
Melihat sang istri yang nampak tertidur dengan sangat pulas dengan wajah yang terlihat letih pun membuat rasa bersalah kembali menghinggapi hati Yeon.
Dengan secepat kilat Yeon nampak segera menelpon salah satu tangan kanan kepercayaan sang Daddy yang berdomisili di negara Prancis untuk mendatangkan seorang ahli pijat terapis yang aman untuk ibu hamil.
Hingga tak berselang lama, sang terapis yang telah di rekomendasikan oleh orang kepercayaan Daddy nya tersebut nampak telah berada di ruang tamu.
Yeon pun melihat tubuh sang terapis dari atas hingga bawah dengan tatapan penuh waspada.
Kenapa seorang lelaki sih? batin Yeon dengan muka yang semakin terlihat masam karena terapis yang di datangkan oleh orang kepercayaan Daddy-nya tersebut adalah seorang lelaki muda dengan wajah yang lumayan tampan serta kedua lengan otot yang nampak kekar.
Sang terapis yang di tatap dengan wajah penuh intimidasi pun nampak terlihat gugup dan merasa takut jika telah menyinggung calon pelanggan yang ada di depan mata nya yang pasti akan membuat tempat terapisnya tersebut mendadak gulung tikar seketika.
"Kenapa yang datang seorang lelaki? Apa kamu ingin usaha terapis kamu gulung tikar? Beraninya seorang lelaki seperti mu berminat untuk memijat tubuh istriku!" ucap Yeon dengan wajah yang sama sekali tidak terlihat bersahabat.
"Maaf, Tuan. Seperti nya ada kesalah pahaman disini. Baiklah akan segera saya panggilkan seorang terapis wanita untuk segera kemari, Tuan. Mohon jangan lakukan apa pun terhadap usaha yang telah di bangun turun temurun oleh leluhur keluarga saya, Tuan," ucap Sang Terapis dengan segera berlutut di hadapan Yeon.
Pengusaha siapa pun itu pasti akan kenal dengan potret seluruh keluarga Yeon yang terlihat sering masuk wara wiri ke dalam majalah bisnis di negara tersebut sebagai keluarga pebisnis yang terus memenangkan banyak tender dari perusahaan asing di Prancis dengan memiliki banyak aset berharga lain nya yang tertanam di negara tersebut.
Yeon pun nampak segera menghela nafasnya dengan kasar. Mencoba untuk menenangkan hatinya kembali dari rasa cemburu yang menghinggapi hatinya begitu membayangkan lelaki muda di hadapan nya tersebut lah yang akan memijat tubuh mulus serta seksi istrinya itu.
"Aku maklumi kesalahan ini dan lekas datangkan terapis wanita yang paling handal untuk memijat tubuh istriku. Ingat, pijat dengan perlahan dan jangan sampai membahayakan janin yang ada di perut istriku," ucap Yeon dengan penuh penekanan agar lelaki yang ada di hadapannya pun memahami inti dari permintaan nya tersebut dan tidak kembali melakukan kesalahan.
__ADS_1
Dengan cepat sang terapis sekaligus pemilik tempat terapis yang ada di hadapan Yeon pun segera menelepon anak buah nya yang lain untuk segera datang menuju ke lokasi Villa yang sebenarnya adalah Villa pribadi milik keluarga Yeon.
Setengah jam kemudian, terlihat wanita paruh baya nampak datang tergesa dan segera menghadap kepada Yeon.
"Saya ingatkan kembali jika istri saya tengah mengandung," ucap Yeon dengan nada tegas agar sang terapis tidak melakukan kesalahan sekecil apa pun.
"Baik, Tuan," ucap Sang terapis wanita yang nampak mengikuti langkah Yeon menuju ke kamar yang tengah di gunakan oleh Mira.
Yeon pun nampak tersenyum dengan sangat lebar begitu melihat sang istri nampak mengerjapkan kedua matanya berkali-kali begitu kedua pipinya terasa seperti ada yang mencubitnya.
"Ye—on ... kamu mengganggu tidur ku lagi," gumam Mira dengan suara yang terdengar serak dan letih.
"Nanti saja ya Yeon ..." jawab Mira dengan mata yang kembali terpejam karena rasa kantuk yang menyerang dirinya.
"Jika kamu tidak mau untuk segera di pijat, maka kakak terapis cantik ini lah yang akan segera berganti memijat tubuhku loh, sayang?" tutur Yeon dengan nada santainya namun begitu mengusik pendengaran Mira yang mendadak begitu tajam begitu mendengar kata wanita cantik.
"Tidak boleh!" pekik Mira dengan segera terbangun dari tidurnya dan segera melihat siapa terapis cantik yang di maksudkan oleh suaminya tersebut.
Begitu pandangan mata Mira terkunci oleh sosok terapis yang merupakan wanita paruh baya, rasa jengkel Mira terhadap Yeon pun mendadak terpancar dengan jelas.
"Yeon!" pekik Mira dengan melempar guling ke arah Yeon.
__ADS_1
Beraninya mantan lelaki impoten itu mempermainkan ku menakutiku dengan mengatakan wanita paruh baya tersebut sebagai wanita cantik yang akan memijatnya! gerutu Mira di dalam hati dengan berusaha mengontrol kekesalan nya terhadap sikap jahil yang akhir-akhir ini sering Yeon lakukan kepada nya.
Ya ... senjata terlemah Mira saat ini adalah rasa tidak suka nya terhadap wanita muda yang terlihat cantik yang membuat rasa cemburu terus terasa hingga membuat sesak di hati.
Sudah pasti karena jiwa posesif nya terhadap Yeon telah tertanam semenjak Mira sering melihat dengan mata kepalanya sendiri jika para klien ataupun para bawahan Yeon yang ada di kantor ke banyakan nampak terlihat genit dan mencuri kesempatan untuk mendekat kepada suami impoten nya tersebut.
Apalagi kini suami nya sudah menampakkan keperkasaan nya yang membuat dirinya semakin ketar-ketir begitu suaminya menyebutkan wanita cantik lain nya ketika berada di dekatnya.
Apa karena tubuhku yang terlihat semakin berisi dari hari ke hari hingga berani sekali Yeon menyebut wanita paruh baya itu dengan sebutan wanita cantik? batin Mira dengan melihat wanita paruh baya yang ada di samping Yeon tersebut dengan seksama.
"Baiklah aku telah siap untuk segera di pijat," ucap Mira dengan wajah di tekuk tanpa sudi melirik ke arah sang suami.
Mira pun terlihat sangat menikmati pijatan yang di berikan oleh sang terapis walaupun di dalam hati masih terus mengumpati Yeon.
"Sayang ... aku juga mau pijat dulu ya di kamar sebelah. Terapisnya cowok kok, tapi jangan lagi cemburu ya karena aku lelaki tulen yang pasti nya enggak akan mungkin doyan makan pisang-pisangan. Susul aku jika pijatmu telah selesai," tutur Yeon dengan segera berlalu dari kamar yang di gunakan oleh istrinya tersebut.
"Dasar Yeon gila! Aku kutuk menjadi impoten kembali jika kamu berani menyukai sesama kaum pisang!" umpat Mira dengan terus memejamkan kedua matanya sembari menikmati pijatan demi pijatan lembut yang di berikan oleh terapis nya tersebut.
Sedangkan Yeon yang masih mendengar dengan jelas umpatan bumbu rasa cemburu yang keluar dari mulut istri nya tersebut pun mampu membuat Yeon terus tersenyum senang.
Ini kah rasa jatuh cinta yang sesungguhnya? Sangat berbeda sekali dengan rasa yang dulu pernah aku rasakan kepada Tyas, batin Yeon dengan melangkah menuju ke kamar sebelah untuk melakukan sesi pemijatan yang sama dengan istrinya.
__ADS_1