
Sayup-sayup terdengar suara berisik terdengar di telinga Mira. Ternyata sudah ada kedua mertua nya yang nampak sibuk menyiapkan hidangan sarapan pagi untuknya.
"Pagi, Mom ... Dad," sapa Mira dengan mendudukkan tubuhnya di atas ranjang.
"Ingin buang air? Ayo Mommy antar," ucap Mom Yeon serta dengan sigap segera mengambil tongkat infus serta memapah menantunya tersebut menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai buang air kecil serta menggosok gigi, Mira pun kembali menuju ke ranjangnya masih dengan pengawalan sang mertua.
"Ayo minum air putih dulu, setelah itu sarapan bersama," ucap Mom Yeon dengan menyodorkan satu gelas air putih kepada sang menantu.
Sedangkan Daddy mertua nya pun nampak membangunkan Yeon yang masih terlelap di alam mimpinya tersebut.
Tak lama kemudian Yeon pun telah terbangun dengan segera menuju ke kamar mandi terlebih dulu.
Tujuan yang sama seperti yang Mira lakukan setelah terbangun dari tidurnya tersebut.
Setelahnya, mereka berempat pun nampak khidmat sekali memakan sarapan paginya itu.
Mira yang tengah memakan dakjuk alias bubur dengan irisan daging pun nampaksangat antusias.
Namun rasa antusias nya pun berubah menjadi rasa ingin mual ketika mencium aroma natto yang tengah di makan oleh Yeon dengan aroma yang menguar sangat kuat di dekatnya tersebut.
"Jangan memakan sarapan mu itu di dekatku! Bau nya membuat ku ingin muntah!" pekik Mira dengan menutup hidung nya rapat-rapat.
Mira yang sedari kecil tidak tahan dengan bau natto pun terus menahan rasa mual yang kembali menderanya.
"Tapi ini adalah sarapan kesukaanku, istriku," ucap Yeon dengan masih memakan makanan tersebut di samping ranjang Mira dengan sangat lahap.
"Aku tahu! Tapi jangan memakan itu di dekatku saat ini, please menjauhlah," pinta Mira dengan wajah yang telah berubah menjadi pucat pasi.
Mommy Yeon yang melihat wajah pucat menantunya tersebut pun segera menarik paksa tangan putra sulungnya tersebut menuju ke pintu keluar rawat inap.
"Habiskan sarapan kamu di luar. Segera cuci tangan serta gosok gigi lah sebelum menemui Mira kembali," titah sang Mommy dengan wajah kesal.
Dengan cepat Mom Yeon pun segera kembali ke dalam ruangan menantunya tersebut dengan menyemprotkan parfum ruangan yang baru untuk menyamarkan bau natto yang tidak di sukai oleh menantunya tersebut.
"Maafkan suami kamu itu ya, menantuku. Hari ini sudah di perbolehkan dokter untuk berkemas pulang kan sayang? Mommy telah menyiapkan kamar khusus untukmu agar Yeon tidak bisa menyentuh mu lebih dulu hingga kandungan kamu di rasa cukup aman untuk melakukan itu, setelah semua aman maka mommy akan memindahkan kamu kembali ke kamar pribadi Yeon," ucap Mom Yeon dengan perlahan sembari terkekeh kecil yang membuat Mira malu untuk mendengar perkataan Ibu mertua nya tersebut.
"Yeon impoten, Mom. Tenang saja," jawab Mira dengan berusaha menetral kan wajahnya yang telah bersemu merah.
"Impoten kan dulu. Buktinya putra mommy bisa membuat perutmu membuncit kan? Itu tandanya milik Yeon tidak sepenuhnya impoten. Jadi untuk mengantisipasi, Mommy telah menyiapkan kamar khusus untukmu. Nanti Mommy yang akan menemanimu tidur di malam hari, tenang saja," balas Mom Yeon dengan masih terdengar setengah berbisik agar sang suami tidak mendengar akan rencana nya tersebut.
"Terserah Mommy saja kalau begitu," jawab Mira dengan pasrah.
__ADS_1
Percuma jika dirinya memiliki rencana untuk melarikan diri ke ujung dunia mana pun, pasti utusan sang Mommy mertua dengan mudahnya berhasil menemukan nya hidup-hidup serta membawa nya kembali ke kediaman mewahnya tersebut.
Sedangkan Yeon yang tengah memakan natto di halaman rumah sakit seorang diri pun membuat nya tidak lagi berselera untuk kembali melanjutkan sarapan nya tersebut.
Dengan cepat Yeon pun segera membasuh ke dua tangan nya serta menggosok giginya.
"Yeon, kata dokter barusan istrimu telah di perbolehkan untuk pulang siang ini. Kamu segera lah urus segala proses administrasi nya untuk mempercepat proses kepulangan Mira," ucap Mom Yeon kepada putranya tersebut.
Dengan cepat Yeon pun segera menuju ke ruang administrasi untuk menyelesaikan seluruh proses pembayaran serta mengantri sebentar untuk proses pengambilan obat dan juga vitamin untuk istrinya tersebut.
Setelah semuanya selesai, kini semuanya telah berada di dalam satu mobil dengan Mira yang berada di posisi yang tengah di apit oleh sang Ibu mertua serta sang suami.
Hingga beberapa menit kemudian tibalah mereka semua di kembali ke rumah kebesaran keluarga Jee group, dengan Mira yang tengah di gandeng oleh Mom Yeon menuju ke arah kamar barunya tersebut.
"Mom, kamar kami ada di lantai dua. Bukan di kamar tamu," ucap Yeon dengan segera menarik tangan sang istri menuju ke lantai atas.
"Tidak bisa! Untuk saat ini hingga beberapa waktu ke depan Mira akan tidur bersama Mommy di kamar tamu. Tunggulah hingga kandungan Mira telah benar kuat dan siap untuk melayani permintaan mu jika sewaktu-waktu dirimu khilaf ingin merudapaksa menantuku secara diam-diam," jawab Mom Yeon dengan menarik kembali menantunya tersebut menuju ke kamar tamu.
Sedangkan Yeon sendiri nampak sangat frustasi sekali dengan sikap overprotektif nya Mommy nya tersebut terhadap sang menantu melebihi kasih sayang nya terhadap anak kandung nya sendiri.
"Mom! Tapi milikku kan impoten!" balas Yeon dengan setengah berteriak agar di dengar oleh sang Mommy.
"Mommy tidak percaya dengan ucapan kamu itu, pergilah!" usir sang Mommy dengan melambaikan tangan nya dari kejauhan.
"Anak kandung nya Mommy sebenarnya itu aku atau Mira sih?" gumam Yeon dengan menatap langit-langit.
Yeon yang tengah memegangi ponselnya pun nampak enggan untuk menyalakan kembali ponselnya tersebut.
Dirinya kini rasanya sangat malas sekali untuk menerima telepon atau pun hanya sekedar untuk membalas pesan dari Tyas setelah mengetahui kelakuan kekasihnya tersebut di belakang nya selama ini.
Yeon pun segera menaruh ponsel nya tersebut dan menggantinya dengan ponsel yang baru serta nomer yang baru pula agar tidak terus di teror oleh pesan berantai dari Tyas.
Yeon pun segera menelepon asisten Brian untuk menanyakan perkembangan perusahaan nya selama dirinya melakukan cuti panjang nya tersebut.
"Semua nya aman terkendali, Tuan boss. Nanti akan saya antarkan dokumen ke rumah Tuan boss jika ada dokumen yang perlu di tanda tangani dan di butuhkan dengan segera," ucap asisten Brian di dalam telepon nya tersebut.
"Baiklah, aku mempercayai kinerja kamu. Jika terjadi sesuatu dengan perusahaan atau apapun itu, cepat hubungi aku di nomer ini," balas Yeon dengan menghela nafas lega.
"Baik, siap laksanakan boss!" jawab asisten Brian dengan cepat.
Setelahnya Yeon pun segera mengakhiri telepon tersebut dengan cepat.
Yeon pun merasa aneh jika di siang bolong seperti ini tidak melakukan pekerjaan apa pun. Biasanya di saat seperti ini pasti Yeon telah di sibukkan oleh banyaknya dokumen yang nampak menggunung di hadapan nya dan terlihat meronta meminta untuk segera dirinya periksa dengan cepat.
__ADS_1
"Mira telah di monopoli oleh Mommy. Jadi bagaimana caraku untuk melakukan pendekatan kepada Mira jika diriku tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk berdekatan dengan Mira?" gumam Yeon dengan melangkah menuruni anak tangga.
Sengaja berjalan mondar-mandir di depan kamar tamu dengan harapan dirinya bisa bertemu dengan sang istri walau hanya sebentar saja.
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara moge sang adik yang begitu nyaring terdengar memasuki garasi motor milik keluarga.
Beberapa menit kemudian muncul lah Yuan bersama sang kekasih dengan menenteng sebuah parcel yang terlihat jelas berisi buah-buahan segar.
"Kak, dimana Kak Mira? Naomi ingin menengok Kak Mira nih," ucap Yuan dengan mengedarkan seluruh pandangannya ke penjuru ruangan yang nampak sunyi sepi tersebut.
"Dikamar tamu," jawab Yeon dengan menatap kekasih adiknya tersebut yang semakin terlihat menyerupai Mira.
Mulai dari gaya rambut, gaya merias wajahnya, dan bahkan serta gaya berpakaian nya terlihat mirip dengan Mira.
'Pasti adik bodohku itu yang meminta pacarnya untuk merubah penampilan nya agar menyerupai Mira. Dasar wanita bodoh! Mau saja di manfaatkan oleh Yuan untuk memenuhi segala obsesi nya kepada istriku,' batin Yeon dengan menatap kesal ke arah kekasih Yuan serta Yuan secara bergantian.
Yuan yang hendak mengetuk pintu kamar tamu pun segera di cegah oleh Yeon.
"Biar aku saja yang memanggilnya. Kamu temani lebih dulu kekasih mu itu agar tidak terus berdiri dengan melihat kita berebut untuk mengetuk pintu," bisik Yeon dengan mendorong Yuan agar menjauh dari pintu kamar tamu.
Yeon pun dengan segera mengetuk pintu kamar tamu dan meminta sang Mommy serta sang Istri agar cepat menemui Naomi yang telah menunggu nya sedari tadi.
Tak lama kemudian, terlihat Mom Yeon beserta Mira nampak keluar bersamaan menuju ke ruang tamu dimana Naomi berada.
Ketiga nya pun nampak mengobrol menanyakan kabar satu sama lain. Yeon serta Yuan yang nampak bosan dengan obrolan ketiga wanita yang ada di dekatnya pun nampak jengah dan memilih untuk segera berpindah ke ruang tengah untuk menonton tayangan seputar kebugaran.
Setelah mendapati kedua putranya berpindah tempat, Mom Yeon pun segera mendekati Naomi secara perlahan.
Mommy pun telah memiliki firasat yang sama dengan Yeon jika Yuan telah memanfaatkan kekasihnya tersebut untuk merubah penampilan nya menyerupai menantu pertamanya tersebut.
"Nak, Mommy ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Jangan tersinggung dengan ucapan Mommy ya. Mommy hanya meminta jangan sampai kamu mau untuk di perdaya oleh putra bungsu Mommy itu,"
"Apalagi meminta sesuatu hal yang sangat berharga di dalam dirimu yang selama ini telah kamu jaga. Namun jika putra mommy itu suatu ketika berbuat nekat dan meminta hal lebih kepada mu, maka segera beritahu mommy,"
"Jadilah diri mu sendiri, kamu pasti tidak nyaman kan jika harus berdandan menyerupai menantu pertama Mommy? Mommy tahu semuanya. Jangan menyiksa diri kamu sendiri demi menarik hati putra bungsu Mommy itu ya, Nak," ucap Mom Yeon dengan mengusap perlahan bahu kekasih putra bungsunya tersebut.
Naomi yang mendengar ucapan Mommy Yuan pun hanya mampu menelan ludahnya dengan perlahan.
Memang dirinya sangat tersiksa dengan permintaan Yuan yang memintanya untuk mengenakan heals hak tinggi serta memakai dress selutut yang tidak biasa dirinya kenakan.
Bahkan akhir-akhir ini Yuan sering mengganti nama panggilan nya dengan sebutan Mira. Serta menciumi bibirnya bahkan meminta hal lebih dengan dalih pernah tanpa sengaja melihat sang kakak beserta istrinya melakukan hal tersebut dan Yuan ingin merasakan sensasi nya juga.
Sungguh gila jalan pemikiran Yuan itu yang dengan tega menjadikan seorang wanita baik-baik untuk di jadikan sebagai pelampiasan hasratnya demi memenuhi segala obsesinya terhadap sang kakak ipar.
__ADS_1