My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby


__ADS_3

Sepanjang kembali dari lunch bersama dengan Tyas, wajah Yeon pun mendadak berubah menjadi lebih muram.


Pekerjaan para bawahan nya yang tengah membawakan laporan untuk nya pun semuanya nampak tidak ada yang beres di mata Yeon.


"Bagaimana cara kerja kamu jika mengerjakan laporan begini saja masih terdapat banyak kesalahan? Perbaiki sekali, jika masih ada kesalahan lagi maka segera pergi ke personalia dan minta lah uang pesangon atas pengunduran diri kamu!" bentak Yeon dengan muka seram.


Sang manager keuangan yang mendapat kan amarah meletup-letup dari sang atasan pun mendadak pias seketika.


Dengan langkah cepat manager keuangan tersebut pun kembali ke ruang pribadinya dengan segera memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam laporan yang telah ia buat.


Bukan hanya manager keuangan saja yang mendapat kan sasaran amukan dari sang CEO.


Bahkan sang asisten pribadi pun turut di berikan banyak sekali pekerjaan oleh Yeon.


"Selesaikan hari ini juga!" titah Yeon dengan memberikan setumpuk dokumen yang membuat asisten Brian menelan ludah karena begitu banyak dokumen yang harus di kerjakan nya.


Yeon pun kembali mengetuk-ngetuk kan bolpoin nya. Memikirkan bagaimana cara menginterogasi sang istri.


Hingga tak lama kemudian, telepon Yeon pun berbunyi dan nama Mira lah yang tertera di layar ponselnya tersebut.


"Awas saja jika telepon dari nya kali ini tidak bisa membuat hatiku tenang kembali," gumam Yeon sebelum mengangkat telepon nya.


"Hallo!" ucap Yeon dengan nada ketus.


Mira pun terhenyak sejenak mendapati suara arogansi dari sang suami.


"Apakah telepon ku mengganggu mu? Maafkan kalau begitu, akan segera ku matikan," tutur Mira dengan mengerutkan ke dua alis nya.


"Sudah menelepon ku di jam kerja, namun tidak membawakan kabar yang begitu mendesak, lalu untuk apa?" tanya Yeon dengan menurunkan sedikit intonasinya.


"Sebenarnya aku hanya ingin menyampaikan titah mama mertua. Jika malam ini kita disuruh kembali menginap. Bagaimana menurut mu? Kita tolak atau terima saja? Aku belum memberikan jawaban kepada Mommy soalnya harus konfirmasi ke kamu lebih dulu," terang Mira sejelasnya di dalam telepon tersebut.

__ADS_1


"Kita menginap saja di rumah orang tuaku. Tyas pun sudah kembali ke Indonesia. Jika kita menolak ajakan Mommy, yang ada Mommy akan semakin curiga dan menempatkan mata-mata di sekitar ku," ucap Yeon dengan hati yang kembali merekah.


Seperti mendapatkan kesempatan emas untuk mengulik dan berdekatan kembali dengan wanita yang kini telah menjadi istrinya.


"Baiklah. Akan segera ku sampaikan kepada, Mommy. See you soon," ucap Mira dan segera menutup teleponnya tersebut.


"Belum juga ku jawab, sudah main di matikan saja teleponnya itu," gerutu Yeon dengan tangan yang masih menatap layar ponselnya.


"Lebih baik aku pulang lebih cepat untuk menjemput Mira pulang dari perusahaan nya," ucap Yeon seorang diri dengan kembali bersiul senang.


Hingga belum tiba waktunya jam pulang kerja pun nampak Yeon telah menenteng tas nya kembali dan tersenyum dengan hangat kepada setiap orang yang di jumpai di sepanjang langkahnya menuju basemen mobil.


Hingga membuat asisten Brian pun bertanya-tanya dengan tingkah laku sang boss yang tergesa untuk segera mengakhiri pekerjaan nya.


Padahal biasanya boss nya tersebut adalah tipe atasan yang gila akan kerja.


Jika biasanya jam kantor yang telah usai pun ia pergunakan untuk lembur seorang diri, berbeda dengan akhir-akhir ini yang lebih dulu terlihat sang boss segera mengakhiri segala jenis pekerjaan nya dan bergegas kembali pulang.


"Ah untuk apa aku kepo dengan urusan boss Yeon. Asalkan tidak memberikan banyak tugas dadakan seperti hari ini saja aku sudah cukup senang," gumamnya asisten Brian lagi.


Ditempat yang berbeda, Yeon telah menunggu Mira di depan perusahaan milik istrinya tersebut.


"Sudah aku beri tahu jika aku telah menunggunya di parking area di depan lobby, namun tidak kunjung muncul juga," gerutu Yeon dengan terus memandang ke arah pintu lobby.


Hingga tak berapa lama, terlihat sang istri yang telah keluar dari arah lobby dan berjalan mendekati mobilnya.


"Masuk," ucap Yeon.


Tanpa di komando lagi dengan cepat Mira pun memasuki mobil tersebut dengan wajah yang terlihat lelah.


Melihat wajah lelah Mira pun membuat niat Yeon untuk segera menginterogasi dengan siapa dirinya makan siang pun segera di urung kan.

__ADS_1


"Tidurlah jika lelah. Setelah sampai di rumah akan segera aku bangunkan," ucap Yeon yang kemudian di jawab Mira dengan sebuah anggukan.


Mobil pun melaju dengan suara alunan musik yang terdengar seperti lagu pengantar tidur untuk Mira.


Hingga tak lama kemudian Mira pun tampak telah tertidur dengan bibir yang terlihat sedikit terbuka.


"Pasti sangat kelelahan. Andai saja, lelaki yang menodai Mira malam itu adalah benar-benar aku. Bisa jadi benar diriku sih, karena aku pun sangat mabuk ketika malam itu. Dan kesadaran ku akan apa saja yang telah aku lakukan selama mabuk pun akan terlupakan begitu saja di pagi harinya," gumam Yeon dengan berusaha mengingat keras kejadian malam itu.


Namun tidak ada bayangan sama sekali. Hingga Yeon pun kembali menggelengkan kepalanya.


"Pasti bukan aku, karena hingga kini aku masih lah seorang pria impoten. Hanya sesekali terlihat berdiri tegak saja jika membayangkan wajah Mira," batin Yeon kemudian.


Beberapa menit kemudian, mobil pun telah memasuki halaman rumah Yeon yang terlihat sangat luas tersebut.


Melihat Mira yang masih terlihat tertidur dengan sangat pulas pun membuat Yeon tidak tega untuk segera membangunkan nya.


Kali ini Yeon pun menggendong perlahan tubuh Mira dan membawanya masuk ke dalam rumah dan segera menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya.


"Mira kenapa, Yeon??" tanya Mommy Yeon dengan wajah sedikit panik.


"Tidak terjadi apa pun, Mom. Hanya saja tertidur di dalam mobil dan aku tidak tega untuk membangunkan nya," jawab Mira dengan segera merebahkan tubuh sang istri di ranjang.


Mommy Yeon yang melihat raut wajah putra sulung nya yang seperti telah kembali memperlihatkan ada benih-benih cinta untuk sang menantu pun tersenyum senang.


Dengan cepat sang Mommy pun keluar dari kamar putranya tersebut dan segera melangkah ke ruang lain nya.


Sedangkan Yeon, masih terlihat sibuk melepaskan sepatu yang masih melekat di kaki mulus Mira secara perlahan.


Tak lupa Yeon pun melepas blazer yang melekat di tubuh istrinya tersebut dengan hati-hati hingga hanya tersisa kaos ketat sang istri yang memperlihatkan gundukan seksi di dada yang terlihat begitu menggoda serta perut istrinya yang seperti sedikit lebih membuncit.


Entah mengapa, tangan Yeon pun tergerak untuk segera menyentuh perut istrinya tersebut dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


"Hallo, baby di perut? Apakah dirimu yang ada di dalam perut ini benar anakku?" bisik Yeon dengan pelan serta menempelkan telinganya di atas perut Mira dengan perlahan.


__ADS_2