
Keinginan Jerome yang datang ke tempat meeting terlebih dulu pun nampak tidak sesuai dengan prediksi nya.
Nyatanya kini Mira telah berada di ruang meeting tersebut bersama dengan jajaran karyawan yang terlibat dalam proyek nya itu.
"Saya datang terlambat ya?" tanya Jerome dengan segera menjabat tangan Mira terlebih dahulu.
"Tidak kok Tuan Jerome. Kami seperti ini setiap kali mengadakan meeting akan datang lebih awal untuk mempersiapkan semuanya. Silahkan duduk," jawab Mira dengan sangat formal.
Jerome segera menarik kursi yang berhadapan dengan posisi duduk Mira saat ini.
Tak lama kemudian meeting pun di mulai. Mira segera mempresentasikan gambaran proyek serta laporan yang akan dia ajukan untuk kerjasama keduanya.
Dengan perut yang sudah terlihat besar tak membuat ruang geraknya menjadi terbatas, masih gesit seperti sebelum hamil.
Jerome yang melihat wajah serta tubuh Mira yang terlihat semakin cantik dan menggoda pun hanya mampu meneguk ludahnya.
Fikiran Jerome pun sudah tidak lagi fokus dengan apa yang di jelaskan oleh Mira.
Toh selama ini Jerome mengenal baik dan betapa cerdas nya ide-ide yang dia berikan selama masa sekolahnya di Indonesia dulu.
Jadi dia akan tetap menyetujui apa pun yang Mira katakan, sekalipun perusahaan nya hanya di berikan untung sedikit.
__ADS_1
Namun bukan Mira namanya jika hanya mengeruk keuntungan dari milik orang lain.
"Bagaimana Tuan Jerome? Apakah ada masukan lebih lanjut tentang presentasi yang saya paparkan?" tanya Mira dengan wajah serius menatap wajah Jerome yang hanya nampak terus manggut-manggut.
"Tuan? Jangan terus manggut-manggut seperti itu. Jangan bikin malu perusahaan kita. Jawab dulu ucapan Nona Mira," bisik sang sekretaris dengan menendang kaki boss nya agar sadar kembali.
"Awwh! Ssakit sekali. Apa sih??" jawab Jerome dengan menatap tajam sang sekretaris.
"Tuan setuju atau tidak dengan presentasi Nona Mira? Ada sanggahan tidak?" terang Park Shin Hye kepada Jerome.
Jerome pun nampak tersadar akan lamunan panjangnya yang membuat dirinya terlihat seperti orang bodoh.
Padahal Jerome sendiri sedari tadi tidak memperhatikan dengan detail apa yang Mira jelaskan. Hanya fokus memandang wajah Mira yang dia rindukan selama bertahun-tahun.
Pada akhirnya kedua perusahaan tersebut menyetujui agenda yang akan mereka kerjakan untuk kedepan nya.
'Biarlah nanti aku tanyakan lagi kepada sekertaris ku yang suka membantah itu mengenai presentasi yang Mira jelaskan,' batin Jerome dalam hati.
Di saat meeting telah selesai dan Jerome hendak mengejar langkah Mira, langkahnya pun terhenti tatkala melihat suami Mira yang dengan gesit menggandeng Mira terlebih dahulu.
"Capek sayang?" tanya Yeon dengan menarik lengan istrinya tersebut dan mendudukkan tubuh istrinya di sofa yang ada di area lorong perusahaan.
__ADS_1
"Kenapa kamu kesini? Apa perusahaan kamu sedang tidak membutuhkan kamu?" tanya Mira dengan wajah heran.
"Eumm ... tadi aku tiba-tiba sangat merindukan kamu sih, dadakan banget rindunya. Jadinya aku langsung ke perusahaan kamu sajalah. Ternyata kamu nya lagi meeting, jadi aku sekalian menunggu di depan pintu ruang meeting mu saja agar lebih cepat kita bertemu," jawab Yeon dengan bohong.
Padahal Yeon sedari tadi mencemaskan istrinya, khawatir jika istrinya di goda oleh Jerome rival sekaligus rekan bisnis Yeon juga.
"Ayo sayang ... kita kembali keruangan kamu saja," ucap Yeon segera menggandeng tangan Mira dan melangkah dengan sangat cepat.
"Sayang, jangan cepat-cepat begini. Perutku tidak nyaman jika di ajak berjalan dengan sangat cepat," rengek Mira agar Yeon memperlambat langkahnya.
Namun bukan nya memperlambat kan langkahnya yang Yeon lakukan, tanpa basa basi lagi Yeon pun segera menggendong Mira ala bridal style meninggalkan tempat tersebut.
'Aku bersikap begini karena melihat si cecenguk Jerome itu terlihat akan menghampirimu sayang,' batin Yeon dengan terus melangkah dengan cepat seperti di kejar hantu.
Beberapa karyawan yang melihat Mira di gendong ala bridal style oleh Yeon pun nampak menjerit histeris melihat keuwuan keduanya.
Sedangkan Jerome yang hendak melangkah kembali mengejar Mira pun segera ia urungkan lagi keinginan nya tersebut.
"Suami nya Nona Mira sangat posesif Tuan. Seperti nya anda tidak lagi memiliki celah untuk berdekatan dengan istrinya tuh," terang Park Shin Hye dengan berani meledek sang atasan.
"Ayoo Tuan! Schedule anda sangat padat hari ini!" ucap Park Shin Hye dengan berganti dirinya yang menarik tangan atasan nya agar kembali ke mode sadar.
__ADS_1