My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 26. Geli Didalam Mimpi


__ADS_3

Yeon pun segera menghentikan bisikan di perut Mira tatkala sang pemilik tubuh nampak menggeliat merubah posisi.


Melihat Mira yang terlihat semakin tertidur pulas pun membuat Yeon menguap berkali-kali.


"Ah yasudahlah, sebaiknya aku ikut melepaskan penat barang sekejap saja," gumam Yeon dengan ikut serta merebahkan tubuhnya tepat di samping Mira.


Tak lama kemudian, kedua nya pun tertidur dengan posisi saling berpelukan hingga sore pun beranjak menuju malam.


"Yuan, tolong panggilkan kakak kamu dan istrinya agar segera turun untuk makan malam bersama," titah sang Mommy.


Yuan pun segera beranjak memasuki kamar pribadi sang kakak.


Melihat sang kakak yang nampak terlelap dengan memeluk tubuh Mira dengan sangat erat pun membuat Yuan terus bergeming.


'Katanya tidak cinta. Namun pada kenyataannya dalam posisi tertidur pun terlihat seperti benar-benar sepasang suami istri yang saling mencintai,' batin Yuan di dalam hati dengan perasaan yang sulit di jelaskan.


Perang batin antara bisikan iblis dan malaikat pun terus berkecamuk di dalam hati Yuan.


Sisi jahat mengatakan untuk teguh mempertahankan rasa ingin memiliki kakak ipar cantiknya itu. Disisi baiknya pun meminta untuk tidak lagi bermimpi untuk mendapatkan kakak iparnya tersebut.


Bahkan pandangan mata Yuan semakin membola tatkala melihat secara langsung sang kakak yang sangat di banggakan oleh Mommy nya tersebut memeluk sang istri dengan posisi yang semakin intim.


Hal tersebut pun membuat Yuan kesal dan pada akhirnya tidak jadi untuk membangun kan kedua nya dan segera keluar dari kamar tersebut dengan aroma kecemburuan yang begitu dalam.


Yuan pun segera menuruni anak tangga dan melenggang pergi melajukan moge nya dengan kecepatan penuh.


"Yuan! Mau kemana kamu!" teriak sang Mommy dari pintu depan.


Namun teriakan sang Mommy pun sama sekali tidak di hiraukan oleh Yuan.


"Astaga, malah pergi," gumam sang Mommy dengan wajah bingung.


Sedangkan Yeon yang sudah terbangun sedari terdengar suara pintu kamarnya terbuka pun memang masih pura-pura tertidur dengan sangat pulas.

__ADS_1


Yeon pun hanya mengintip dengan membuka sedikit matanya dengan melihat siapa yang datang ke dalam kamarnya.


Sang adik lah yang datang ke dalam kamar pribadinya dalam diam dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Pandangan mata Yuan pun terpaku melihat wajah dan tubuh Mira. Wajah nya kemudian nampak merona dengan sedikit senyuman khas orang yang tengah terpesona.


Melihat hal itu, Yeon pun baru menyadari jika sang adik memang tengah jatuh cinta dengan sang istri yang tengah tertidur dalam pelukan nya tersebut.


Jiwa posesif Yeon pun seketika muncul. Dengan masih pura-pura tertidur, Yeon pun memeluk tubuh istrinya semakin erat dan intim.


Wajahnya bahkan tepat berada di depan buah dada sang istri dan dengan leluasa Yeon pun bisa mengendus harum tubuh istrinya yang telah menjadi candu untuk Yeon.


Tak lama kemudian sang adik pun segera keluar dari dalam kamar Yeon dengan perasaan yang sudah bisa di tebak oleh Yeon.


'Jangan coba-coba untuk memiliki sesuatu yang telah menjadi milikku, sekalipun kamu adalah adik kandung ku satu-satunya,' batin Yeon dengan posisi yang masih mendusel di dada sang istri.


Tak lama kemudian sang Mommy pun terlihat memasuki kamar Yeon, namun tak lama kemudian suara langkahnya pun terhenti.


"Astaga, putraku dan suamiku ternyata memiliki kebiasaan tidur yang sama. Sama-sama suka tertidur dengan meraba dan menciumi dua mochi secara bergantian ketika kita para wanita tengah terlelap," ucap sang Mommy dengan perlahan sambil menggelengkan kepala.


"Kenapa lama sekali? Kemana anak-anak?" tanya sang Daddy.


"Yeon dan Mira sedang tidur. Yuan pergi keluar entah kemana," ucap sang Mommy yang kemudian mengambilkan lauk pauk sang suami.


Yang terjadi kepada Yeon setelah Yuan keluar dari kamarnya pun tidak semerta-merta membuat Yeon menghentikan aksinya untuk tidak melakukan hal lebih lagi dari sekedar mengendus harum tubuh sang istri.


Tangan nya pun tiba-tiba saja telah menelusup masuk dan nampak memegang kedua mochi Mira yang terasa sangat kenyal dan kian membuat dirinya kian tersiksa.


Ketika Yeon hendak menyusu di kedua mochi sang istri, mendadak suara langkah pun kembali terdengar memasuki kamar pribadi nya.


Yeon pun mengira jika yang datang kembali ke dalam kamar nya sudah pasti adalah sang adik. Sehingga Yeon pun dengan nekat masih memperlihatkan keintiman yang dia ciptakan agar sang adik tahu diri.


Namun yang terjadi tidaklah sesuai dengan yang Yeon kira, Yeon pun mendengar dengan jelas jika yang tengah bergumam perlahan adalah suara sang Mommy.

__ADS_1


Mau menghentikan aksinya pun kepalang tanggung. Jadi Yeon pun masih menyusu dalam mata yang tengah terpejam.


Setelah sang Mommy keluar, Yeon pun segera turun dari ranjang nya dengan perlahan serta mengunci pintu kamarnya dari dalam agar tidak ada seorang pun yang kembali masuk ke dalam kamarnya tersebut.


Yeon pun kembali naik ke ranjang dan meneruskan aksi nya. Memandangi ujung mochi sang istri yang masih terlihat basah oleh bekas ciuman nya.


Ketika Yeon ingin kembali menyusu, tiba-tiba Mira menggeliatkan tubuhnya. Melihat hal itu, Yeon pun panik jika tindakannya tersebut pasti akan di ketahui oleh sang istri.


Mungkin tubuh Mira yang tengah menggeliat pun menjadi hoki tersendiri untuk Yeon.


Karena posisi tidur Mira kini telah berubah menjadi terlentang yang membuat kedua mochi Mira pun semakin terlihat nyata dan pada akhirnya membuat Yeon kembali melahap nya dengan perlahan.


Menikmati setiap putaran dalam menyesap kedua mochi Mira dengan sangat perlahan agar Mira tidak terbangun secara tiba-tiba.


"Eugh ... geli," ucap Mira dengan setengah mendesah namun masih dengan mata yang tertutup.


Yeon pun kembali terkejut mendengar ucapan lirih sang istri dengan mata yang masih nampak terpejam.


Dengan perlahan, Yeon pun segera menghentikan aksinya dan merapikan kembali kaos sang istri karena takut jika tindakan nekatnya tersebut diketahui sang istri.


"Mira ... bangun," ucap Yeon dengan suara serak dan terdengar cukup lirih sembari menggoyangkan tubuh sang istri.


Mira pun terbangun dengan mengerjapkan kedua matanya dengan perlahan.


"Mandilah dulu, aku akan segera datang untuk mengambilkan makan malam kita," ucap Yeon dengan segera memalingkan muka dari wajah linglung sang istri membuatnya semakin terlihat imut dan cantik.


Mira pun terlihat menganggukkan kepalanya dengan segera melangkah menuju ke kamar mandi.


Begitu juga dengan Yeon yang terlihat segera melangkah keluar dari dalam kamarnya menuju ke dapur.


Di dalam kamar mandi, Mira pun nampak sedikit bingung karena kedua ujung mochinya tiba-tiba terasa sedikit perih dan terlihat agak menonjol dari sebelumnya.


"Perasaan tadi pagi bentuk ujungnya tidak seperti ini dan tidak terasa perih. Apa mungkin ini adalah efek hormon kehamilan kali ya?" gumam Mira seorang diri sembari memandang cermin yang ada di depan nya

__ADS_1


"Sepertinya tadi aku pun bermimpi dengan rasa yang cukup aneh dan menggelikan. Seperti ... ah ya sudah lah, nama nya juga mimpi untuk apa aku fikirkan terlalu dalam," gumam nya Mira lagi dengan gerakan cepat segera merendamkan tubuhnya ke dalam bathtub yang telah berisi air hangat untuk merilekskan seluruh tubuhnya.


__ADS_2