
Tyas kini tengah berada di dalam sebuah pesawat yang akan membawanya menuju ke Korea Selatan.
Dengan senyum yang terus mengembang serta dengan mengelus perlahan perut ratanya tersebut dengan penuh kasih sayang.
Janin itulah yang nantinya akan dirinya gunakan untuk menjerat kembali Yeon yang telah lama tidak memberikan kabar apa pun lagi kepada nya.
Setelah melalui perjalanan panjang, kini Tyas telah menginjakkan kembali kakinya di negeri gingseng dengan senyum yang terus mengembang.
Dengan cepat Tyas pun segera bertolak menuju ke sebuah rumah sakit untuk melakukan tes USG untuk mengetahui kondisi janin yang tengah di kandung nya tersebut.
Dan benar saja jika kini di dalam perutnya telah tumbuh janin dengan usia kandungan enam minggu lebih tiga hari.
Dengan berbekal foto hasil USG, Tyas pun dengan percaya diri menghentikan sebuah taksi untuk segera bertolak ke kediaman orang tua Yeon.
"Nyonya, di luar sedang ada tamu seorang wanita yang ingin memberikan kabar gembira kepada nyonya dan tuan sekalian," ucap salah satu bibi yang bekerja di dalam kediaman nya tersebut.
"Seorang wanita? Siapa?" tanya Mom Yeon raut wajah bingung.
Sedangkan Yeon yang melihat sang Mommy yang nampak bercakap dengan serius kepada sang bibi asisten rumah tangga pun membuat jiwa penasaran Yeon bangkit.
"Ngobrolin apa nih, Mom?" tanya Yeon yang tiba-tiba telah berada di samping Mommy nya tersebut.
"Katanya ada tamu seorang wanita. Ayo temani Mommy untuk melihat siapa tamu kita," ucap Mom Yeon dengan menarik lengan putra nya tersebut.
Mendengar kata tamu seorang wanita pun mendadak wajah Yeon berubah menjadi pias.
Jangan-jangan Tyas yang nekat bertamu kemari? batin Yeon dengan wajah yang semakin ketar-ketir ketika langkah nya bersama sang Mommy yang terlihat semakin mendekat ke arah ruang tamu.
Benar saja, Tyas nampak segera berlari ke arah Yeon ketika melihat wajah tampan rupawan kekasihnya tersebut. Tanpa rasa malu dengan orang sekitar, Tyas pun segera memeluk Yeon dengan sangat erat.
"Ehem!" Mom Yeon pun terlihat segera memberikan deheman serta pelototan tajam ke arah Yeon agar segera melepaskan diri dari pelukan wanita yang amat di benci oleh Mommy nya tersebut.
Yeon pun segera mendorong tubuh Tyas dan memberi jarak yang cukup jauh.
__ADS_1
"Silahkan duduk, Nona. Ada keperluan apa hingga repot-repot menuju kemari?" tanya Mom Yeon dengan wajah datar tanpa menunjukkan keramahan sedikitpun kepada wanita yang ada di depan nya tersebut.
Tyas pun segera menyodorkan sebuah foto USG kepada Mommy Yeon. "Saya tengah mengandung cucu anda, Nyonya Jee," ucap Tyas dengan wajah yang nampak tersenyum semakin cerah tanpa rasa malu sedikit pun.
"Hamil? Dengan siapa?" tanya Mom Yeon yang nampak tidak terkejut dengan foto USG yang kini tengah di lihatnya dengan seksama.
"Dengan Yeon putra anda, Tante," balas Tyas dengan melirik ke arah Yeon.
Sedangkan Yeon yang tengah dilirik oleh Tyas pun nampak mengeratkan gigi-gigi nya tersebut dan rasanya ingin sekali menceburkan Tyas ke dalam laut saat itu juga.
"Apa benar begitu, Yeon?" tanya Mom Yeon dengan wajah yang masih terlibat tenang dengan berganti menatap sang putra tertua nya tersebut yang terlihat seperti singa yang siap menerkam mangsanya.
"Tidak, Mom! Bohong dia! Aku telah menyelidiki semua aktivitas nya sehari-hari yang kerap kali menjajakan tubuhnya ke pria-pria hidung belang. Aku tidak pernah melakukan hubungan badan satu kali pun, Mom. Milik ku tidak mau berdiri ketika berdekatan dengan wanita itu! Anak itu bukan milikku!" bantah Yeon dengan sangat cepat.
Kurang ajar sekali Yeon! Diam-diam dirinya telah menyelidiki kegiatan ku sehari-hari. Pantas saja limit ATM kartu kredit ku semakin sedikit saja nominalnya. Jadi ini alasan dirinya sama sekali tidak menghubungi ku? Aku tidak boleh menyerah, batin Tyas.
Air mata pun mulai membasahi kedua pipi Tyas. Tangis pun terdengar begitu pilu menyayat hati yang membuat orang yang melihat serta mendengar tangisan nya pun nampak iba dan ingin tahu akan kebenaran nya.
Mira yang sayup-sayup mendengar suara tangis seorang wanita pun segera mencari arah sumber suara.
"Malam dimana kami bertiga menginap bersama di penthouse pribadi Yeon lah kejadian bermula, Tante. Kami berdua pun tidur bersama di dalam kamar pribadi Yeon. Sedangkan Mira saat itu posisi tidur nya memisahkan diri di kamar tamu karena tidak ingin mengganggu kebersamaan kami,"
"Disaat diri ku telah terlelap di dalam mimpi, tiba-tiba ada rasa geli yang menjalar di sekujur tubuhku dan yang ternyata Yeon telah berada diatas tubuhku serta tengah mencumbui melucuti baju tidur yang tengah ku kenakan dengan mata yang masih nampak terpejam,"
"Pada akhirnya kami pun melakukan hubungan layaknya suami istri dengan meninggalkan banyak sekali bekas cumbuan di leher serta di sekujur tubuhku. Mira pun telah melihat bekas cumbuan kami waktu itu, Tante," ucap Tyas dengan sangat detail seolah-olah kejadian tersebut benar-benar terjadi.
Yeon yang mendengar cerita Tyas pun nampak begitu syok. Karena memang pagi itu, kamarnya pun terlihat sangat berantakan serta terdapat bekas kemerahan yang terlihat banyak sekali memenuhi leher serta dada bidangnya.
Begitu juga dengan leher Tyas yang nampak terlihat sekali bekas cumbuan nya pagi itu.
Mom Yeon yang melihat wajah pias Yeon pun nampak sangat kecewa. Melihat dari ekspresi raut wajah putra nya tersebut membuat Mom Yeon yakin dengan cerita yang tengah di ucapkan oleh wanita yang ada di depan nya tersebut.
Bahkan Yeon pun tidak mampu menjawab serta mengelak atas ucapan yang Tyas katakan di depan seluruh hadirin yang berada di ruang tamu.
__ADS_1
"Jika Tante masih ragu maka tanyakan saja kepada Nona Mira," ucap Tyas dengan menunjuk wajah Mira yang nampak hampir terlihat menangis.
Mira pun segera pergi melangkah kan kakinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun dengan setengah berlari menuju kelantai atas meninggalkan Tyas bersama dengan sang mama mertua serta sang suami yang masih terlibat pembicaraan serius.
Yeon yang ingin mengikuti langkah Mira kembali menuju ke lantai atas untuk meminta maaf serta menenangkan hati Mira pun nampak segera di cegah oleh sang Mommy.
"Selesai kan dulu urusan kamu dengan Tyas!" hardik Mom Yeon dengan wajah yang terlihat memerah menahan kesal dan amarahnya terhadap putra sulungnya tersebut.
"Mom, milikku impoten!" balas Yeon muka yang tak kalah kesal.
"Dulu sewaktu Mira bertandang kemari dan mengatakan tengah hamil anakmu pun kamu juga mengatakan hal yang serupa jika milikmu impoten! Nyatanya setelah melakukan tes DNA pada janin yang tengah di kandung oleh Mira pun benar-benar memiliki kecocokan DNA dengan milikmu! Bagaimana kamu akan mempertanggung jawabkan kehamilan pacar gelap kamu itu Yeon??" ucap Mom Yeon yang mulai jengah dengan kelakuan putra sulungnya.
Astaga, telah memiliki istri dan calon anak namun juga menghamili kekasih gelapnya yang merupakan pelacur murahan. Salah apa di kehidupan ku sebelum nya hingga memiliki putra seperti Yeon Ya Tuhan! batin sang Mommy dengan menjerit pilu di dalam hati nya.
"Kita lakukan tes DNA saja, Mom. Kita kurung wanita yang mengaku-ngaku hamil darah dagingku ini di salah apartemen milik Daddy dengan penjagaan yang ketat oleh para bodyguard hingga janin hasil tes DNA nya keluar dengan pasti,"
"Jika terbukti menunjukkan kecocokan dengan DNA milikku maka aku akan menikahinya sebagai istri kedua ku. Namun jika terbukti Tyas berbohong, maka kita jual saja tubuh kotor nya itu sebagai budak pelacur di negara timur tengah yang sudah pasti akan laku sangat keras," ucap Yeon yang kemudian nampak di setujui oleh sang Mommy.
Berbeda dengan Tyas yang seperti nampak ketakutan setelah mendengar ucapan Yeon. Dirinya pun takut jika kebohongan nya tersebut terbongkar serta dirinya benar-benar akan di jual ke negara yang penuh dengan hamparan gurun pasir tersebut.
Namun rasa takut dan cemasnya tersebut segera ia samarkan dengan menyetujui ucapan Yeon yang akan memindahkan nya ke sebuah apartemen dengan pengawalan bodyguard dari pihak Mom Yeon hingga usia kandungan nya cukup aman untuk melakukan tes DNA.
Akan segera aku gugurkan kandungan ku ini dengan cara yang terlihat sangat alami agar mereka semua tidak bisa melakukan tes DNA terhadap janin sialan yang tengah ku kandung ini, batin Tyas dengan seringai liciknya.
Kemudian Tyas pun segera mengikuti seluruh arahan instruksi dari Mom Yeon untuk segera berpindah ke salah satu apartemen milik keluarga Yeon yang masih dalam keadaan kosong.
"Tante, bagaimana jika janin yang tengah ku kandung tiba-tiba sangat merindukan Daddy nya? Apakah aku boleh berkunjung kemari untuk melihat serta berdekatan dengan Yeon?" tanya Tyas dengan wajah yang terlihat memohon yang membuat Mom Yeon pada akhirnya memperbolehkan Tyas untuk bertandang ke kediaman nya jika sang janin benar-benar merindukan Daddy nya.
Yes! teriak Tyas dengan kegirangan di dalam hatinya.
Sedangkan di dalam kamar pribadi Yeon, nampak Mira yang masih terlihat menangis dengan tersedu-sedu begitu mendengar kenyataan yang ada jika Tyas kini tengah mengaku hamil darah daging suaminya tersebut.
"Sayang, maafkan aku. Aku benar-benar merasa jika janin yang tengah di kandung oleh Tyas itu bukan milikku sayang. Jangan terus menangis seperti ini. Kasihan baby kita jika kamu terus menangis seperti ini," ucap Yeon dengan berusaha menenangkan istrinya yang terlihat sangat terluka serta kecewa.
__ADS_1
"Pergilah, jangan ganggu aku terlebih dulu. Ini semua tidak sepenuhnya salah mu. Karena aku ikut andil untuk mengizinkan kalian tinggal dalam satu kamar yang sama hingga tumbuh janin diperut Tyas kali ini," ucap Mira dengan mendorong perlahan tubuh suaminya tersebut.