
"Aku ingin berbicara dengan mu!" ucap Mira dengan nada tinggi karena masih kesal dengan sikap Yeon.
Yeon yang masih di pijat oleh sang terapis lelaki pun nampak melototkan kedua bola matanya tatkala melihat istrinya tersebut telah berdiri di hadapan nya dengan memakai baju lingerie satin seksi yang memperlihatkan dalaman yang saat ini Mira kenakan.
Dengan buru-buru, Yeon pun segera mengakhiri sesi pijatnya dan segera mengusir sang terapis yang semenjak tadi terus memandangi bentuk lekuk tubuh seksi milik istrinya tersebut.
"Pergilah dengan cepat! Nanti aku transfer bayaran kamu dua kali lipat dan jangan lagi berani memandang wajah ataupun tubuh istriku!" ucap Yeon dengan segera memakai kan selimut ke tubuh istrinya tersebut.
Sang terapis pun hanya mampu menganggukkan kepalanya serta meneguk ludahnya berkali-kali untuk menghindarkan diri dari segala macam bentuk pikiran kotornya karena telah melihat betapa cantik, mungil, serta seksinya wanita hamil yang merupakan istri dari pengusaha kaya raya tersebut.
"Wanita Asia memang begitu cantik dan menggoda," gumam sang pemilik terapis sembari mengemudikan mobilnya tersebut meninggalkan Villa milik keluarga Yeon.
"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku hingga rela memamerkan bentuk lekuk tubuh kamu itu di depan pria lainnya?" ucap Yeon dengan nada yang terdengar dingin karena rasa cemburunya.
"Aku ingin membahas masalah Tyas disini. Aku tidak bisa jika terus berdiam diri bersama mu tanpa mengetahui perkembangan Tyas disana. Apalagi jika pulang-pulang nanti ternyata hasil test DNA kandungan Tyas hasilnya sembilan puluh sembilan persen cocok dengan DNA milikmu! Jika hal itu terjadi maka lebih baik kita bercerai!" pekik Mira dengan mendorong tubuh Yeon yang perlahan mulai memeluknya kembali.
"Itu tidak akan terjadi sayang. Aku sudah yakin sekali jika bayi yang tengah di kandung oleh Tyas bukanlah darah dagingku setelah mengawasi setiap gerak gerik yang Tyas lakukan melalui kamera cctv yang ada di apartemen yang tengah di tempati oleh Tyas," ucap Yeon dengan perlahan sembari menggiring istri cantiknya tersebut agar segera duduk dengan tenang di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Sejak kapan kamu mengawasi Tyas melalui cctv? Bukan kah pekerjaan kamu setiap hari nya hanya selalu memangsaku lagi dan lagi?" tanya Mira dengan masih menatap curiga kepada suaminya yang sudah tidak impoten lagi tersebut.
"Disaat kamu terlelap dalam mimpi indah mu diam-diam aku turut mengawasi pergerakan Tyas dengan menelepon ketua bodyguard yang bertugas menjaga Tyas di dalam apartemen. Sebentar biar aku tunjukkan apa yang tengah Tyas lakukan saat ini," ucap Yeon dengan mengeluarkan ponsel canggihnya tersebut yang telah terhubung oleh kamera cctv.
Tak lama kemudian nampaklah video Tyas yang tengah mengamuk dan membuang seluruh masakan yang di buatkan oleh Bibi asisten.
__ADS_1
"Kenapa pacarmu itu? Apa sudah mulai lelah terkurung di dalam sana?" tanya Mira dengan masih melihat dengan seksama setiap gerakan yang Tyas lakukan yang terlihat semakin emosional dari waktu ke waktu.
"Kata para bodyguard, semenjak kemarin Tyas nampak ingin berbincang dengan ku melalui saluran telepon dengan dalih sang janin yang menginginkan nya. Namun mana mungkin aku segera mengizinkan dia untuk menghubungi ku sebelum melakukan tes DNA dan hasil test tersebut keluar dengan jelas," tutur Yeon menjelaskan dengan cepat serta hati-hati agar tidak menyinggung perasaan istri yang kini tengah berada di atas pangkuan nya tersebut.
Mira pun nampak mengernyit serta menimbang kembaliucapan Yeon serta permintaan Tyas untuk melakukan panggilan.
"Kenapa takut untuk melakukan panggilan?" tanya Mira dengan kening yang terlihat mengerut.
"Kamu tidak marah jika aku menyetujui permintaan Tyas untuk melakukan panggilan telepon?" tanya Yeon balik dengan menatap lekat wajah istrinya yang sama sekali tidak menunjukkan raut wajah khawatir yang membuat Yeon merasa jengkel.
"Untuk apa marah? Jika hanya menghubungi nya melalui panggilan video call saja aku tidak akan mungkin marah kok," jawab Mira dengan santainya yang membuat Yeon nampak terprovokasi untuk segera melakukan panggilan video ke ketua bodyguard yang mengawasi setiap pergerakan Tyas tersebut.
Tak lama kemudian, panggilan video pun segera tersambung dengan ketua bodyguard.
Yeon pun segera menggeser tubuh Mira dan meninggalkan Mira seorang diri di dalam ruangan tersebut.
Sang bodyguard yang paham akan ucapan Tuan nya tersebut pun segera menuju menyerahkan ponselnya tersebut kepada Tyas.
"Yeon ... sayang, kenapa kamu meninggalkan ku begitu lama disini seorang diri? Apa perjalanan bisnis kamu masih lama disana?" tanya Tyas dengan wajah berbinar karena telah berhasil melakukan panggilan video dengan pacar tampan nya tersebut.
"Nanti jika sudah selesai semuanya aku akan kembali pulang. Kenapa kamu tidak menurut dan bersikap manis di dalam apartemen keluarga ku dengan tanpa membuat kekacauan?" tanya Yeon dengan menatap sekeliling Tyas yang nampak terlihat sangat kacau.
"Maaf, honey ... ini semua aku lakukan agar bisa segera terhubung denganmu. Aku sangat merindukan mu, Yeon," ucap Tyas dengan menurunkan lengan dress nya tersebut hingga memperlihatkan dua gundukan besar milik Tyas.
__ADS_1
Mira yang diam-diam mengintip panggilan video yang Tyas serta Yeon lakukan pun menjadi geram.
Berani-beraninya melakukan video call tak senonoh dan Yeon pun tidak kuasa untuk menolaknya! batin Mira yang tengah berada tepat di belakang Yeon dengan melempar selimut yang menutupi tubuhnya dengan kasar.
Yeon yang merasakan hawa dingin di belakang nya pun dengan segera menoleh ke belakang.
Dengan cepat Mira pun segera memeluk mesra tubuh suaminya yang tengah melakukan video call dengan Tyas tersebut.
Tyas yang melihat Mira tengah memeluk mesra tubuh Yeon pun membuat darahnya mendidih seketika.
Apalagi balutan busana yang dikenakan oleh Mira yang nampak begitu seksi yang membuat amarah di hati Tyas semakin memuncak.
"Perjalanan bisnis kamu kenapa ditemani oleh Mira sih Yeon? Bukankah kamu melakukan perjalanan bisnis dengan asisten Brian?" tanya Tyas dengan wajah yang sudah mulai terlihat tidak bersahabat.
"Perjalanan bisnisnya tidak hanya dari pihak perusahaan Yeon saja, Tyas. Perusahaan milikku juga ikut bergabung dalam perjalanan bisnis Yeon kali ini. Kebetulan kami tengah beristirahat berdua," jawab Mira dengan mengelus dada Yeon dengan perlahan agar Tyas semakin terbakar rasa cemburu dan segera mematikan ponselnya.
"Dasar wanita perebut tunangan orang! Dasar wanita tidak tahu malu! Berani-beraninya kamu memperlihatkan kemesraan kalian di depan ku!" pekik Tyas dengan emosi yang nampak semakin menggebu.
Melihat emosi Tyas yang meledak-ledak tersebut pun membuat Mira nampak semakin suka karena Tyas semakin menunjukkan sisi gila nya.
Sedangkan Yeon yang melihat perdebatan dua wanita yang kini tengah memperebutkan diri nya pun hanya mampu tersenyum di dalam hati begitu melihat aksi berani yang tengah istrinya tersebut lakukan.
"Kamu bisa saja melakukan hal gila bertiga dengan kita disini. Dengan syarat jika bayi yang tengah kamu kandung tersebut menunjukkan hasil tes DNA yang sama dengan milik suamiku, Yeon," ucap Mira dengan seringai liciknya yang kemudian Mira akhiri dengan mellumat bibir suaminya tersebut dengan sangat lembut yang membuat Yeon kembali tidak bisa menahan diri.
__ADS_1
Ciuman panas kedua nya pun nampak di saksikan oleh Tyas dengan emosi yang semakin menjadi-jadi.
"Arrggghh!!! Mira sialan!!" pekik Tyas dengan membanting ponsel yang ada dalam genggaman nya tersebut hingga hancur berkeping-keping.