untuk segera menikahinya?" tanya Mira dengan menatap tajam ke arah suaminya tersebut.


"Siapa? Tyas maksud kamu?" ucap Yeon dengan wajah bingung.


"Yaiyalah, memangnya kekasih kamu masih ada berapa lagi?" tanya Mira kemudian dengan wajah yang terlihat ketus dan nampak segera memalingkan wajah.


"Oh astaga, sudah ku bilang kan jika milikku tidak mampu berdiri. Jadi mana mungkin Tyas bisa hamil anakku," jawab Yeon yang kemudian segera meletakkan nasi goreng tersebut ke atas meja kembali.


"Nyata nya kini aku tengah hamil anakmu walaupun kamu tidak kunjung mau mengakuinya! Bukan kah malam panjangmu di penthouse milikmu waktu itu juga memberikan bukti jika kalian telah melakukan hal tersebut hingga menyisakan banyak tanda di leher kalian berdua?" tanya Mira yang kembali menatap lekat wajah suaminya tersebut.

__ADS_1


"Astaga Mira, malam itu aku tidak tahu menahu dengan apa yang telah terjadi dengan diriku. Pagi harinya pun aku sama terkejutnya begitu mendapati tubuhku penuh dengan bekas kemerahan hasil lukisan Tyas," ucap Yeon dengan wajah yang terlihat cemas serta was-was karena takut jika Mira kembali merajuk dan tidak mempercayai ucapan nya lagi.


"Dulu sewaktu aku ingin meminta pertanggung jawaban dari mu pun kamu juga mengatakan tidak mungkin jika dirimu telah menodai ku serta dengan kekeh mengatakan jika milikmu tersebut impoten kan di depan Mommy? Pulang sana! Jangan temui aku lagi! Dasar pembual!" ucap Mira dengan segera menepis kasar tangan Yeon.


__ADS_2