My Possesive CEO

My Possesive CEO
Perhatian (1)


__ADS_3

Hari sudah malam, namun Reynando masih belum juga sadar. Separah inikah ketika lambungnya kambuh. Kinan mengecek suhu tubuh Reynando, demamnya sudah turun.


"kak Jhon makan malam dulu"


Jhonatan sudah seharian di apartemen mereka. takut akan ada apa apa dengan tuannya. jadi dia memutuskan untuk tinggal berjaga jaga.


"Nona tidak makan?"


"tidak. Aku mau lanjut jagain kak Rey dulu" Akhirnya Kinan meninggalkan Jhonatan yang sedang menikmati makan malamnya.


_______


"kalau butuh apa apa, Nona panggil saya saja, saya ada di sofa depan"


"baik"


"saya permisi" Kinan mengangguk


saat itu Malam sudah sangat larut namun Kinan masih tidak beranjak dari samping Reynando

__ADS_1


"Kakak cepat sembuh ya" Dengan penuh kasih sayang, Kinan memberanikan diri membelai lembut wajah suaminya. Saat berniat untuk pindah ke sofa, Reynando menangkap Tangan Kinan.


"Jangan pergi" Suara serak namun masih terdengar jelas. Ternyata Reynando masih setengah sadar saat mengetahui hal itu Kinan mengurungkan niatnya


"Kinan tidak akan pergi kok kak" senyum cantik terpancar di wajahnya. Kinan membalas menggenggam tangan Reynando. yang akhirnya terlelap di sana.


Saat waktu sudah menunjukkan bahwa saat itu sudah dini hari, Rey merasakan haus dan berkeringat. mau tidak mau dia terbangun, namun merasakan hal aneh. seperti menggenggam sesuatu. saat menoleh ke arah tangannya, Rey terkejut melihat Rey menggenggam tangan Kinan yang membuat wanita itu duduk tertidur menjaga dirinya.


Apakah dia semalaman disini?


Rey melepaskan tangannya dengan hati hati, berharap tidak membangunkan Kinan. Namun sayang, tingkat kewaspadaan Kinan begitu tinggi apalagi menjaga seseorang yang sakit dan pentingnya lagi yang dia jaga adalah suaminya sendiri. Saat itu juga Kinan terbangun karena merasa ada pergerakan di dekatnya


"Kak Rey haus?" tanya Kinan saat melihat Reynando yang hendak meraih segelas air putih di dekat tempat tidurnya.


"apa kakak lapar?"


dan Rey juga mengangguk, karena memang sudah seharian perutnya tidak terisi.


"tunggu sebentar ya" Kinan membantu Reynando untuk duduk. entah kenapa Rey menjadi penurut, ada perasaan nyaman ketika mendapat perhatian dari Kinan.

__ADS_1


Reynando dengan sabar menunggu Kinan. apa semalaman juga dia merawat ku?. batinnya saat melihat ada berbagai alat seperti alat kompres, pengukur suhu tubuh dan yang lainnya.


Sekitar setengah jam, Kinan kembali dengan nampan ditangannya. Karena gejala lambungnya yang kambuh Kinan hanya memasakkan bubur ayam untuk Suaminya.


"Aku suapin ya"


Tanpa menunggu persetujuan, Kinan duduk di samping Reynando dan menyuapkan sedikit demi sedikit, walau sangat lama dan harus di paksa oleh Kinan. Akhirnya bubur ayam itu kandas.


Dengan sangat tulus Kinan merawatnya, mengecek kembali suhu tubuhnya. Rey merasa bersalah. dengan semua sikapnya yang sangat kasar pada Kinan, namun apa yang di dapat adalah kebalikan dari semua perilaku buruknya pada Kinan.


Kinan bahkan tidak meninggalkannya di saat saat dirinya sedang tidak berdaya.


"Karena kakak sudah baik baik saja, aku pergi dulu. kalau kakak butuh apa apa, panggil saja, aku ada di depan" Setelah memberi senyuman manis Kinan hendak pergi, namun lagi lagi Reynando menahannya.


Reynando menarik tangan Kinan, menariknya agar tidur di sebelahnya. Kinan terlihat ragu ragu, dia teringat akan peringatan yang Reynando berikan di kala baru tiba di apartemen tersebut.


"Tapi kak... aku di...." Rey menahannya agar tidak melanjutkan ucapannya. karena Rey sendiri tau, Kinan terlihat ragu karena perkataannya sendiri.


Kinan sudah berbaring tepat di samping Reynando, kaku dan gugup. ini pertama kalinya, semenjak menikah mereka tidur bersama. Kinan membelakangi Reynando, agar tidak terlihat betapa gugupnya dia oleh Rey.

__ADS_1


grepppp.....


di tengah tengah ke gugupannya Rey dengan percaya diri memeluk posesif pinggang istrinya dari belakang. jantung keduanya berdegup kencang, sudah sangat lama Rey ingin melakukan hal itu, Namun karena kesalah pahaman di antara mereka yang membuta jarak diantaranya. hanya saat ini barulah ada kesempatan dan merasa lebih nyaman ketika memeluknya.


__ADS_2