My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 45. Meminta Bantuan


__ADS_3

"Seperti nya aku memang harus mencari Tyas ke Korea dengan segera," gumam Darren sembari memasukkan beberapa helai baju yang akan di bawanya bertolak ke Korea.


Satu hari yang lalu, Darren telah mencari tahu jejak-jejak kepergian Tyas dengan cara mengambil alih email dan seluruh akun sosial media yang di pegang oleh Tyas secara diam-diam.


Hasilnya memang menunjukkan data-data pesanan tiket Indonesia-korea yang telah di beli oleh Tyas via online dan telah terverifikasi melalui pesan email.


"Entah apa tujuan kamu dengan tergesa menuju ke Korea, namun kali ini aku harus bisa membawa mu kembali untuk menyelesaikan seluruh kontrak yang telah kamu sepakati agar karirmu tidak hancur dengan meninggalkan banyak hutang, Tyas!"


"Kamu terlalu memuja harta hingga nekat melakukan cara apa pun untuk mendapatkan nya. Namun kamu juga terlalu ceroboh dan bodoh hingga tidak memikirkan dampak ke depan nya akan menjadi seperti apa," gumam Darren dengan memandang foto Tyas yang ada di dalam ponsel nya tersebut.


Walaupun hanya berbekal alamat perusahaan milik Yeon di Korea hasil dari penelusurannya di via google, menurut Darren petunjuk tersebut pun sudah mampu dirinya gunakan untuk mencari keberadaan Tyas di negara tersebut.


Hingga pesawat yang membawa Darren menuju ke Korea pun telah lepas landas. Semangat nya untuk membawa Tyas kembali pun nampak semakin terpancar.


'Niat baik, semoga di permudah,' batin Darren dengan terus merapalkan banyak doa.

__ADS_1


Sedangkan di dalam sebuah apartemen yang tengah Tyas tempati, nampak raut wajah cemas dan jengkel yang Tyas tunjukkan dari hari ke hari.


Bagaimana tidak? Untuk keluar dari dalam apartemen selangkah pun saja tak mampu Tyas lakukan karena terus di larang oleh par bodyguard yang selalu berada di dekatnya.


Sebilah pisau atau pun benda tajam di dalam apartemen saja tidak berhasil Tyas temukan.


Bahkan gelas, piring, serta mangkuk pun tidak ada satu pun yang terbuat dari kaca. Dominan alat perkakas dapur pun terbuat dari plastik serta aluminium.


Ditambah para bodyguard pun sangat protektif terhadap setiap gerakan yang akan di lakukan oleh Tyas yang membuat Tyas semakin jengkel.


Lantai nampak terkena air setetes saja nampak segera di bersihkan oleh para bodyguard agar tidak membuat Tays jatuh dan terpeleset yang bisa membahayakan janin yang tengah di kandung.


Mandi saja Tyas nampak di layani oleh bibi asisten rumah tangga. Bibi yang telah di perintah oleh orang tua Yeon untuk melayani Tyas dari pagi hingga ke pagi lagi.


"Nona, nikmati saja waktu Nona di dalam apartemen ini dengan santai dan jangan pernah berfikir untuk melakukan sesuatu hal yang dapat membahayakan janin anda, Nona,"

__ADS_1


"Jangan pernah membohongi keluarga Tuan Yeon jika masih ingin hidup enak di dunia ini," tutur Bibi Asisten yang selalu melayani keperluan Tyas di dalam apartemen tersebut.


Mendengar nasehat yang di berikan sang Bibi asisten pun membuat nyali Tyas semakin menciut.


Tidak ada celah sedikit pun yang bisa Tyas lakukan untuk keluar dari tempat tersebut.


'Jika seperti ini terus, lama-lama aku akan benar-benar ketahuan jika tidak sedang mengandung anak Yeon,' batin Tyas dengan menatap langit dari balkon apartemen tersebut dengan perasaan cemas.


'Aku harus bisa mencuri ponsel milik bibi asisten atau pun para bodyguard yang tengah lengah agar aku bisa segera menghubungi serta meminta bantuan Darren,' batin Tyas dengan kembali melangkah ke dalam apartemen untuk melihat situasi.


Kali ini seperti nya keberuntungan ada sedikit di pihak Tyas, karena mendadak terjadi pemadaman listrik yang membuat di area zona setempat nampak terlihat gelap gulita.


Hal tersebut pun membuat seluruh penghuni nampak sibuk untuk membuat penerangan darurat yang membuat salah satu bodyguard nya meletakkan ponselnya secara sembarangan di atas meja.


Dengan secepat kilat, Tyas pun segera membuka ponsel yang tidak terkunci tersebut dengan mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Darren.

__ADS_1


Darren help me, please. Aku mengaku salah dan tidak ingin lagi menjebak Yeon untuk mempertanggung jawabkan janin yang tengah aku kandung ini. Aku berada di apartemen xx di jalan yy, di Korea Selatan. Aku tidak ingin mati konyol di tangan keluarga Yeon, cepat selamat kan aku! Don't reply it!


Pesan pun segera Tyas kirim ke nomer ponsel Darren. Setelah nya dengan secepat kilat itu pula Tyas segera menghapus jejak pesan yang telah di kirimkan nya ke nomer ponsel Darren.


__ADS_2