My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 30. Tersedak


__ADS_3

Di belahan negara Indonesia, terlihat Tyas yang seakan di kuasai oleh amarah karena telah lebih dari satu hari Yeon sama sekali tidak membalas chatnya mau pun mengangkat telepon dari nya.


"Ini semua pasti karena Mira si wanita murahan itu yang tengah memonopoli Yeon seorang diri hingga melupakan ku," ucap Tyas dengan terus mengumpat.


"Sudahlah jangan marah-marah seperti itu, sayang. Jika kamu tengah berada disini, kamu tidak boleh memikirkan lelaki lain lagi selain aku. Lihatlah karir kamu disini semakin bersinar kan? Fans mu pun bertambah semakin banyak," ucap Darren sang manager Tyas dengan memeluk tubuh Tyas dari arah belakang.


"Darren ... kita tidak sedang berada di privat room. Jangan sembarangan memelukku seperti ini. Ayo kita berpindah tempat saja. Aku tidak ingin hubungan kita terekspos oleh media di saat karirku tengah melejit seperti ini," ucap Tyas dengan menarik tangan Darren agar segera masuk ke dalam mobil.


Seperti biasa nya di sela jeda break syuting, kedua nya pun segera mencari hotel terdekat untuk menyewa sebuah kamar hotel sekedar untuk menghilangkan segala bentuk keresahan yang ada di hati Tyas dengan melakukan hubungan badan bersama sang manager.


"Sayang ... ada salah seorang pejabat muda yang menginginkan diri mu siang ini juga. Aku akan menemani mu dan semua terjamin akan kerahasiaan nya," ucap Darren yang tengah mengemudikan mobilnya tersebut ke arah hotel yang telah menjadi tempat kesepakatan dirinya dengan calon pengguna jasa yang tengah menginginkan artis nya sekaligus partner ranjang nya tersebut.


Tyas yang sedari remaja merupakan mantan wanita penghibur pun sama sekali tidak menolak jika di tawari job plus-plus oleh partner ranjang nya tersebut.


"Baiklah, jika bayaran nya cocok untuk membeli sepatu keluaran terbaru yang sedang aku ingin kan pun tidak masalah," jawab Tyas dengan begitu mudahnya.


"Sudah tentu, sayang. Aku tidak mungkin memberikan kamu job dengan gaji yang terbilang sedikit. Pakailah masker dan topi mu. Kita sudah sampai," ucap Darren yang juga segera menyamar agar tidak di ketahui oleh khalayak media.


Tyas pun mengikuti langkah Darren yang tak lama kemudian telah sampai di depan pintu kamar yang telah di booking oleh calon pengguna jasa nya.


Darren dan Tyas pun segera di persilahkan masuk.


Begitu mengetahui calon pengguna jasa nya tersebut merupakan mantan seorang musisi yang kini tengah menjadi pejabat pun membuat mata Tyas semakin berbinar.

__ADS_1


Tanpa basa basi lagi dan seperti biasa, Darren pun menunggu Tyas dan pengguna jasanya melakukan kegiatan panas hingga selesai di dalam ruangan itu juga.


Jadi sudah menjadi hal yang biasa untuk Darren dalam menyaksikan hal-hal tersebut bahkan sering kali dirinya ikut di tawari untuk melakukan hal gila tersebut bersama-sama asalkan bayaran cocok untuk dirinya dan juga Tyas.


Tak heran jika kini Darren diam-diam memiliki bisnis sendiri di bidang properti dengan kekayaan yang tidak kalah fantastis.


Uang hasil menjual diri bersama dengan Tyas pun dirinya kembangkan lagi untuk membeli banyak lahan yang kemudian di bangun menjadi cluster perumahan dari type biasa hingga unit hunian mewah yang berada di pusat kota.


Berbeda dengan Tyas, uang nya tersebut hanya dirinya belikan barang-barang tidak berguna yang hanya bisa dirinya gunakan untuk menunjang penampilan keartisan nya tersebut.


"Sayang ... simpanlah uang mu itu sebagian untuk masa depan kamu nanti. Jangan terus kamu hambur-hamburkan dengan cuma-cuma," ucap Darren menasehati Tyas di kala telah menyelesaikan transaksi dan memberikan bayaran yang sangat fantastis kepada Tyas.


"Simpan kan kamu saja ya, Darren sayang. Aku tidak bisa menyimpan uang. Potong lah berapa persen untuk menanam saham di bisnis properti kamu itu. Lagi pula kekasih royalku di Korea masih akan terus memberikan ku banyak pundi-pundi keuangan. Jadi aku tidak akan takut untuk kehabisan uang, tenang sajalah," jawab Tyas dengan enteng yang kemudian menyamarkan penampilan nya kembali.


"Masih ada kamu kan sayang. Cukup Carikan aku partner plus-plus yang memberikan aku bayaran yang sepadan maka aku tidak akan kawatir untuk menjadi hidup miskin. Aku seorang artis besar sekarang. Ayolah Darren," ucap Tyas dengan menarik tangan Darren agar segera keluar dari dalam kamar hotel tersebut.


"Hari minggu besok akan aku kosongkan jadwal kita untuk melakukan pemeriksaan bulanan secara rutin. Aku tidak ingin di antara kita ada yang terjangkit penyakit kelamin," ucap Darren di sepanjang lorong hotel.


"Kamu atur saja lah. Malam ini bagaimana jika kita clubbing di club malam? Aku sangat merindukan suasana ajeb-ajeb di malam hari, sudah lama sekali aku tidak menginjakkan kaki kesana. Siapa tahu kita mendapatkan partner bisnis yang baru selama kita nongkrong disana," ucap Tyas dengan bergelayut manja di lengan Darren.


"Jangan! Kamu tengah naik daun. Popularitas kamu lah yang akan menjadi taruhan nya jika ada paparazi yang mengetahui kedatangan mu," jawab Darren dengan menolak keras ide Tyas.


"Ck! Kamu sangat tidak asik! Yasudahlah, kemudikan mobilnya dengan cepat. Sudah tiba waktunya untuk take syuting bagian ku selanjutnya," titah Tyas dengan memandangi sepanjang jalan menuju kembali ke tempat syuting.

__ADS_1


Sedangkan disisi lain, Mira nampak begitu sebal dengan kehadiran bodyguard yang tengah berjaga di depan pintu apartemen pribadinya.


"Nona tidak boleh pergi kemana pun, apalagi dengan membawa serta satu koper besar yang sangat terlihat sekali jika Nona Mira ingin pergi dari tempat ini," jawab salah satu bodyguard yang berambut gondrong dengan menarik kembali kopernya kedalam apartemen milik Mira.


"Eh! Kalian utusan siapa? Kenapa melarangku untuk bepergian? Kalian melanggar hak pribadi ku untuk bepergian kalau begini caranya!" pekik Mira dengan mendorong kedua bodyguard agar tidak lagi menghalangi langkah nya.


"Kami utusan Nyonya mertua anda, Nona. Silahkan kembali masuk ke dalam," ucap bodyguard yang lain nya lagi.


Dengan terpaksa Mira pun kembali masuk ke dalam apartemen nya dan mengurungkan rencana nya untuk kembali bertolak ke Indonesia.


"Argh! Mommy! Kenapa Mommy menahanku disini jika putra Mommy masih tidak mempercayai janin yang merupakan darah dagingnya sendiri!" pekik Mira di dalam apartemen tersebut.


"Aku sumpahi lagi jika Yeon masih menyangkal milik nya itu masih impoten agar tetap impoten selama nya!" ucap Mira dengan terus merutuki Yeon.


Yeon yang tengah melakukan meeting bersama para kolega nya pun mendadak terbatuk-batuk dengan bibir yang terus menerus berkedut yang membuat Yeon semakin batuk terpingkal-pingkal.


"To—tolong ... ambilkan mineral untukku," pinta Yeon dengan nada terbata.


Sang asisten pun dengan sigap segera turun tangan untuk mengambilkan air minum untuk boss besarnya itu.


"Di minum dulu, Tuan," ucap sang asisten dengan menyodorkan air mineral.


Yeon pun segera meminum mineral tersebut dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2