
Perayaan atas kelahiran putra Yeon serta Mira kini tengah berlangsung. Di usia sang baby yang baru menginjak seratus hari pun pesta perayaan berlangsung dengan sangat meriah.
Para kolega bisnis beserta kerabat jauh maupun kerabat dekat Mira serta Yeon juga ikut hadir memberikan ucapan serta doa-doa untuk bayi mungil yang terlihat sangat tampan tersebut.
Jerome beserta sang istri juga datang di acara tersebut. Hal yang nampak di luar dugaan pun juga terlihat antara Araa sang asisten pribadi Mira yang nampak datang dengan Adolfo menggunakan baju senada.
"Sayang, lihatlah Araa seperti nya memiliki hubungan khusus dengan Adolfo. Syukurlah jika mereka memiliki hubungan, karena lelaki yang berusaha mengejar mu kini satu persatu telah memiliki tambatan," bisik Yeon kepada sang istri yang tengah menggendong bayi tampan mereka.
Jerome serta Adolfo pun nampak berebut melangkah mengucapkan selamat kepada Mira serta Yeon atas lahirnya bayi tampan mereka.
"Aish, tampan sekali bayi Nona Mira. Siapa namanya?" tanya Park Shin Hye istri Jerome dengan berusaha menimang bayi mungil tersebut.
"Namanya Amalric Jee Yeon. Panggil saja Alric," jawab Yeon dengan sangat semangat.
"Curang sekali ya kan? Tidak ada namaku sama sekali yang tersemat di dalam nama bayi mungilku ini. Padahal aku yang mengandung selama sembilan bulan," ucap Mira dengan bibir yang berubah menjadi manyun.
"Tak mengapa sayang. Kan aku yang menyuntiknya. Besok kita buat lagi baby yang cantik seperti mu ya. Jangan khawatir akan ada giliran," ucap Yeon dengan lebih semangat lagi jika membahas soal suntik menyuntik milik istrinya tersebut.
Mira yang mendengar jawaban sang suami pun nampak malu.
"Ck! Tidak punya rasa malu," gerutu Jerome dengan memeluk pinggang sang istri.
"Kenapa harus malu? Kan sudah halal. Kamu jika ingin ya lakukan lah dengan istrimu sendiri. Jangan lagi menjadi pebinor lagi," ucap Yeon dengan kembali mengungkit masa lalu.
"Siapa juga yang jadi pebinor. Perasaanku terhadap istrimu selama ini hanyalah sebuah rasa kagum saja setelah ku sadari. Aku hanya mencintai istriku seorang. Jangan khawatir kan soal suntik menyuntik karena setiap hari kita telah melakukan olahraga panas baik pagi, siang, sore, ataupun malam. Iya kan sayang?" tutur Jerome dengan menatap istri sekaligus mantan sekretaris cantik nya tersebut.
Sedangkan Park Shin Hye hanya membuang muka malas meladeni suami nya jika berbicara soal kegiatan ranjang.
__ADS_1
Sedangkan Mira pun nampak sangat bahagia begitu mendengar sang sahabat kini telah benar-benar menemukan cinta sejatinya.
"Semoga langgeng untuk pernikahan kalian. Dan semoga di segerakan mendapatkan momongan. Bagaimana bisa kalian menikah dengan begitu cepat? Apakah Jerome memaksa kamu Nona Park?" tanya Mira dengan wajah serius karena takut jika Park Shin Hye merupakan korban kejahatan seksual dari Jerome.
"Enak saja! Mira Jahat sekali kamu sekarang tega menuduhku seperti itu. Kami menikah karena perjodohan. Pernikahan bisnis, awalnya aku hendak melarikan diri dari acara pernikahan ku. Namun siapa sangka jika mempelai wanita nya ternyata mantan sekretaris ku sendiri yang sempat membuatku kelimpungan mencari keberadaan nya dimana-mana," terang Jerome.
Park Shin Hye yang mendadak pusing serta perut yang terasa seperti di aduk-aduk pun segera memberikan Baby Alric kepada Araa.
Park Shin Hye pun bergegas berlari menuju ke kamar mandi terdekat karena rasa mual yang tidak bisa di tahan lagi.
Huekkk. Pada akhirnya Park Shin pun memuntahkan seluruh isi yang ada di dalam perutnya. Jerome yang melihat sang istri mendadak ke belakang pun segera mengikutinya dari arah belakang.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Jerome dengan sangat khawatir.
"Entahlah tiba-tiba kepalaku rasanya sangat pusing dan mual," ucap Park Shin Hye dengan kembali memuntahkan seluruh makanan yang telah di telan nya.
"Jangan-jangan kamu hamil sayang? Ayo kita undur diri pamit dan segera periksa ke dokter," ucap Jerome dengan segera menggendong sang istri ala bridal style.
"Kita akan ke dokter seperti nya istriku tengah hamil. Doakan semoga benar-benar hamil ya! Kita pamit undur diri dulu," ucap Jerome segera berlalu tanpa menunggu jawaban dari sang tuan rumah.
Sedangkan Mira serta Yeon hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat tingkah panik Jerome.
"Adolfo, jika kamu serius ingin menjalin hubungan dengan Araa maka segeralah lamar dan nikahi dia. Jika kamu tidak serius menjalin hubungan dengan Araa maka jangan memberikan harapan apa pun kepada Araa. Araa sudah ku anggap seperti adikku sendiri. Jadi jangan berani menyakiti Araa ku atau kamu akan berhadapan langsung denganku," ucap Mira dengan memberikan ultimatum yang tegas kepada Adolfo.
"Araa yang belum memberikan jawaban kepadaku Mira. Aku telah melamarnya kemarin. Kedua orang tuaku juga telah menyetui. Bujuklah Araa untuk segera menerima pinangan ku," oceh Adolfo dengan memainkan rambut panjang Araa.
"Kenapa Araa? Aku merestui kalian. Jika kalian berdua sudah saling mencintai kenapa harus di tunda?" tanya Mira kepada Araa.
__ADS_1
"Saya hanya belum yakin saja Nona. Tuan Adolfo tampan dan kaya raya. Saya takut jika suatu hari nanti saya akan kembali di buang," ucap Araa dengan begitu sendu mengingat dirinya hanya hidup sebatang kara yang di besarkan oleh ibu panti asuhan semenjak dirinya bayi.
"Siapa yang akan membuang kamu? Bagaimana jika kamu ternyata saat ini sudah hamil anakku? Kamu sudah terlambat datang bulan bukan?" tanya Adolfo tanpa memperdulikan jika Mira serta Yeon nampak terkejut atas ucapan nya.
"Apa maksudnya? Araa, kamu telah di perkossa oleh lelaki badjingan ini?! Oh astaga, kenapa lelaki di dunia ini lebih suka untuk menghamili para wanita lebih dulu baru kemudian terpaksa menikahinya?" ujar Mira dengan memijat pelipisnya yang mendadak begitu pening.
Mengingatkan masa kelam nya dulu bersama Yeon.
"Bukan Nona! Kamu melakukan itu satu kali saja Nona dan itu juga karena terbawa suasana saja. Tidak mungkin juga jika saya hamil karena kami melakukan hanya sekali," terang Araa yang masih sangat polos.
"Kamu yakin jika hanya sekali? Kita melakukan berkali-kali Araa dan satu malam penuh tanpa pengaman. Menikahlah denganku. Aku akan membahagiakan kamu seumur hidupku," pinta Adolfo dengan cepat berlutut di hadapan Araa di saksikan oleh banyak orang.
"Terimalah. Jika Adolfo berani mengkhianati kamu maka aku lah yang akan memotong burungnya dengan sekali tebas. Cepat terima," titah Mira.
Mendengar ucapan sang atasan yang memintanya untuk segera menerima pun mau tidak mau pada akhirnya Araa menerima lamaran tersebut yang membuat Adolfo berteriak dengan gembira.
"Terimakasih Mira! Karena instensitas diriku yang sering melihat wajah imut Araa kini lah yang membuatku berpaling darimu. Asisten Araa, I love you!" teriak Adolfo yang membuat seluruh tamu hadirin ikut terbawa suasana dan bertepuk tangan dengan sangat meriah untuk kedua pasangan tersebut.
...----------------...
Huhuhu ... tanpa terasa My Impotent Husband kini telah tamat.ππ
Terimakasih untuk readers setiaku dimana pun kalian berada.
Yang telah mendukung karya author, baik yang hanya menjadi pembaca gelap, atau pun yang suka memberikan like, komen, subscribe, serta hadiah untuk karya author pokoknya terimakasih author ucapkan untuk kalianππππππβ€
Akan ada bonchap.
__ADS_1
Ditunggu bonus chapter di next episode berikutnya yaa...
Serta jangan lupa ikuti novel author yang akan launching segeraπ