
"Assalamualaikum"
Baru pertama kalinya bagi Kinan berkunjung ke rumah mertuanya di Paris, dan kesan pertama saat tiba di sana ada takjub melihat keindahan mansion yang begitu megah, Desain dengan gaya Eropa Modern yang mewah. Kinan benar benar merasa seperti dirinya berada di sebuah istana.
"Wa'alaikum salam. Menantu cantik mama sudah datang, bukannya kata Jhonatan akan kesini besok. kenapa datang lebih awal?" Jena kegirangan melihat putra dan menantunya mengunjungi kediamannya.
Bukan hanya di luar, Namun di dalam jauh lebih mewah dari pada diluar. pikir Kinan
"Apa kami tidak di terima disini, kalau begitu aku akan membawa kembali istri ku" Rey sudah memegang tangan Kinan
Plaaakkk...
"Bocah sialan, kau sudah menculiknya dari kami berminggu minggu dan sekarang kau mau membawanya pergi?" Rey terkejut ketika kakeknya itu tiba tiba muncul dari belakang tubuhnya.
"kakek, kapan aku menculiknya dari kalian. dia istriku dan sudah seharusnya ikut dengan ku" Perdebatan kecil antar cucu dan kakek itu terjadi cukup lama, Jena hanya tersenyum melihat hubungan Kinan dan putranya terlihat sudah membaik.
"Sudah sarapan sayang?" tanya Jena, membawa pergi meninggalkan ke dua lelaki yang memperebutkannya
__ADS_1
"Sudah ma"
"Bagaimana kabar mu akhir akhir ini? apa anak mama menyusahkan mu?" tanya Jena khawatir
"kabar Kinan baik kok ma, kak Rey juga sangat baik sama Kinan akhir akhir ini"
"Kamu tidak membohongi mama lagi kan sayang? awas saja jika anak itu berani bersikap tidak baik sama kamu" Jena mencoba mencari celah di setiap pandangan Kinan. dia khawatir Kinan akan berbohong demi putranya lagi padanya. Namun tidak ada sedikitpun celah yang memperlihatkan Kinan sedang berbohong.
"beneran Ma.. Kak Rey sudah berubah kok" Kinan menggenggam ke dua tangan ibu mertuanya, memberi keyakinan padanya.
"Oiya, papa dimana ma?"
Tanya Kinan saat hanya papanya saja yang tidak terlihat
"oh papa? papa lagi keluar kota ngurusin bisnis, paling lusa pulang. Kinan nginap disini kan sayang?"
"Iya ma, Kak Rey bilang akan bermalam disini untuk beberapa hari"
__ADS_1
"Baguslah"
"Rey bawa istrimu ke kamarmu" panggil Jena menghentikan perdebatan perdebatan kecil di antara putra dan ayah mertuanya.
"ah iya ma" Kinan mengikuti Reynando menaiki tangga menuju kamar mereka.
"Ini kamar kak Rey?" tanya Kinan sekali lagi merasa takjub. lagi lagi tekstur kamar Rey sangat terlihat dingin. mungkin warna kesukaannya memang warna dark grey, jasnya juga kebanyakan warna itu. Kinan melirik Rey yang membuka jasnya. hanya tertinggal kemeja putih yang di kenakannya.
"kamu istirahat saja, Aku masih ada sesuatu yang harus di urus" ucapnya
"Kalau mau ganti baju, di ruang sebelah sana" lanjutnya dan menunjuk sebuah ruangan lain di dalam kamar itu. Kinan mengangguk mengerti. Lalu Rey berlalu meninggalkan Kinan dalam kamar itu sendirian
Karena penasaran dengan ruangan yang di tunjuk oleh Rey. Kinan pun melangkah memasuki ruangan itu, ternyata dugaannya benar. ruangan itu sama persis dengan ruangan lain di kamar apartemen Reynando, yaitu kamar berbagai baju. berbagai macam pakaian miliknya dan milik suaminya tertata rapi di dalam ruangan itu. bahkan ruangan tersebut lebih besar dari pada yang ada di apartemennya.
Kinan melihat lihat lihat pakaiannya dan menemukan gamis yang cocok untuk di kenakannya saat bersantai kala itu. gamis simple, polos dengan warna salem dan pashmina hijab dengan warna yang senada dengan bajunya. sangat cocok dengan kulit putih Kinan. sambil menunggu Reynando Kinan membaca Novel yang sudah di siapkan oleh Jena saat mengetahui hobi Kinan salah satunya adalah membaca Novel. di laci samping tempat tidurnya, berbagai Novel dengan Genre romance dan komedi sudah berbagai macam jenis dan Kinan memilih membaca Novel bergenre komedi. Lumayan menghibur. pikir Kinan
sambil rebahan di sofa, Kinan terlihat serius membaca Lembar demi lembar novel novel itu, terlihat sesekali dia tertawa saat membaca ketika sampai di tahap tahap lucu. sampai akhirnya dia tertidur di sofa di dalam kamar itu.
__ADS_1