
Tak lama kemudian mobil yang di lajukan oleh sang bodyguard pun telah sampai di pelataran IGD di rumah sakit terdekat.
"Sus! Tolong istri saya!" teriak Yeon dengan nada panik memanggil petugas medis.
Para petugas medis pun segera membaringkan tubuh Mira di atas brankar dan membawa ke ruang tindakan untuk di lakukan pemeriksaan dengan segera.
Sang dokter pun nampak terlihat mengerutkan alisnya. Dengan cepat memberikan suntikan kepada Mira setelah infus terpasang di lengan.
"Keluarga pasien!" ucap sang dokter memanggil perwakilan keluarga pasien.
"Saya, Dok!" ucap Yeon dengan mendekat kepada sang Dokter.
"Tuan, istri anda mengalami kram perut yang cukup membahayakan janin yang ada di dalam kandungan nya. Kandungan istri anda sangat lemah. Untungnya belum terlambat untuk di bawa kemari,"
"Namun hal ini tidak boleh kembali terjadi atau janin yang ada di dalam kandungan istri tuan tidak akan bisa terselamatkan jika terus menerus mengalami kram perut akibat seringnya sang ibu menangis serta kondisi hati yang tidak baik-baik saja yang membuat sang ibu menjadi tertekan serta membuat sang janin ikut terdampak. Segera urus administrasi nya ya, Tuan. Setelah ini istri tuan akan segera di pindahkan ke ruang perawatan," ucap sang Dokter.
"Baik, Dok. Tolong lakukan apa pun yang terbaik untuk istri dan calon anak kami agar keduanya sehat kembali, Dok," pinta Yeon dengan sang Dokter.
"Sudah menjadi kewajiban kami, akan kami lakukan yang terbaik untuk pasien. Saya pamit undur diri untuk menangani pasien yang lain nya lagi, Tuan," jawab sang Dokter seraya meninggalkan Yeon.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian setelah sang bodyguard membantu mengurus segala bentuk administrasi, Mira pun telah di pindahkan ke dalam ruang rawat inap yang terlihat sangat mewah dan fasilitas yang lengkap.
Mira yang masih tertidur akibat obat suntikan yang diberikan oleh Dokter dengan wajah yang masih terlihat pucat pun membuat Yeon menyesali sikap buruknya.
Diam-diam Yeon pun meminta sang Dokter untuk melakukan tes DNA sekaligus terhadap janin yang tengah Mira kandung dan merahasiakan semuanya dari sang Istri.
Dokter pun menyanggupi dan meminta kepada Yeon untuk menunggu hasilnya satu minggu kemudian.
Jika terbukti janin tersebut adalah darah dagingnya, maka Yeon berjanji akan menjadikan Mira sebagai satu-satunya ratu di dalam hidupnya dan memutuskan hubungan nya bersama Tyas secepatnya.
Namun jika janin yang di kandung Mira tersebut ternyata bukan lah darah dagingnya, maka Yeon masih akan tetap mengakui bayi tersebut sebagai anak kandung nya sendiri. Namun dirinya tetap tidak akan menceraikan Mira dan juga akan tetap menikahi Tyas sebagai istri nya yang kedua setelah bayi tersebut lahir di dunia.
"Yeon tidak melakukan apa pun, Mom. Yeon hanya berkunjung ke apartemen Mira dan melihat kondisinya dan menemukan obat pereda demam serta penguat kandungan yang ada di dalam kamarnya. Setelah itu Mira memintaku untuk pergi,"
"Namun aku tidak benar-benar pergi melainkan memasakkan makanan untuk Mira. Setelah masakan ku matang dan aku ingin mengantarkan makanan ini ke dalam kamar Mira, yang ada aku mendengar Mira terus menangis tersedu-sedu, Mom. Dan tak berapa lama setelah aku masuk ke dalam dan berusaha untuk menenangkan Mira, yang terjadi selanjutnya Mira terlihat kesakitan dengan memegangi perutnya dan kemudian pingsan," ucap Yeon dengan menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
"Itu artinya Mira pingsan karena merasa tertekan ketika melihat wajah mu! Istri mu sedang hamil, kandungan nya seperti nya memang lemah. Jangan sampai terjadi sesuatu hingga membuat kamu menyesal di kemudian hari," ucap sang Mommy.
"Jika kamu tidak ingin mengakui janin yang ada di dalam perut Mira dan terus menyudutkan Mira, maka Mommy akan membantu Mira untuk segera berpisah darimu. Aku tidak ingin putri dari almarhumah sahabat Mommy di sia-sia kan oleh putra Mommy sendiri. Mommy juga seorang wanita dan sangat mengerti perasaan Mira,"
__ADS_1
"Mommy telah menyelidiki apa yang sebenarnya telah terjadi hingga membuat Mira hamil. Memang kamu lah satu-satunya pelaku nya. Bahkan menurut kata informan kepercayaan ku tersebut Mira tidak pernah melakukan kontak fisik dengan kekasihnya yang dulu. Jadi sudah jelas jika janin yang di kandung Mira itu darah daging kamu sendiri,"
"Namun jika kamu masih tidak percaya, maka silahkan lakukan tes DNA secara diam-diam. Entah mengapa Mommy memiliki putra seorang pengecut yang melarikan diri dari tanggung jawab dengan mengatakan jika dirinya mengidap penyakit impoten," ucap sang Mommy lagi dengan raut wajah yang terus terlihat muram.
"Mom ... namun milik Yeon memang dulu tidak mau bereaksi sama sekali. Aku telah mencobanya berkali-kali dengan Tyas namun tidak kunjung mampu berdiri! Percayalah dengan ku, Mom ..." tutur Yeon dengan memohon kepada sang Mommy.
"Dasar anak bodoh dan terlaknat! Untuk apa kamu mau melakukan hal itu dengan wanita murahan seperti Tyas! Apa kamu buta dan tuli hingga tidak mau menyelidiki seberapa banyak gigolo sewaan nya serta seberapa sering dirinya di booking oleh para pria hidung belang di luar sana?! Astaga, kenapa aku memiliki putra sebodoh Yeon ..." terang sang Mommy dengan mencoba menenangkan emosi yang bergejolak di dalam dada nya.
"Kekasih yang selalu kamu banggakan itu seorang hyper, Yeon! Kamu selidiki sendiri sajalah! Mommy kesal dengan kamu! Pergi sana! Jangan mengganggu istirahat menantu ku dengan kehadiran mu yang hanya membuat orang sekeliling kamu kembali merasakan sesak nafas!" usir Mommy Yeon dengan mendorong sang putra keluar dari ruang rawat inap tersebut.
Sedangkan Yeon yang telah berhasil di usir keluar oleh sang Mommy pun hanya mampu mengacak frustasi rambutnya yang sama sekali tidak terasa gatal tersebut.
"Hallo ... aku butuh seorang informan terpercaya. Ku beri waktu satu jam untuk mencari informan handal dan segera bawakan informan tersebut kehadapan ku," ucap Yeon di dalam telepon tersebut.
"Sekarang, boss?? Ini sudah hampir tengah malam loh, boss??" ucap sang asisten di dalam telepon tersebut.
"Aku butuh secepatnya dan jangan banyak tanya. Gajimu akan aku naikkan jika kinerjamu kali ini kamu lakukan dengan sangat baik," jawab Yeon yang kemudian segera di setujui oleh sang asisten.
Yeon pun segera kembali menuju ke kediaman kedua orang tua nya serta merbahkan tubuhnya tersebut di atas ranjang yang pernah dirinya serta Mira tempati bersama.
__ADS_1
Menciumi bau harum parfum Mira yang nampak masih melekat di bantal serta seprai yang membuat Yeon semakin gelisah karena kembali mengingat ucapan demi ucapan menyakitkan yang sering dirinya lontarkan kepada istrinya di dalam kamar tersebut.