My Possesive CEO

My Possesive CEO
Kencan (2)


__ADS_3

"Disini?" Tanya Kinan


Saat ini mereka berdua sudah duduk di kursi Retoran. Tempat yang begitu romantis, Penerangan di restoran tempat merek berada sangat redup, hanya sinar beberapa lilin yang menerangi dan yang paling terang adalah menara Eiffel yang begitu dekat dengan mereka.



Rey mengangguk. Dinner yang disiapkan olehnya membuat Kinan benar benar kagum.


"Benar benar hari yang penuh dengan kejutan" gumam Kinan namun masih dapat di dengan oleh Reynando


"Aku senang melihat kamu bahagia" ucap Reynando melihat wajah istrinya yang tersirat rasa bahagia di sana


"Ini semua karena kamu" Kinan tersenyum manis padanya


Rey meraih tangan Kinan "Aku akan selalu membuat mu bahagia" dan Kemudian dia mencium punggung tangan Istrinya


"Bagaimana pun caranya, aku akan berusaha untuk terus membuat kamu tersenyum"


"Terimakasih"


Mereka saling menatap penuh arti, tatapan Rey pada Kinan sangat dalam. seakan mengatakan betapa dia sangat menyayangi istrinya begitu pula dengan tatapan yang dapat di artikan dari tatapan Kinan.


di tengah tengah suasana Romantis mereka tiba tiba suara Hp Kinan berdering. dan hal itu membuyarkan semua suasana yang sudah susah payah Rey buat.


"Maaf sayang" Kinan melepas genggaman tangan Reynando dan melihat siapa yang tengah mengganggunya. dan ternyata orang itu adalah Raina adik kandung dari Kinan.


📞 "Hallo kak"

__ADS_1


suara yang melengking dan nyaring terdengar di seberang


"Ya ampun adek, bicaranya bisa pelan pelan tidak sih" ucap Kinan


📞 "Abis aku kangen banget tau sama kakak" Raina yang nyerocos hanya di senyumi oleh Kinan


📞 "semenjak menikah, kak Kinan tidak pernah telfon Raina lagi"


"iya iya, kakak lagi sibuk"


📞 "Sibuk sama kak Rey ya"


"sok tau deh" jawab Kinan sekenanya


"Adik ipar tau saja" Rey malah ikut menggoda istrinya


📞 "Sudah jangan ganggu kakak kamu" suara yang begitu di rindukan oleh Kinan.


"Umi..." panggil Kinan "Kinan kangen Umi" lanjutnya


📞 "Umi juga kangen anak umi, bagaimana kabar kamu sayang?"


"Kinan baik baik saja Umi" hampir saja Kinan menitikkan air matanya karena tak kuasa menahan rindu pada Umi Aini. "Umi sama Abi sehat?" lanjutnya


📞 "Alhamdulillah sayang"


"Syukurlah"

__ADS_1


📞 "Kak, kita semua kangen sama kakak, Raina pengen ke sana pas hari ulang tahun kakak" Raina mendesah kesal


"Tapi Abi bilang tidak bisa ke sana"


Ulang tahun? kapan ulang tahun dia?. Batin Reynando, dia benar benar merasa tidak berguna. karena sekali lagi bahkan dia tidak mengetahui ulang tahun istrinya.


"Tidak apa apa, meskipun kalian tidak disini. Kinan tau, Kinan selalu ada di hati kalian" Ucap Kinan sudah tidak bisa menahan air matanya.


sebenarnya dia sangat berharap akan kehadiran keluarganya di saat saat hari bahagianya, namun bagaimana lagi bahkan jarak membentang di antara mereka


📞 "Yasudah ya kak, Raina tutup dulu. salam buat kak Rey"


"iya dek" Raina mencoba mengatur suaranya agar tidak terdengar bahwa dirinya sedang terisak di seberang.


tut...


panggilan berakhir, Rey begitu tidak tega dengan air mata yang mengalir di wajah cantik istrinya.


"Kangen Umi sama Abi" tanya Reynando, dan dia menghapus air mata istrinya


"kapan kapan kita kunjungi mereka" Kinan mengangguk dan tersenyum.


sebenarnya Rey sudah membuat Rencana di hari ulang tahun Kinan. karena sudah berjanji padanya, Rey akan berusaha menepati janjinya untuk terus membuat istri tercintanya itu bahagia


Mereka melanjutkan Dinner mereka malam itu. untuk sesaat Kinan dapat melupakan kesedihannya karena perlakuan hangat suaminya.


Waktu sudah sangat larut, Rey memutuskan untuk pulang. sesampainya di apartemen mereka berdua bergantian membersihkan diri dan mengerjakan sholat isya' yang sempat tertunda bergantian.

__ADS_1


Bukannya Rey tidak mau menjadi imam bagi istrinya, hanya saja dia merasa belum menjadi suami yang baik dan belum layak bagi Kinan. jadi mereka memutuskan untuk sholat bergantian meskipun Kinan begitu mengharapkan bisa menjadi Makmum bagi suaminya.


__ADS_2