
"Katakan ada apa?"
Reynando menyadari kegelisahan di raut wajah Kinan.
katakan tidak ya?. Kinan benar benar bingung. jika dia tidak memberi tahu pada Reynando, biar bagaimana pun dia adalah suaminya
"Jika tidak ada yang ingin kamu katakan aku berangkat dulu" Rey sudah bangkit dari duduknya. waktu itu Rey baru saja selesai sarapan pagi, dan selama sarapan Kinan berdiri tidak jauh dari tempatnya. seperti ingin menyampaikan sesuatu namun juga terlihat tidak berani mengutarakannya.
greeepp..
" Kak tunggu...." Kinan meraih tangan Reynando, sontak saja Reynando terkejut. dia terus memandangi tangan Kinan yang memeganginya
"Ah maaf..." Kinan melepaskan tangannya ketika menyadari bahwa Reynando tidak suka di menyentuhnya. walaupun sebenarnya adalah sebaliknya.
"ada apa?" Suaranya masih penuh dengan tekanan. Rey tidak suka saat Kinan melepaskan tangannya.
"Aku.. aku mau kerja" ucapnya setelah akhirnya dia mengumpulkan keberaniannya.
Rey tidak menjawab, dan terus memandang wajah Kinan dengan masih tidak berekspresi
"Terserah" Rey berbalik dan pergi meninggalkan Kinan. iya... persis seperti yang dia pikirkan. Rey masih tidak peduli dengan Istri kecilnya itu.
__ADS_1
_______
"Jhon... siapkan salah satu pengawal untuk mengikuti kegiatan Nona setiap hari" Perintah Reynando
"dan jangan biarkan dia tau, suruh orang Mu untuk menyamar. Dan....
kirimkan foto atau video yang dia lakukan setiap harinya" lanjut Reynando ketika mobil sudah melaju menuju perusahaan.
"Baik tuan" jawab Jhonatan
saya tau tuan, sebenarnya.. jauh di lubuk hati mu. Nona sangatlah penting. tapi kenapa kau malah menyiksa dirimu sendiri. Jhon menatap tuannya di balik kaca spion mobilnya. Jhonatan melihat tatapan kosong disana. Jhonatan mendesah lesu, tidak mengerti apa yang terjadi di antara mereka.
"Oiya tuan.." Rey merespon dan melihat ke arah Jhonatan
Reynando memijat mijat dahinya, bukan pusing atau sakit kepala. namun bingung bagaimana nantinya menghadapi keluarganya. karena selama satu Minggu ini, Rey bahkan tidak membawa Kinan kepada keluarganya.
"Baiklah, katakan pada mereka. akhir pekan ini aku akan membawanya" Reynando mengalah jika berurusan dengan keluarganya. karena jika Rey tidak membawa Kinan ke Mansion, bisa jadi keluarganya yang akan berkunjung Apartemennya. dia tidak mau, keluarganya mengetahui bahwa dirinya bahkan tidak satu kamar dengan istrinya. bisa lebih gawat lagi masalahnya nanti
"Baik tuan"
Mobil terus melaju, menembus dinginnya pagi hari kota paris. karena hari ini hari senin, jalanan terlihat padat. bahkan akan berdampak macet apabila tidak berangkat sepagi mungkin. Reynando larut dalam lamunannya. memperhatikan gedung gedung tinggi di kotanya, bahkan menara Eiffel yang menjulang tinggi, yang tentu saja menjadi simbol bagi negara tersebut. terlihat dari jalanan itu.
__ADS_1
________
Karena jadwal kuliah Kinan Pagi sampai Siang hari. saat Reynando sudah pergi, Konan bergegas bersiap dan berangkat dengan angkutan Umum, tidak membutuhkan waktu lama Kinan sudah sampai di depan pintu gerbang Universitasnya. banyak sekali para bule berlalu lalang dan keluar masuk disana
"Sangat indah"
Kinan merasa takjub, ternyata Universitas itu jauh lebih indah dari pada di foto google saat dia mencari informasi tentang Universitas itu.
Kinan memasuki gerbang, tapi dia bingung harus pergi ke arah mana. biar bagaimanapun ini baru pertama kalinya baginya. bahkan dia masih tidak memiliki satu teman pun di kampus itu.
Bismillah, Wallahu A'lam... Kinan mengatupkan tangannya meminta bantuan Dzat yang maha kuasa agar diberi kelancaran atas semua urusannya.
Tanpa ragu Kinan melangkah lebih jauh lagi, Kinan tidak heran dengan suasana di sana, yang begitu terbuka. dari segi kebebasan, penampilan dan yang lainnya. karna biar bagaimana pu di sini berbeda dengan di negaranya. yang kebanyakan wanita di tuntut untuk berhijab seperti dirinya oleh orang tua mereka. namun tidak di tempatnya saat ini. yang berbeda adat dan agama.
Meskipun begitu, di Universitas itu masih dapat di hitung Mahasiswi yang menggunakan hijab. jadi dirinya tidak membuat sesuatu yang akan disorot oleh semua mata. mungkin ini bukan pertama kalinya bagi mereka melihat seseorang yang sangat tertutup
ketika terus menyusuri lorong gedung yang banyak sekali para mahasiswa dan dosen. Kinan di kagetkan dengan seseorang memanggil namanya.
"Kinan"
sapa seseorang dari belakang. siapa? bukannya ini Paris, kenapa ada yang mengenaliku. Batin Kinan
__ADS_1
Karena penasaran Kinan membalik kan badannya dan melihat siapa pemilik suara yang memanggilnya.