
Mira kini tengah di rundung kebahagiaan, papa nya pun telah berada di Korea menengok sang cucu bersama mama tiri serta saudara tirinya yang telah menikah dengan mantan tunangan Mira yang bernama Christ.
"Kamu tengah hamil besar ya Astrid? Kenapa menikah tidak mengabariku?" tanya Mira menatap wajah serta perut adik tirinya tersebut secara bergantian.
"An—anu ... aku tidak ingin merepotkan kamu. Kami pun menikah secara sederhana saja," jawab Astrid dengan gugup.
Takut jika rahasianya terbongkar. Padahal Mira telah mengetahui segalanya.
Baik setelah kejadian Christ memutuskan nya secara sepihak pun terendus kabar jika kedua nya sering keluar masuk hotel.
'Tidak heran jika perut nya sudah sangat buncit begitu. Seperti tinggal menunggu hari bayinya akan lahir. Mengataiku wanita murahan. Namun mereka sendiri melakukan hubungan intimm di luar nikah hingga hamil duluan,' batin Mira dengan menatap sinis sepasang suami istri munafik.
Jauh di lubuk hati Christ, dirinya masih sangat memuja Mira. Kini Christ pun menatap wajah Mira dengan penuh puja serta gairah yang begitu besar dan membuat keinginan Christ untuk memiliki Mira kembali muncul.
Melihat gelagat aneh yang muncul dari raut mantan tunangan sang istri pun membuat Yeon menatap tidak suka.
Tanpa basa-basi lagi, Yeon pun segera memeluk serta melumatt bibir Mira dengan penuh cinta di depan semua orang yang ada di ruang inap tersebut.
Mira yang mendapatkan serangan mendadak dari sang suami pun begitu malu dan sungkan dengan semua orang yang tengah menatap dirinya dan suami.
__ADS_1
Setelah berhasil melepaskan pelukan serta ciuman yang Yeon berikan pun dengan cepat Mira mendaratkan pukulan nya di dada Yeon.
"Sayang! Jangan bertindak tidak senonoh di hadapan banyak orang. Malu tahu!" pekik Mira yang kemudian mendapatkan gelak tawa dari banyak orang.
Kecuali Mama tiri, adik tiri serta Christ yang menatap tidak suka akan pemandangan yang baru saja mereka lihat.
'Andai dulu aku tidak bertindak gegabah dan memutuskan Mira dengan penuh emosi yang meluap. Pasti kini Mira tengah berada di dalam dekapan ku. Sekalipun dia hamil atas pemerkosaan yang terjadi malam itu, sudah pasti Mira akan mau untuk ku minta menggugurkan janin sialan itu!' batin Christ dengan mengepalkan kedua tangannya.
Astrid yang melihat rasa cemburu dari wajah Christ pun segera memeluk lengan sang suami.
"Sayang ... usap baby kita," pinta Astrid dengan lirih.
"Jangan manja, Astrid. Malu di lihat banyak orang," jawab Christ dengan segera memberi jarak kepada sang istri.
Astrid yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari sang suami pun hanya mampu menahan amarah di hatinya.
'Pasti Christ bersikap seperti ini karena kembali mengharapkan Mira!' batin Astrid dengan menatap wajah sang suami yang terus menatap wajah Mira.
"Besan, bagaimana jika kalian tinggal di rumah kami saja? Menginap hingga acara tasyakuran cucu pertama kita di laksanakan?" tawar Mommy Yeon kepada orang tua Mira.
__ADS_1
"Apa tidak merepotkan kalian jika kami harus menginap di mansion kalian? Tahu sendiri kan aku membawa anak serta mantuku juga kemari," ujar Papa Mira yang merasa sungkan kepada besan nya tersebut.
Christ yang mendengar penawaran tersebut pun merasa senang bukan kepalang. Keinginan nya untuk berdekatan kembali dengan Mira kini ada kesempatan besar.
Berbeda dengan Yeon yang sedari tadi melihat mimik wajah serta pandangan mata Christ pun membuat Yeon ingin sekali menginterupsi tawaran sang mommy terhadap keluarga sang istri.
Namun dirinya tidak berdaya, karena sangat menghargai keputusan sang mommy. Apalagi jika menyangkut sang istri.
"Tidak merepotkan sama sekali kok. Nanti kita bisa merawat cucu kita bersama secara bergantian selama kalian menginap di rumah kami. Bagaimana setuju kan?" tanya Mommy Yeon kemudian.
"Baiklah, Papa setuju dan demi cucu pertama Papa," ucap Papa Mira yang membuat Christ terlihat tersenyum semakin lebar.
"Tapi Pa—" ucapan Astrid pun terpotong oleh sanggahan Christ.
"Sudah kita nikmati masa hamil tua kamu disini. Sekalian kita berlatih menimang bayi Mira. Agar kita tidak kaku lagi di saat menggendong bayi kita setelah lahir nanti," ucap Christ yang membuat Mama serta Papa Mira mengangguk setuju.
"Baiklah akan kami persiapkan segera kamar untuk tamu terhormat semuanya," ucap Mommy Yeon dengan masih menimang serta mencium cucu pertamanya tersebut.
'Kesempatan telah ada di depan mata, yes!' pekik Christ di dalam hati.
__ADS_1
'Aku harus menjaga ekstra istriku dari mantan tunangan nya agar tidak bisa mendekati istriku seenak jidatnya. Buaya-buaya ku di belakang rumah seperti nya merindukan rasa lezatnya daging manusia. Tinggal lempar ke kandang buaya saja jika mereka berani macam-macam,' batin Yeon dengan menatap sinis kepada Christ.