
Di depan, di paling ujung ruangan tersebut sudah terdapat penghulu yang menunggunya. Rey berjalan dengan gelisah karena dia sama sekali tak melihat keberadaan calon istrinya itu.
"Kau sedang mencari pengantin Mu?" tanya Abraham menyadari sikap cucunya. namun Rey tak menjawab pertanyaan kakeknya dan masih terus menyapu seluruh ruangan itu
sampai duduk di depan penghulu Rey baru menyadari bahwa kursinya hanya satu hanya untuk dirinya saja.
"Apa ada yang Nak Rey khawatirkan?" tanya penghulu tersebut ketika melihat kegelisahan di wajahnya pengantin pria ini.
aku tidak akan menikah sendirian kan?. Batinnya mulai ngawur
"emm tidak ada calon pengantin wanita?" tanyanya mencoba memberanikan diri.
Dua belah pihak keluarga sedikit tertawa mendengar pertanyaan Reynando, begitupun dengan penghulu tersebut.
"Calon pengantinnya ada, hanya kalian tidak boleh bertemu sebelum kamu menyelesaikan Ijab Qobul nya terlebih dahulu" jelas penghulu tersebut disertai senyum diwajahnya
Rey Malu mendengar jawaban itu, karena memang pertanyaannya lah sebenarnya yang konyol. namun Rey mampu menutupi rasa Malunya.
__ADS_1
Rey memang tidak mengetahui Tradisi itu, biar bagaimanapun tradisi
pernikahan di luar negeri berbeda jauh dengan tradisi di negaranya ini.
"jika Nak Rey, ingin segera menemui pengantin wanita, maka cepat laksanakan Ijab Qobul nya, bagaimana?" tanya penghulu. Rey mengangguk, rasanya dia sudah tidak sabar melihat wanita yang selalu menghantui pikirannya itu.
"Baiklah mari kita mulai"
kedua saksi duduk di tempatnya. dan Penghulu sudah menuntun Reynando dengan ijab Qobulnya.
"bagaimana para saksi? Sah?"
"selamat nak Rey, sekarang sudah bisa menjemput pengantin Mu" ucap penghulu tersebut.
Rey mengangguk dan bangkit untuk menjemput istrinya yang di tuntun oleh ibu mertuanya. di sebuah tempat dengan tirai putih yang tidak disadari oleh Reynando sebelumnya, tempat itu bersebelah dengan tempatnya membaca Ijab Qobul. Aini membukanya dan Terlihatlah seorang wanita Cantik yang tengah memakai gaun pengantin yang senada dengannya tersenyum, menunjukkan wajah cantiknya pada lelaki yang saat itu sudah menjadi suaminya
__ADS_1
Cantik. gumamnya tapi masih di dengar oleh Kinan dan ibu mertuanya yang tersenyum mendengar pujian dari Rey untuk putri cantiknya itu.
Rey menjulurkan tangannya yang kemudian di raihnya oleh Kinan. Rey menuntun Istri cantiknya itu ke tempat pelaminan mereka.
"dia kah menantu ku?" tanya Jena pada suaminya
"sepertinya iya"
"Cantik sekali" ucap jena sekali lagi.
setelah berada di atas pelaminan kedua orang tua dari mereka menghampiri sepasang pengantin baru itu.
ucapan selamat tidak ada henti hentinya membanjiri mereka. para tamu undangan pun juga tengah memberi doa dan restu pada mereka pengantin baru.
acara demi acara telah dilaksanakan. saat sore sudah menjelang. Kedua pengantin sudah turun dari pelaminan. Resepsi di siang hari telah selesai tinggal menunggu Resepsi untuk nanti malam yang di tunggu.
Setelah Jena mengantar Rey dan Kinan ke sebuah kamar yang ada dihotel tersebut untuk istirahat sampai acara nanti malam.
__ADS_1
"kalian istirahat lah baik baik, nanti malam mama akan kembali menemui kalian jika acara sudah mau di mulai" ucap Jena lalu menghampiri Kinan
"menantu Mama yang cantik" ucapnya lembut, tersungging senyum tulus di wajah cantiknya. Jena menyentuh pipi cantik Kinan. Kinan membalas senyuman itu jauh lebih tulus lagi. kemudian Jena berlalu dari hadapan mereka. meninggalkan pasangan pengantin baru tersebut untuk menikmati waktu mereka.