My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome


__ADS_3

Jerome yang telah kembali berada di perusahaan nya pun nampak terlihat gusar.


Mengetuk-ketukkan bolpoin yang sedari tadi dia pegang hingga membentur meja kerja nya berkali-kali.


Tukk ... tttukk ... ttuuukk ...


Sedangkan sang sekertaris yang menunggu Jerome menandatangi berkasnya pun nampak bingung dengan tingkah atasan nya tersebut.


"Tuan Jerome?" panggil sekertaris Park Shin Hye.


Namun seolah yang di panggil sama sekali tidak menggubris panggilan nya tersebut.


"Tuan Jerome?!" ucap sekertaris Park Shin Hye dengan nada sedikit meninggi agar sang atasan kembali ke mode sadar.


"I—iya??" jawab Jerome dengan terbata karena rasa terkejutnya.


"Tuan? Saya telah berdiri disini selama tiga puluh menit hanya untuk menunggu bapak agar segera membubuhkan satu tanda tangan saja di dalam berkas yang telah saya berikan. Tuan jangan sering melamun seperti ini karena tindakan Tuan bisa menghambat pekerjaan saya dan merugikan perusahaan Tuan sendiri!" omel sang sekertaris tanpa rasa takut sedikitpun kepada atasan nya yang terkenal sangat dingin tersebut.

__ADS_1


Jerome yang mendapatkan omelan dari sekertaris pribadinya pun dengan cepat membaca dokumen tersebut dengan cermat dan tak lama kemudian segera membubuhkan tanda tangan nya di lembar terakhir.


"Sudah, lanjutkan pekerjaan kamu," balas Jerome dengan memberikan tanda lambaian tangan.


"Untung tampan dan atasanku, kalau bukan sudah pasti aku buat babak belur wajah dingin nya itu," gerutu Park Shin Hye dengan meninggalkan ruang presdir.


Sedangkan Jerome juga terlihat sama menggerutunya tatkala sang sekertaris sudah pergi meninggalkan ruangan nya.


"Untungnya cantik dan pintar. Kalau tidak sudah ku pastikan di awal dia berani membantahku dulu sudah aku pecat dan ku ganti yang lain nya," gerutu Jerome dengan menatap pintu keluar ruangan nya tersebut.


Tttokk ... ttookk ...


"Masuk!" titah Jerome dengan melirik ke arah pintu.


"Tuan, detektif Choi dari novel milik author yang berjudul Penyesalan Mantan telah menunggu anda," ucap Park Shin Hye menginformasikan.


"Bawa dia kemari ke ruangan ku sekarang," jawab Jerome yang kemudian di balas dengan satu kali anggukan oleh Park Shin Hye.

__ADS_1


"Jangan bilang detektif Choi itu masih amatiran. Harusnya dia berhijrah menuju ke Korea Selatan ini sudah mengembangkan bakatnya dan sudah tidak menjadi amatiran lagi seperti di kisah Penyesalan Mantan kan?" gerutu Jerome dengan menaikkan satu alisnya.


Hingga tak lama kemudian sang detektif pun menghadap kepada nya.


"Langsung saja ke intinya," titah Jerome menunggu penjelasan sang detektif.


"Keduanya menikah karena kecelakaan Tuan. Married by accident, tapi bukan karena pacaran terus hamil duluan. Kasusnya Nona Mira di perkosa oleh Tuan Yeon hingga hamil," terang detektif Choi dengan hendak melanjutkan penjelasannya namun terhenti oleh sumpah serapah yang Jerome ungkapkan.


"Laki-laki ssialan! Badjingan! Berani sekali dia memperkossa wanita secantik Mira! Biar ku datangi perusahaan nya sekarang!" ucap Jerome dengan amarah yang meledak-ledak bersiap mengambil kunci mobilnya.


"Tuan! Dengarkan penjelasan saya dulu hingga selesai! Mereka sudah saling mencintai. Buktinya kedua telah selesai melangsungkan bulan madunya ke Prancis dengan sangat mesra," ucap sang detektif dengan menyodorkan foto-foto Yeon dengan Mira.


Sang detektif pun menjelaskan panjang lebar mengenai pertemuan Mira yang pertama dengan Yeon hingga sampai saat ini.


"Jadi aku telah terlambat untuk mengejar cinta Mira?" gumam Jerome dengan memandangi foto-foto Mira bersama Yeon.


"Kenapa tidak sedari dulu aku mengungkapkan nya? Beginikah rasa penyesalan karena lambat mengungkapkan perasaan?" gumam Jerome dengan meremat dada nya yang terasa sesak dan ketidak relaan nya menghadapi kenyataan yang ada.

__ADS_1


__ADS_2