My Possesive CEO

My Possesive CEO
Pelakor?


__ADS_3

"habis ini kita kemana ma?" tanya Kinan setelah menghabiskan makanannya


"apa kamu tidak mau ke perusahaan Reynando?"


"Apa boleh ke sana?"


"kenapa tidak, kamu kan istrinya sayang" Jena memegang tangan menantunya.


"Tapi Kinan tidak tau dimana perusahaan kak Rey mam"


"Nanti mama suruh supir antar kamu ke perusahaan"


"terus mama pulangnya gimana?"


"pasal mama Kamu tidak perlu khawatir, intinya kamu mau tidak?"


"Mau ma"


___________


Jhon.. Kinan mau ke sana. tolong kamu tunggu di depan ya. mama takut dia bingung nantinya.


itulah pesan yang Jena kirim ke nomor hp jhonatan setelah Kinan sudah berlalu dengan sopirnya.


Perjalanan cukup lancar, jalanan juga tidak macet. setengah jam berlalu dan Kinan sudah berada di depan gedung yang tinggi menjulang mencakar langit. itulah gedung Real estate yang menjadi jantung ekonomi di negara Prancis.

__ADS_1


"apa perlu saya antar Nona?" tanya supir itu ketika sudah membukakan pintu mobil untuknya


"Tidak usah pak, saya masuk sendiri" ucapnya sopan dan tersenyum.


Setelah Kinan mulai masuk ke dalam, supir itu membawa mobil menuju tempat parkir dan menunggu Kinan kembali.


"Permisi, apa saya bisa bertemu dengan pak Rey" semua staf menoleh ke arah Kinan


"apa anda sudah membuat janji dengan Presedir?" menjawab dengan sopan


harus membuat janji dulu, tapi aku kan hanya ingin bertemu dengan suami ku.


"Belum" jawab Kinan jujur.


"Tapi saya istrinya, apakah perlu bagi ku untuk membuat janji temu dengannya" wajah para staf seketika berubah menjadi tidak bersahabat


"Istri? dengan penampilan seperti itu mengaku istri dari presedir Rey" ucap salah satu dari mereka. dan terus memandang remeh Kinan dari atas kebawah dan dari bawah keatas, begitulah seterusnya.


"Apa nona tau? Istri presedir yang sesungguhnya ada di dalam"


"dan dia memiliki kriteria yang cukup untuk benar benar menjadi istri presedir, kami sudah banyak menemukan wanita seperti mu, yang menggunakan nama sebagai wanita presedir, namun itu hanya untuk mengelabui kami dan merayunya. lebih baik anda urungkan niat anda, atau anda suka di sebut sebagai pelakor?"


pelakor? apakah pantas istri yang sesungguhnya di sebut pelakor? mungkin di dalam memang ada istri lain dari kak Rey.


"Baiklah, maaf mengganggu kerja kalian, saya ingin menitipkan ini pada presedir kalian" Kinan berbalik dan pergi dari tempat itu setelah memeberikan sekotak makanan pada para staf di meja resepsionis.

__ADS_1


di waktu yang bersamaan Jhonatan muncul dari balik pintu lift khusus presedir. ketika melihat ke arah pintu keluar, Jhon melihat Kinan sudah memasuki mobil dan dengan terburu buru mobil itu sudah berlalu. tak sempat lagi bagi dia untuk mengejarnya.


"kenapa tidak membiarkan wanita tadi masuk?" tanya Jhonatan.


"maaf tuan, wanita itu memberikan ini pada kami untuk di berikan pada Tuan Rey dan dia mengaku sebagai istri dari presedir, kami rasa dia hanya seorang pelakor. bagaimana mungkin dia adalah istri dari presedir sedangkan istrinya sedang ada di dalam"


Brakkk....


Jhon benar benar merasa tengah mempekerjakan seorang yang sangat bodoh


"Bagaimana kalian bisa berpikir seperti itu? apa setiap hari kalian bekerja tidak becus seperti ini?"


"kalian telah membiarkan orang yang salah masuk dan mengusir seseorang yang seharusnya kalian hormati" Jhon mengacak acak rambutnya sendiri merasa frustasi, jika tuannya tau dia yang akan menjadi sasaran kemarahannya.


"pergilah ke ruang HRD, ambil gaji kalian dan jangan pernah muncul lagi di kantor ini" Jhon mengambil kotak yang dititipkan Kinan di meja Resepsionis.


"tidak tuan, kami minta maaf. kami telah berbuat salah, tapi tolong jangan pecat kami" wajah kedua staf terlihat pucat, karena mereka tau konsekuensi jika di pecat dari perusahaan itu. tidak akan ada yang mau menerima seorang karyawan yang telah di buang oleh perusahaan Real Estate. dan mereka harus bersiap ketika kehidupannya akan benar benar berubah


"itu jalan yang terbaik bagi kalian, atau kalian sanggup menghadapi kemarahan tuan Rey? saat ini saja Tuan Rey sudah sangat marah pada kalian yang sudah membiarkan wanita di dalam masuk" Rey mengehembuskan nafas kesal.


"Dan sekarang? kalian mengusir istri yang sesungguhnya dan memberikan kesalah pahaman di antara mereka, apa kalian berpikir tuan Rey akan membiarkan kalian tetepa berada di sini?" Jhonatan berbalik dan melangkah kan kakinya


"jadi cepatlah tinggalkan perusahaan ini sebelum aku melihat kalian disini lagi" kembali melangkahkan kakinya dan berlalu dari meja Resepsionis.


kedua Staf lunglai terduduk di lantai. tamat sudah kehidupanku. begitulah yang di pikirkan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2