My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 63. Karena Mira


__ADS_3

Yeon kembali berada di kantornya. Duduk di kursi dengan menyandarkan tubuhnya.


Memejamkan mata sejenak, melepas penat yang di rasakan nya saat ini.


'Ternyata seperti ini rasanya rasa cemburu,' batin Yeon yang pertama kali nya merasakan panas di hati tatkala melihat istrinya didekati oleh lelaki lain.


Saking lelahnya, Yeon pun tanpa sadar tertidur di kursinya itu sembari terus memimpikan sang istri.


"Jangan rebut istriku!" bentak Yeon di dalam igauan dengan menepis tangan sang asisten pribadi yang sedari tadi berusaha membangunkan nya.


"Tuan! Bangun dari mimpi di siang bolong anda Tuan. Toh saya tidak akan mampu untuk merebut Nyonya Mira dari Tuan! Jadi tangan saya jangan terus di pukuli seperti ini," ucap sang asisten pribadi dengan nada tinggi menahan kesal.


Bagaimana tidak kesal jika di bangun kan sudah sejak tiga puluh menit yang lalu tidak kunjung terbangun. Ketika di pegang pasti balik menepis tangan sang asisten dengan terus mengigau.

__ADS_1


"Tuan, lima menit lagi kita akan bertemu dengan perusahaan Adolfo serta Tuan Jerome. Mereka semua adalah rival anda Tuan ... fuuuhhh ..." bisik sang asisten dengan menghembuskan nafas nya perlahan di telinga boss nya tersebut.


Yeon yang merasakan geli dari telinga pun nampak terjingkat kaget.


"Apa yang kamu lakukan??" tanya Yeon dengan galak.


"Aku hanya mencintai istriku! Dan tidak menyukai sesama batang! Jika kamu bagian dari kaum pecinta pedang-pedangan maka jangan dekat-dekat denganku. Akku tidak ingin di rayu oleh mu!" ucap Yeon dengan segera berdiri menjauh dari sang Aspri.


Sang Aspri pun nampak melongo mendengar penjelasan sang boss.


"Lima menit lagi kita akan meeting bersama dengan dua rival anda Tuan. Di ruang meeting perusahaan kita, semua sudah siap. Tinggal menunggu Tuan hadir saja," ucap sang Aspri kemudian.


Yeon pun dengan secepat kilat menuju ke ruang meeting tanpa memperdulikan penampilan nya yang agak berantakan.

__ADS_1


Segera Yeon memimpin rapat tertutup tersebut dengan di lanjutkan sesi sanggahan demi sanggahan yang terus terlontar dari mulut pedas Jerome serta Adolfo.


Namun semuanya mampu Yeon patahkan dengan ide-ide brilian nya serta masukan yang terdengar sangat masuk akal hingga pihak Jerome serta Adolfo pun tidak lagi mempersulitnya.


"Saya telah mengkaji proyek kita ini berkali-kali. Kesepakatan kerjasama yang kita jalan kan juga memiliki waktu yang sangat panjang dan keuntungan yang sangat fantastis. Jadi mari kita singkirkan masalah pribadi masing-masing disaat berbicara mengenai bisnis kerjasama kita selama ini," ucap Yeon dengan sangat tegas.


Memberikan ucapan peringatan agar dua pemilik perusahaan yang berkerjasama dengan nya itu tetap bersikap profesional.


Jerome serta Adolfo pun hanya acuh tak acuh dengan peringatan yang di berikan oleh Yeon.


'Peringatan kamu tidak berlaku untukku jika kamu berani menyakiti Mira Lee,' batin Adolfo serta Jerome di hati masing-masing.


Para asisten serta sekertaris pribadi yang berada di samping para boss nya tersebut hanya mampu menghela nafas panjang melihat tingkah kekanakan para atasan nya tersebut.

__ADS_1


'Pasti karena Nona Mira,' batin mereka dengan serentak.


__ADS_2