My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 27. Tak Kunjung Kembali


__ADS_3

Yeon yang telah berada di dapur pun nampak di tatap dengan intens oleh sang Mommy.


Senyum di wajah sang istri yang begitu aneh pun membuat Daddy Yeon bertanya-tanya.


"Ambil lah makan malam yang banyak untuk kalian berdua. Mulai besok malam, makan malam kalian akan mommy buat kan yang lebih khusus untuk kalian berdua. Menu untuk menambah stamina agar kalian berdua kuat dan tahan lama selama melakukan itu di malam hari," ucap sang Mommy dengan terkekeh perlahan.


Yeon yang mendengar ucapan sang Mommy pun hanya mampu memalingkan muka untuk menghindar dari rasa malu nya karena ketahuan sang Mommy ketika sedang menyusu secara diam-diam.


"Kalau ingin melakukan itu lagi, minta secara baik-baik ke istrimu itu. Salah kamu sendiri sewaktu mommy minta untuk segera menikahi Mira namun kamu secara langsung menolak mentah-mentah dan mengatakan dengan sangat lantang jika milik kamu impoten dan tidak mungkin jika Mira hamil karenamu. Buktinya tadi mama lihat kamu asik-asik menyusu seperti sangat menikmati setiap putaran nya," ucap sang Mommy dengan sangat keras hingga membuat Yeon semakin malu karena aksinya tersebut di bicarakan di depan sang Daddy.


"Apa milikmu kamu itu benar-benar impoten, Yuan? Daddy seperti nya masih memiliki banyak stok obat kuat, siapa tahu sangat bisa membantu untuk membuat milikmu berdiri dan menjadi perkasa kembali," tutur Daddy Yeon kemudian.


"Dad, Mom ... kalian menyebalkan! Awalnya milikku memang tidak mau berdiri sama sekali, namun ... ah sudah lah, untuk apa ku jelaskan," gerutu Yeon dengan wajah memerah karena kembali menahan rasa malu akibat ucapan kedua orang tuanya.


Yeon pun segera melangkah kembali ke lantai dua dimana kamarnya berada.


Yeon pun menutup pintu kamarnya dengan perlahan.


Namun pandangan mata nya pun terpaku akan sang istri yang tengah mengenakan baju setengah basah menuju ke arah penyimpanan baju berada.


Mira pun nampak melirik Yeon sekilas. "Maaf, aku lupa membawa handuk dan baju ganti. Jadi aku memakai kembali bajuku tadi agar tidak membuatku keluar dari dalam kamar mandi dengan bertelanjang bulat. Walaupun katanya milikmu tidak bisa berdiri namun aku masih memiliki sisi rasa malu di hadapan kamu, hehehe," ucap Mira dengan tergesa dan segera masuk kembali ke dalam kamar mandi dengan membawa handuk serta baju ganti.


Yeon pun masih membeku di tempat. Mengingat lekuk tubuh istrinya yang tengah memakai balutan kaos setengah basah yang membuat kedua mochi nya pun terlihat menonjol dengan sempurna dan membuat Yeon menelan ludah dengan susah payah.


Tak lama kemudian, pintu kamar mandi pun terbuka kembali.


"Apa yang sedang kamu bawa? Kenapa sedari tadi masih berdiri di sana?" tanya Mira sembari mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.


"Makan malam kita," jawab Yeon dengan membawa senampan makan malam dan duduk tepat di samping Mira.

__ADS_1


"Coba tolong suapi aku ya, Yeon. Perutku sudah sangat keroncongan sedari tadi," pinta Mira dengan tangan yang masih terlihat sibuk mengarahkan hair dryer nya sisi-sisi rambut yang masih basah.


Yeon pun menurut perintah sang istri dengan menyuapkan perlahan makanan ke dalam mulut Mira.


"Bagaimana hubungan mu dengan Tyas saat ini? Ku dengar setelah kembali dari Korea, kekasihmu itu memberikan banyak santunan di sebuah panti asuhan dan di liput oleh banyak media. Pasti kamu sangat berbangga dengan kekasihmu itu karena keroyalan nya dalam memberikan santunan," ucap Mira dengan mulut yang menggembung karena penuh dengan suapan makanan.


Mendengar arah pembicaraan Mira yang nampak membahas Tyas pun tidak membuat Yeon tertarik untuk menanggapi obrolan istrinya tersebut dengan terus menjejalkan banyak makanan agar sang istri tidak lagi banyak bicara.


"Yeon ... mulutku masih penuh, biar ku telan lebih dulu," ucap Mira dengan susah payah mengunyah serta menelan makanan yang berada di dalam mulutnya.


"Dua hari lagi aku akan bertolak ke Jerman bersama Araa beserta Adolfo dan tim lain nya. Bisnis E-commerce milikku yang telah memiliki kerja sama dengan Adolf group kini akan segera launching di negara Jerman berkat tim Adolfo yang bekerja dengan ekstra hingga bisa di terima di negara tersebut,"


"Sebagai seorang istri, aku wajib meminta izin terhadap suami ku sendiri sekalipun pernikahan kita hanya sebuah formalitas serta memiliki kesepakatan kontrak," ucap Mira dengan panjang lebar yang membuat Yeon tertegun seketika.


"Kenapa harus dengan Adolfo? Apa kamu juga diam-diam mencintai bule Jerman itu hingga mau-mau nya kamu mengambil kesepakatan secara sepihak menuju ke Jerman tanpa persetujuan dariku? Jangan-jangan siang tadi yang sedang mengajak kamu untuk lunch berdua bersama juga bule Jerman itu kan?"


"Dasar wanita murahan! Jika diantara kalian berdua sudah saling mencintai satu sama lain untuk apa menjebakku dan memaksaku untuk menikahi dirimu yang tengah hamil dengan lelaki lain! Kenapa bukan Adolfo saja yang mempertanggung jawabkan perbuatan bejatnya itu!" bentak Yeon dengan emosi yang meledak-ledak begitu mendengar sang istri hendak melakukan perjalanan bisnis bersama pria lain.


Ingin membantah dan memaki Yeon pun rasanya terasa sangat sia-sia serta menghabiskan banyak waktu dan energi.


"Aku kenyang ..." ucap Mira dengan lirih menahan rasa sakit di dalam hati.


Mira pun terlihat dengan cepat mengenakan jaket serta membawa ponsel dan tas nya keluar dari dalam kamar suaminya dengan terus berjalan menuju ke halaman depan dimana pintu gerbang berada tanpa memperdulikan teriakan sang suami.


"Mira mau kemana kamu, ini sudah sangat larut malam!!" teriak Yeon dengan berusaha berlari mengejar sang istri yang telah memasuki sebuah taksi.


"Sial!" umpat Yeon dengan sangat keras begitu taksi telah pergi meninggalkan gerbang rumah kedua orangtuanya.


Mommy Yeon yang tak sengaja menguping pertengkaran antara anak dan menantunya pun hanya bisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Kenapa tidak di kejar?" tanya Mommy Yeon melotot tajam ke arah putra sulung nya itu.


"Biarkan dia tenang lebih dulu, Mom. Nanti Mira pasti kembali lagi kesini," jawab Yeon dengan mengacak rambutnya.


"Dasar bodoh! Terserah kamu saja lah Yeon. Namun jika Mira tidak mau kembali lagi bersama dengan mu, jangan lagi menangis bombai karena telah menghina wanita sebaik dan sepintar Mira," ucap sang Mommy dengan wajah yang terlihat semakin jengkel dengan sang anak.


"Kamu pikir Mommy tidak tahu tentang rencana busuk kamu untuk menceraikan Mira setelah melahirkan anak kamu ke dunia? Kamu pikir Mommy juga tidak tahu jika waktu itu kamu telah membawa dan memasukkan serta Tyas ke dalam penthouse kamu itu?"


"Bukan nya menyelidiki kejadian malam panas kalian waktu itu hingga membuat Mira hamil, malah terus menerus menghina wanita yang tidak bersalah sama sekali. Mommy sangat kecewa dengan mu, Yeon," ucap sang Mommy dengan melangkah pergi meninggalkan sang anak yang tengah mematung seorang diri.


Mendengar ucapan sang Mommy yang terdengar masuk akal pun seketika rasa bersalah yang dalam pun hadir di dalam hati lubuk hati Yeon.


"Aku harus segera meminta maaf setelah Mira pulang kembali," gumam Yeon.


Dengan langkah gontai, Yeon pun segera masuk ke dalam kamarnya dan menunggu sang istri dengan perasaan cemas.


Hanya bunyi detak jam dinding yang menemani kesunyian di dalam kamar Yeon.


Mata Yeon pun sama sekali tidak sanggup untuk terpejam karena terus di landa kegelisahan yang mendalam.


Hingga mentari kembali bersinar, tenyata sang istri pun tak kunjung pulang dengan mengabaikan seluruh pesan yang Yeon kirim kan.


'Mira, kamu dimana? Aku mohon segera lah kembali,'


'Mira, aku jemput pulang sekarang ya? Beritahu kepada ku keberadaan kamu saat ini. Aku akan segera menjemputmu,'


'Mira, ini sudah pagi. Kamu berada dimana semalaman?'


Bunyi pesan yang sama dengan lebih dari seribu salinan yang terkirim ke nomer WhatsApp milik wanita yang diam-diam kini telah membuatnya jatuh di dalam resah yang tak berarah.

__ADS_1


Tak kunjung mendapatkan balasan bahkan nomer sang istri pun tidak lagi aktif kembali.


__ADS_2