
"Bilang apa kamu tadi?" ucap Yeon dengan tangan yang telah terkepal dengan sempurna.
"Astaga, Tuan Yeon apakah kamu tengah mengalami penurunan pendengaran? Ucapanku terdengar sangat jelas dan sangat keras bisa-bisa nya di suruh mengulangi nya lagi. Jika aku ulangi lagi apa Tuan Yeon tidak akan malu dan marah jika ku ucapkan ulang perkataan ku itu??" balas Adolfo dengan ungkapan yang sangat terlihat tengah mengejek posisi Yeon saat ini.
Yeon pun segera melangkah mendekat kepada Adolfo. Mencengkeram kuat kerah milik rival nya yang kini tengah berusaha mendekati sang istri dengan cara yang sangat tidak mempunyai rasa malu tersebut.
"Jangan selalu berusaha hadir menjadi orang ketiga di antara kita! Sadarilah jika aku tengah berusaha memperbaiki hubungan ku dengan Mira dalam ikatan pernikahan. Jangan lupa jika anak yang tengah di kandung Mira adalah milikku! Jadi jangan terus berkhayal untuk bisa mendapatkan hati istriku lagi. Pergilah sebelum aku buat wajahmu babak belur oleh pukulanku!" ucap Yeon dengan menggebu-gebu sembari menyeret tubuh Adolfo dan melemparkan ke arah pintu keluar.
Kedua nya memiliki tubuh yang sama tampan dan sama tinggi nya. Namun jauh dari perkiraan Adolfo jika cekalan tangan Yeon nyatanya terasa sangat kuat hingga mampu menyeretnya keluar dari kamar rawat Mira tersebut tanpa Adolfo bisa membuat perlawanan lebih.
"Yeon sialan! Berani sekali dirinya menyeret tubuhku hingga menuju ke pintu keluar kamar rawat inap tanpa beban sedikit pun yang membuatku tidak ada wibawa sekali di depan Mira. Aku harus melatih otot-otot kekarku kembali jika seperti ini," gumam Adolfo dengan terus mengibas-kibaskan tangan nya yang masih nampak terasa perih akibat bekas cekalan tangan Yeon.
Sedangkan Yeon sendiri setelah berhasil membuat Adolfo keluar dari ruang rawat inap istrinya pun segera menghampiri Mira kembali.
"Kenapa sih setiap kali kalian bertemu selalu saja membuat keonaran yang membuat kepalaku pusing tujuh keliling," ucap Mira sembari mengunyah potongan buah.
"Kamu sudah tahu jawaban nya kan istriku. Adolfo kan selalu ingin menjatuhkan harga diriku di depan mu. Jangan harap dirinya bisa merebut milikku, istriku yang sangat cantik, berharga, dan sempurna ini," ucap Yeon dengan mencubit perlahan hidung mancung Mira.
"Gombal," jawab Mira dengan menatap malas wajah suaminya yang mendadak kelewat baik tersebut.
"Kenyataan sayang. Sebelum itu, seperti nya aku memang buta, tuli, serta impoten akibat tipu daya Tyas. Syukurlah jika milikku mampu menyadari dan tidak mau terbangun dengan sentuhan yang Tyas berikan," ucap Yeon dengan gamblang yang membuat Mira terlihat sangat ingin muntah.
Ugh! Rasa mual yang Mira tahan dengan cara menutup kedua tangan nya itu.
__ADS_1
"Stop! Berhentilah mengatakan sesuatu yang membuat perutku kembali tidak nyaman!" hardik Mira kemudian.
Yeon pun segera menepuk-nepuk mulutnya tersebut dengan kedua tangan nya yang telah keceplosan mengatakan sesuatu yang sangat tabu untuk Mira dengar.
Mulut ku sangat tidak bisa di kondisi kan, gumam Yeon dengan masih merutuki ucapan nya tersebut.
"Istriku, kamu ingin makan malam apa kali ini? Biar aku pesankan via online," tawar Yeon untuk mengalihkan rasa bersalah nya tersebut.
"Apa ya? Disamakan dengan apa yang saat ini kamu inginkan sajalah. Soalnya nanti kalau aku bilang nya ingin makan rendang juga takutnya kamu tidak mampu untuk mencarikan makanan tersebut di negara ini," ucap Mira yang kini tengah menatap ponselnya dengan sangat serius.
Rendang? Pasti makanan khas Indonesia, batin Yeon.
Dengan cepat Yeon pun memesan makanan yang saat ini dia ingin kan.
Tersajilah dua porsi sup pangsit, dua hod dog kentang, serta dua cup es serut Korea.
Menghirup harum nya aroma sup pangsit pun membuat Mira menengok ke arah makanan yang tersaji.
Dengan secepat kilat Mira pun segera memfoto hidangan makan malam nya tersebut dan mengunggah ke laman instagram miliknya. Iseng ingin mengunggah foto karena sudah lama sekali dirinya tidak memposting apa pun di laman sosmednya tersebut.
"Gambar yang sempurna!" teriak Mira yang kemudian segera mengambil sup pangsit tersebut yang sangat bisa di jangkau oleh tangan Mira.
Mira pun nampak memakan makanan tersebut dengan sangat lahap, begitu juga dengan Yeon.
__ADS_1
"Sudah lama sekali aku tidak memakan es serut ini," gumam Mira dengan menikmati setiap sesapan es serut kesukaan nya tersebut yang kemudian dirinya telan perlahan menuju ke tenggorokan.
"Ah, segar sekali," gumam Mira lagi dengan wajah yang terlihat lucu di mata Yeon.
"Aku sengaja memesan es serut ini. Karena itu kan es kesukaan kamu semasa kecil kita dulu," ucap Yeon yang kembali menyebut kan kesukaan masa kecil Mira.
"Baguslah jika kamu masih ingat," jawab Mira seadanya yang kemudian melahap hod dog bagian untuknya.
"Aku hampir tidak mengenali wajah dewasa kamu yang nampak berbeda sekali dengan wajah masa kecilmu dulu, Mira," ucap Yeon yang kembali mengingat pertemuan nya dengan Mira di depan sebuah restoran dalam kondisi Mira yang tengah pingsan.
"Setiap manusia yang hidup dan tumbuh pasti akan mengalami perbedaan. Apalagi kita sudah lama sekali tidak pernah bertemu apalagi berkomunikasi melalui media sosial apa pun itu," ucap Mira dengan masih mengunyah hod dog ke dalam mulutnya.
"Padahal kamu adalah artis besar disana dan aku juga sering mengantarkan Tyas bolak balik Korea-Indonesia. Namun bodohnya aku tidak kunjung menyadari keberadaan kamu disana," ucap Yeon dengan terus merutuki kebodohan nya tersebut.
"Tidak masalah. Kan kamu telah dibutakan oleh cinta yang telah Tyas berikan," tutur Mira dengan terkekeh perlahan.
"Hissh, kamu membuatku malu lagi dan lagi dengan menyebut nama serta tipu daya Tyas," ucap Yeon dengan lirih.
"Haha, lucu sekali wajah malu mu itu. Sudah ah, bersiap pulang saja sana. Persiapkan dirimu untuk urusan kantor esok hari," ucap Mira mengingatkan Yeon agar cepat kembali.
"Tidak! Aku akan menunggui kamu disini hingga kamu sembuh total seratus persen. Aku telah mengajukan cuti yang lama demi calon buah hati serta istri sempurna ku ini. Malam ini aku akan menginap disini. Biar Mommy yang beristirahat di rumah bersama dengan Daddy di kamar mereka," ucap Yeon dengan segera merapikan sampah yang nampak berserakan.
Setelah semua kembali rapi, dengan cepat Yeon merebahkan tubuhnya di atas sofa.
__ADS_1
"Tidurlah lebih cepat. Jangan terlalu sering menatap layar ponsel jika masih dalam masa pemulihan. Jika butuh sesuatu panggil lah aku," ucap Yeon dengan masih terus menatap lekat ke arah ranjang Mira.