My Possesive CEO

My Possesive CEO
Permintaan Maaf (2)


__ADS_3

dan ternyata benar saja, Rey benar benar menunggu kepulangan Kinan.


"Sayang disini" teriaknya saat melihat Kinan yang baru saja keluar dari pintu gerbang kampus.


Dia benar benar menunggu ku?


Kinan berjalan ke arahnya, ke arah Pria tampan yang sudah menjadi suaminya. Tanpa memberi kode apa pun Kinan meraih tangan dan mencium punggung tangan Reynando.


"Assalamu'alaikum" Dengan kikuk Rey menjawab


"Wa.. wa'alaikum salam" melihat ekspresi Reynando sontak saja membuat Kinan terkekeh.


Apa dia sudah tidak marah lagi padaku?. Reynando


Untuk kali ini saja. kamu masih berhutang penjelasan pada ku. Kinan


"pulang yuk" Kinan mengangguk


Rey sangat berbeda hari ini, walaupun terlihat hari ini dia banyak tersenyum. ya.. meskipun itu hanya pada Kinan, bahkan pada Jhonatan pun ekspresinya masih sedingin kutub utara. Namun sikapnya sedikit lembut dan perhatian pada Kinan. membuat keteguhan Kinan untuk mendiamkannya mencair sedikit demi sedikit.


Didalam mobil, Rey tidak pernah melepaskan Kinan dari pelukannya


"jangan marah lagi ok?"


Kinan hanya diam


"Aku tau kamu marah padaku? tapi tolong jangan diam kan aku"


Kinan masih diam


"Jawab aku Kinan"


"apa kamu sudah tau kesalahan mu?"


"iya kau tau, sebenarnya dari kemarin aku sudah tau"


"terus kenapa tidak menjelaskan dari kemarin?"

__ADS_1


"aku pikir kamu tidak akan salah paham padaku?"


"aku tanya. istri mana yang tidak akan khawatir ketika mendengar ada istri yang lain di perusahaan suaminya sendiri? tidak mungkin kan para resepsionis itu mengenali orang yang salah jika memang yang di dalam itu bukan istrimu" Kinan benar benar meluapkan semua unek unek di dalam hatinya


"iya aku tau, tapi itu tidak seperti yang kamu pikirkan"


"terus sebenarnya ada apa? siapa sebenarnya yang ada di perusahaan kemarin?" Rey terlihat gugup saat mendapatkan pertanyaan itu dari Kinan


"kenapa? kamu tidak mau memberi tahu ku?"


aduh tuan... kenapa anda ragu ragu mengatakannya.


"Mantan tuan Muda Veya sebenarnya yang ada di sana nona"


"Jhon" Teriak Reynando


Jhon sialan, berani beraninya dia. Jhonatan mengintip tuan mudanya dari balik kaca spion yang sedang memberikan tatapan mautnya padanya.


"Oh jadi mantan kamu itu"


"Kamu tidak marah?" Rey terbelalak mendapati ekspresi Kinan yang biasa biasa saja


"Buat apa aku marah. yang ada, aku akan marah jika kamu menyembunyikannya dari ku" Kinan memeluk Reynando


"Kamu percaya sama Jhonatan?"


"Iya, aku percaya padanya. dia lebih bisa di percaya dari pada kamu"


"ooohh.. jadi kamu suka sama Jhonatan?" Rey menendang kursi mobil Jhonatan


"kapan kau merayunya hah?"


"saya tidak pernah merayu nona muda tuan"


"Sayang kamu kenapa sih? siapa bilang aku suka sama Jhonatan?"


"kamu lebih percaya sama dia kan dari pada sama suamimu sendiri"

__ADS_1


"tapi bukan berarti suka"


"pokoknya tidak boleh. mulai sekarang kamu jangan dekat dekat sama dia"


"Iya iya" Kinan mencoba melepaskan pelukan Reynando. Namun Rey semakin erat saja memeluk Kinan.


"kenapa kamu tidak marah?"


"apa? kamu berharap aku marah?


"tidak, hanya heran saja"


"kenapa heran? dia saja mengacau di pernikahan kita, aku yakin Resepsionis kamu pasti salah paham"


"terus kenapa kamu dingin pada ku?"


"aku hanya ingin mendengarnya langsung dari kamu"


"baiklah, bagaimana kalau sekarang ke perusahaan, biar tidak ada lagi yang salah mengenali nyonya dari perusahaan Real Estate"


"Terserah saja"


"Oiya satu lagi" Kinan mendongakkan kepalanya


"Aku tidak mau kamu dekat dekat dengan teman masa kecil mu itu"


"kenapa?"


"aku sudah bilang kemarin lusa kan? pokoknya aku tidak membutuhkan alasan apapun untuk melarang istri ku dekat dekat dengan pria lain"


"iya iya aku mendengarkan mu"


"awas saja kalau kamu berani mendekati dia lagi, akan aku tendang dia dari jabatannya di kampus mu"


"awas saja jika kamu berani melakukan hal itu"


"kenapa tidak? jika kamu tidak mau hal itu terjadi, maka menjauhlah dari dia"

__ADS_1


Kinan menelan ludahnya sendiri. Mendengar Ancaman dari Reynando benar benar membuat Kinan merinding sendiri, terpaksa dia hanya diam. mencoba menenangkan kembali pikirannya dan kembali membenamkan wajahnya di dada bidang Reynando. bau maskulin pada tubuhnya memberikan kenyamanan bagi dirinya.


tidak terasa dia sudah terlelap dalam dekapan suaminya, Rey hanya tersenyum membelai lembut kepala Kinan dan berharap semoga hubungan mereka selalu baik baik saja.


__ADS_2