My Possesive CEO

My Possesive CEO
Ikut ke perusahaan (2)


__ADS_3

sesampainya di kantor Reynando yang mencakar langit, sekali lagi walau sudah pernah berkunjung, kinar selalu kagum dengan bangunan di depannya


Rey menangkap binar kekaguman dari mata Istrinya. "Ayo turun" ucap Rey mengalihkan fokus Kinar


"Baiklah" Kinar keluar dari mobil setelah di buka pintunya oleh Jhonatan.


"Terimakasih kak Jhon" ucap Kinar tersenyum dan melangkah mendekati Rey yang sudah menunggunya


"Ayo sayang" Rey meraih pinggang sang istri menariknya semakin dekat pada tubuhnya, dan kini sudah tidak ada lagi jarak di antara mereka. Rey dan Kinar berjalan beringan dalam pelukan sang suami.


"Kau gugup?" tanya Rey menghentikan langkahnya ketika melihat Kinan yang menunduk


"iya kak" jawab Kinar malu


"jangan menunduk, lihatlah ke depan. kau istri ku, istri pemilik perusahaan ini. tidak pantas untuk mu menunduk di depan semua karyawan ku" ucap Rey tegas memegang kedua tangan Kinan.


Kinan masih diam tidak menanggapi ucapan Suaminya. "Kinan? " panggil Rey


"iya kak? "


"kamu paham kan? " tanya Rey sekali lagi dan Kinan hanya menganggukkan kepalanya, tersenyum manis kepada sang suami


Cup..

__ADS_1


Reynando yang tak tahan melihat senyum manis di bibir istri tercintanya langsung mengecup bibir mungil di hadapannya itu. bibir yang sudah membuatnya candu


"kak Reeeyy, malu ini tempat umum" omel Kinan yang wajahnya sudah memerah menahan malu. Reynando hanya terkekeh melihat istrinya yang nampak kesal menahan malu


"Ayo"


Kinan mengikuti langkah Suaminya, sesuai permintaan pria di sampingnya dia tidak lagi menunduk. menatap lurus ke depan tak lupa dengan senyum manis yang selalu Kinan tampilkan.


terdengar bisik bisik dari para karyawan suaminya. berbagai pujian yang mengatakan betapa beruntungnya wanita yang sudah mendapatkan bos mereka terus terdengat di pendengaran Kinan.


tak ada habisnya Kinan berucap syukur, benar kata para karyawan dia beruntung di cintai pria seperti Reynando. meski di awal pernikahan suaminya itu tak mau menerima dirinya, namun pada akhirnya Reynando menerima dan mencintainya dengan tulus. suatu keberuntungan yang tak pernah Kinan bayangkan.


"ga usah senyum senyum seperti tadi di depan umum" kata Reynando kesal, mereka sudah berada di dalam lift bersama jhonatan di belakang mereka.


"kenapa kak? " tanya Kinan bingung


"iya kenapa? senyum itu ibadah loh"


"iya tau, tapi ga suka aja kalau senyum manis kamu di lihatin orang lain. apalagi cowok cowok mata keranjang di perusahaan aku itu banyak. nanti yang ada mereka malah naksir kamu" jawab Reynando panjang lebar.


Kinan dan Jhonatan spontan terkekeh kekeh mendengar jawaban sang tuan muda.


"kenapa ketawa sayang? aku serius loh" ucap Rey tak Terima karena di tertawakan sama istrinya

__ADS_1


"kamu juga, mau aku tendang jadi asisten pribadi ku? " Rey menunjuk Jhonatan di belakangnya dengan mata melotot. sontak Jhonatan langsung menunduk


"tidak tuan" namun masih tersisa kekehan dari bibirnya


"makanya diam"


tepat saat itu juga pintu lift sudah terbuka. Rey segera menarik tangan istrinya keluar dari sana. lantai tertinggi gedung itu hanya terdapat ruangan Reynando selaku CEO dan Jhonatan sebagai asisten pribadinya. di luar ruangan ada dua wanita yang Kinan tebak, pasti kedua wanita itu juga asisten suaminya.


Kedua wanita itu berdiri ketika melihat CEO mereka berjalan ke arah ruangannya. mereka menunduk hormat sampai Rey memasuki ruangannya bersama Kinan dan Jhonatan.


Waktu berkunjung dulu bersama Lauren Kinan tak begitu memperhatikan dengan jelas ruangan sang suami dan sekarang hanya dua kata yang bisa Kinan jabarkan dari ruangan tersebut, Mewah dan Maskulin. di mana dinding ruangan lebih di dominasi dengan warna gelap dari pada warna putih.


satu set meja kerja yang penuh dengan berkas, komputer juga laptop di sampingnya. dan jangan lupakan kursi putar yang membelakangi jendela besar yang Kinan yakini dia bisa melihat pemandangan kota dari sana.


di sisi kanan ruangan terdapat satu set sofa tak kalah mewah dan televisi di depannya, pas untuk di gunakan untuk bersantai, pikir Kinan.


sedangkan disisi kiri terdapat meja bar minimalis yang menambah kesan mewah. Kinan juga melihat dua pintu di dekat meja bar tersebut yang dia sendiri tidak tau ruangan apa disana. dan di seberang meja bar ada beberapa rak buku yang mirip perpustakaan mini lengkap dengan meja dan kursi nya . Kinan tak henti hentinya berdecak kagum.


"kenapa bengong? " tanya Rey yang melihat istrinya diam saja, sampai sampai Jhonatan yang tadinya pamit keluar dia tidak meresponsnya.


"ruangan kak Rey bagus banget, jadi betah disini" jawab Kinan. Rey tersenyum dan menuntun istrinya ke arah sofa.


"Nanti aku ada meeting, kamu ga papakan aku tinggal sendiri disini? " tanya Reynando, sebenarnya dia tidak mau meninggalkan istrinya sendiri di ruangannya. dia khawatir Kinan akan bosan sendirian disana.

__ADS_1


"aku gak papa kok kak. kakak meeting aja" ucap Kinan tersenyum pada suaminya. Rey mengangguk dan membalas senyum Kinan.


"Baiklah, aku keluar dulu" ucapnya. membelai kepala sang istri yang masih terbalut hijabnya. tak lupa Rey mengecup kening istrinya sebeum meninggalkan Kinan.


__ADS_2