
"Gadis Ini, tidur malah di sofa"
dengan sangat hati hati Rey mengangkat tubuh Kinan, berniat ingin memindahkan wanita itu ke tempat tidurnya.
"Makan apa dia selama ini, kenapa tubuhnya ringan sekali" tanya Reynando. Setelah meletakkan tubuh mungil istrinya, Reynando ikut berbaring di sampingnya. membelai lembut wajah teduh yang selama ini sangat memperdulikannya.
Maaf kan aku... seharusnya aku meminta penjelasannya terlebih dahulu pada mu. Dan tidak menyalahkan mu sebelum ada kejelasan di baliknya. Rey benar benar menyesal dengan perbuatannya selama ini. meskipun kesalah pahaman itu masih belum jelas kebenarannya. Rey mencoba untuk mempercayai Kinan kali ini. Rey mendekap tubuh Kinan, menemaninya tidur siang saat itu.
_______
"ayah rasa, Rey sudah bisa menerima istrinya" Abraham dan Jena tengah berbincang di taman belakang Mansion milik anaknya
"iya ayah, Aku sudah melihatnya sendiri. bagaimana Rey memperdebatkan Istrinya"
"Anak mu itu mirip sekali dengan suami mu" Abraham dan Jena tertawa bahagia akhirnya anak mereka sudah menemukan kebahagiaannya
Disisi lain ada seseorang yang juga tengah tertawa. tawa penuh dengan kelicikan begitu terdengar.
"Hhhhha akhirnya aku menemukan mu sayang" Gumamnya
"butuh waktu satu Minggu untuk menemukan mu disini" wanita itu terus memandangi foto yang ada di tangannya. Foto Reynando yang sudah beberapa hari ini di bawa kemana mana olehnya. sepertinya gadis itu sangat terobsesi dengan Reynando, sampai melakukan semua hal untuk menemukannya.
______
__ADS_1
Kinan tersenyum melihat Reynando yang tengah berada di sampingnya. setelah cukup puas memandang wajahnya. Kinan bangun terlebih dahulu, membersihkan badannya di dalam kamar mandi.
Tidak terasa waktu itu hari sudah petang, sekitar setengah hari Kinan tertidur. sepertinya dia sangat kelelahan. setiap hari harus mengurus suaminya yang terus terusan berpura pura sakit di depannya, apalagi harus bolak balik pergi ke kampusnya setiap hari. itu saja sudah menguras habis tenaganya.
sekitar 1 jam barulah Kinan keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaiannya di ruang pakaian.
"Kak Rey sudah bangun?" tanya Kinan saat baru saja keluar dari ruangan itu
"Heemmm"
Cantik sekali. Reynando terus memandangi Kinan yang duduk di depan cermin tanpa menggunakan hijabnya.
"Biar aku bantu" Rey merebut Hair dryer di tangan Kinan. dan membantunya mengeringkan rambut istrinya.
"Benarkah?" Rey mengangguk
"Terima kasih" Kinan tersenyum manis mendapat pujian dari suaminya.
tok tok tok.....
"Biar aku saja yang buka" kata Rey Menghentikan Kinan yang sudah mau beranjak
"Ada apa?" Makan malam sudah siap Tuan
__ADS_1
"nanti aku akan turun"
"Baik tuan" pelayan itu berlalu setelah memberi hormat pada tuannya.
"Kakak mau aku siapkan Air hangat?"
"Tidak usah" ucapnya
"Kamu mau kemana" lanjutnya saat Kinan berjalan ke arah pintu
"Mau ke bawah"
"kamu mau keluar tanpa menggunakan kerudung?" tanya Rey, tiba tiba wajahnya menunjukkan seperti rasa tidak suka
"Itu kerudungnya baru mau di ambil kak" Kinan menunjuk kerudung yang dia tinggal di tempat tidurnya.
"eemmm baiklah" Rey merasa malu. dia berpikir istrinya itu akan keluar tanpa hijabnya. dia hanya merasa tidak suka, hal hal yang seharusnya hanya bisa di lihat olehnya harus terlihat juga oleh orang lain.
"kenapa kalau Kinan keluar tanpa hijab kak?" tanya Kinan penasaran, kenapa tadi kak Rey sepertinya kesal.
"Aku hanya tidak suka melihat kamu keluar tanpa hijab mu" Rey langsung berlalu setelah mengucapkan hal itu. dia tidak mau wajah merahnya terlihat oleh istrinya.
"Oiya... kamu tunggu aku disini. kita ke bawah bareng" Teriak Reynando dari dalam ruangan pakaian. dan akhirnya hanya terdengar air shower yang mengalir dari dalam ruangan itu.
__ADS_1