
waktu sudah berlalu, sejak kejadian malam pertama, hubungan antara Kinan dan Reynando sudah semakin dekat. Kinan juga sudah memberikan semua kepercayaannya padanya.
Tidak hanya itu, Rey juga sudah mulai belajar sholat. mencoba belajar menjadi suami yang baik bagi Kinan. Rey sadar, bahwa istrinya adalah wanita yang sempurna dari sekian banyaknya wanita yang pernah dia temui. sehingga membuat dirinya mencoba untuk berjalan sejajar dengannya.
Meskipun tidak sempurna dalam hal agama setidaknya dia tidak akan meninggalkan satu kewajibannya yaitu sholat dan menjadi imam yang baik untuk Kinan. Bahkan saat di perusahaan, Rey selalu menyempatkan dirinya untuk sholat di ruang istirahatnya. hal itu awalnya membuat Jhonatan terbelalak dengan perubahan mendadak Reynando. Namun dia tau bahwa Kinan lah yang membuat Rey menjadi sosok yang lebih baik lagi
Sejak saat itu juga Rey selalu menyempatkan waktunya untuk mengaji dengan Kinan di akhir sholatnya. ada kesejukan sendiri bagi Reynando. meskipun masih terbata bata tapi dengan kesabaran yang diberikan Kinan, Reynando masih meneruskan proses belajarnya.
Saat itu, adalah hari Sabtu. Kinan sudah menyiapkan makan malam untuk Reynando. Namun entah kenapa hingga sangat larut suaminya itu belum juga datang.
"Kak Rey kemana ya?" setelah lama mondar mandir di dekat pintu, akhirnya pintu terbuka dan muncul sosok pria yang di tunggu tunggu olehnya. Kinan langsung saja menghampirinya, membantunya membukakan jas dan sepatu yang di pakainya.
"Kok sampai malam?" Menuntunnya duduk di sofa, karena Kinan tau suaminya terlihat sangat lelah.
"Ada masalah di perusahaan" Rey bersandar di pundak istrinya. melepaskan penat yang sudah seharian ia tahan.
"Sudah sholat?" Rey mengangguk. sepertinya dia benar benar kelelahan.
"Mandi dulu ya, abis itu makan malam"
__ADS_1
Rey memandang Kinan dan menganggukkan kepalanya, wajah teduh istrinya benar benar ampuh menghilangkan rasa lelah dalam dirinya.
Cup...
Kecupan penuh cinta meluncur di dahi cantik Kinan. Rey beranjak menuju kamarnya, membersihkan diri dan memulai makan malamnya bersama istrinya.
_________
Jam satu dini hari, Kinan merasakan disebelah tubuhnya kosong. saat membuka mata ternyata benar memang tidak ada suaminya di sana.
Ruangan sebelah masih menyala, di sana adalah ruang kerja Reynando. Kinan memutuskan untuk melihatnya ke sana. saat membuka pintu memang benar, suaminya masih berperang dengan tugas tugasnya sebagai pemimpin perusahaan.
"sayang..." Ucapnya saat menyadari keberadaan Kinan
"Kakak belum selesai?"
"sedikit lagi" walaupun lelah mencoba untuk tersenyum meyakinkan istrinya.
"Mau aku buatkan teh?" Rey mengangguk
__ADS_1
"tunggu sebentar"
Setelah Kinan berlalu Rey kembali pada pekerjaannya. tidak butuh waktu lama, Kinan sudah kembali dengan nampan dan secangkir teh di tangannya.
"Kinan temenin ya"
"dengan senang hati" Rey tersenyum lebar, namun saat Kinan hendak melangkah untuk mengambil kursi, Rey menahannya
"Mau kemana?"
"Mau ambil kursi"
Bukannya melepaskan tangan Kinan, Rey malah menariknya. membuat tubuh Kinan terjatuh ke dalam pangkuannya.
"Diam dan temani aku disini" Rey mencium pipi Kinan.
Sangat nyaman, Pikir keduanya.
Ternyata kak Rey lebih tampan saat bekerja. Tanpa sadar Kinan terus memandang Reynando. dan hal itu membuatnya risih dan tidak fokus.
__ADS_1
"baru sadar kalau suami mu ini tampan?" Rey memandang Kinan. dan bertemulah pandangan mereka di sana.
Kinan mengalihkan pandangannya, Wajah cantiknya bersemu merah karena malu dengan dirinya sendiri. Rey tersenyum melihat tingkah Kinan. Tanpa disadari ternyata Kinan sudah terlelap dalam pangkuan Reynando. setelah pekerjaannya selesai, Rey membawa Kinan ke kamarnya. berbaring di sebelah tubuhnya dan memeluknya mengakhiri malam yang hanya tinggal sesaat.