My Possesive CEO

My Possesive CEO
Paris!


__ADS_3

"mau kemana kamu?" tanya Reynando ketika melihat Kinan melangkah ke arah pintu dari ruang ganti baju


"Mau keluar kak"


"apakah aku menyuruh mu keluar?" tanyanya lagi. Kinan tidak menjawab.


"Kemari" perintahnya, dan dengan enggan Kinan melangkah mendekat.


"pakaikan bajuku"


bagaimana ini?


"aku tidak suka mengulangi kata kataku" Ucap Reynando yang sudah kesal menunggu


Kinan mengambil baju yang sudah di siapkan olehnya dan jadilah Kinan merawat bayi besarnya itu. mulai dari mandi sampai memakaikan pakaiannya. Siap, Rey sudah mengenakan piyama berwarna gelap. tanpa mengatakan apapun Rey meninggalkan Kinan sendirian.


Kinan melirik jam dinding, menunjukkan bahwa malam itu sudah larut. Karena tadi sudah tertidur Kinan memutuskan untuk menghadap terhadap Dzat yang memberikan kehidupan. Setelah mengambil Air Wudhu, Kinan mengerjakan sholat malamnya, dengan sepenuh hati dan khusyuk, Dzikir dan doa tidak lupa dia ucapkan. begitu teduh meskipun hanya terdengar samar di telinga Reynando. saat mengaji, Kinan sengaja tidak mengeraskan suaranya. Dia tidak mau mengganggu istirahat suaminya, Kinan tidak mau menambah perselisihan antara dirinya dan Reynando.


Setelah merasa cukup untuk malam itu. Kinan kembali pada tempatnya dia tertidur sebelumnya. hanya dengan beralas karpet Kinan menjelajahi sisa malam panjangnya.

__ADS_1


________


Pagi itu, tepat jam 8 pagi. semua keluarga Abraham sudah berada di bandara. Termasuk Kinan dan keluarganya yang mengantar keberangkatan putrinya itu untuk ikut dengan keluarga suaminya


"Kinan jaga diri di sana baik baik ya" ucap Umminya. Kinan mengangguk.


"Jangan lupa telfon ummi kalau sudah sampai ya sayang" air matanya menetes, ada rasa tidak rela melepaskan putri yang selama ini dia besarkan. Ada rasa Khawatir di hatinya, takut putri tercintanya itu di sakiti seperti di hari pernikahannya


"Ummi" Kinan memeluk Umminya, dan menumpahkan rasa sakit yang dia pendam selama berada di Mansion Abraham. selepas ini, ketika Kinan benar benar rapuh, pada siapa kinan harus bersandar Ummi. Air matanya tumpah begitu saja.


Setelah merasa puas dengan putrinya, Aini melepaskan pelukannya. di gantilah dengan Fahmi yang menghampiri putrinya. mencium keningnya dan memeluknya. tiada Cinta sejati, selain cintamu Abi. Kinan kembali meneteskan air matanya.


drama keluarga yang membosankan. batin Reynando merasa jengkel karena terlalu lama berdiam di bandara.


"Abii..." Kinan memeluk manja pada Abinya.


"Kakak.." Panggil Adiknya, Raina.


"Kakak tidak mau peluk Raina" Kinan tersenyum melihat adiknya dan berpindah pelukan kepada adik kesayangannya. sedangkan Fahmi menuju Reynando yang tidak jauh dari tempatnya berada

__ADS_1


"Nak Rey. Saya Titip Kinan, dia masih belum terlalu dewasa, tolong jaga dia. dan jangan sakiti dia" ucapnya Fahmi


"Dia bagaikan permata di keluarga kami" Fahmi memegang bahu menantunya. tanpa menunggu jawaban dari Reynando, Fahmi sudah berlalu dari hadapannya menuju keluarga Abraham.


setelah merasa cukup acara perpisahannya. Abraham berpamitan pada besannya. Dan memasuki Area parkir Jet pribadi miliknya. Pesawat sudah lepas landas, mengarungi awan awan di langit. Kinan duduk dengan Reynando, dan melihat ke arah luar jendela. terlihatlah daratan Indonesia yang sangat Luas. tempat kelahirannya yang mana harus di tinggalkan demi baktinya pada sang suami.


Semenjak pembicaraannya dengan Fahmi, Reynando terus menatap wajah teduh Kinan. Wajah yang tiada habis memancarkan kebahagiaan, seolah olah tidak pernah terjadi apa apa pada dirinnya. Namun Reynando masih tidak mau mengakuinya, meskipun jauh di lubuk hatinya Kinan sudah menjadi pemilik sepenuhnya dari hati tersebut.


Karena jarak antara Indonesia dan Paris cukup jauh, butuh waktu beberapa jam untuk sampai disana. setelah merasa cukup puas melihat pemandangan Alam dari Atas udara. Wanita Cantik itu terlelap. sampai Akhirnya Pesawat itu Mendarat setelah berjam jam di udara.


"Kinan... bangun sayang" Ucap Jena


"sudah sampai ma?" Kinan mengucek matanya


"sudah sayang"


"Kak Rey dimana?" tanya Kinan setelah sadar bahwa Reynando sudah tidak di sampingnya


"eemm suami mu.. baru saja turun" ucap Jena. sebenarnya dia juga kasihan dengan Kinan yang bahkan selalu di abaikan oleh putranya. namun bagaimana lagi, dia sendiri sebagai ibu kandungnya masih tidak bisa merubah anaknya yang keras kepala itu.

__ADS_1


Kinan tau, bahwa Rey tidak memperdulikannya, bahkan dia tidak berniat sedikit pun untuk membangunkannya dari tidurnya. Kinan mengikuti Jena keluar dari Pesawat, terlihatlah pemandangan malam di bandara kota Paris tersebut.


selamat datang paris... semoga hari ku lebih menyenangkan disini.


__ADS_2