
Waktu sarapan pagi sudah tiba. semua menu pagi ini sudah di hidangkan. dengan dua wanita yang sudah terlatih setiap hari tentu saja sarapan itu menjadi sangat mewah, meskipun tidak semewah makanan di restoran. namun mampu membuat semua orang menelan ludah.
keluarga Abraham juga sudah berkumpul, kecuali Reynando.
"panggil suami mu untuk sarapan" ucap Jena
"aku disini" belum sempat menjawab perintah ibu mertuanya, orang yang di tunggu tunggau saat itu sudah muncul terlebih dahulu. dan duduk di tempat dia biasanya.
"Kinan, duduk lah di samping suami mu" ucap Abraham, sepertinya pria itu masih marah pada cucu kesayangannya itu. Kinan mengangguk dan duduk di samping Reynando.
Rey seperti acuh tak acuh dengan keberadaan Kinan di sampingnya, bahkan seperti tak menganggap dirinya. Abraham dapat membaca pikiran cucunya.
"Rey.. kau sudah meminta maaf padanya?" tanya Abraham. Rey tak menjawab dan terus menikmati makanannya
"Rey.. kakek sedang bicara sama kamu" Suaranya mulai meninggi.
"untuk apa?" ucapnya dingin masih tak menghiraukan tatapan marah semua keluarganya yang ada di meja tersebut
"Untuk apa kau tanya?" Bentak Abraham
"kau sudah bersalah padanya. dan kau berkata untuk apa?"
"Heh... aku bersalah padanya? dari awal aku sudah tidak ingin menikahinya. tapi kakek.. kau yang memaksaku untuk menikah dengannya" Rey menghentikan ucapannya.
"kau hanya memintaku untuk menikah dengannya, tidak untuk yang lain. dan sekarang, tepatilah janji mu padaku"
"Bukankah aku sudah memberi pilihan sebelumnya. kenapa kau setuju?" tanya Abraham
__ADS_1
"kalau kau memang tidak mau hidup dengan Kinan, kau boleh talak dia saat ini juga. Aku juga tidak akan membiarkan di hidup dengan orang yang terus bergantung pada masa lalu" Ucapnya
tuhan pernikahan bukanlah permainan, apa harus aku bercerai dengan suami yang baru aku nikahi😔
Rey benar benar marah mendengar perkataan kakeknya. Rey beralih pada Kinan yang tertunduk di sampingnya. Reynando meremas dagu Kinan dan mengangkat wajahnya
"kau puas sekarang? kau tidak hanya membuat perselisihan di keluarga ku, tapi kau juga membuat keluargaku membenci ku. kau puas sekarang?" Bentak Reynando yang membuat Kinan menangis di saat itu juga. Rey menghempas wajah Kinan saat melihat dia menangis.
"dasar anak durhaka, apa yang kau lakukan pada istri mu" kali ini Will yang mulai berteriak pada putranya. sedangkan Jena bergegas menghampiri menantu kesayangannya.
"sayang kau tidak apa apa?" tanya Jena dan mendekap tubuh Kinan yang tersedu sedu.
"besok aku akan kembali ke Paris, terserah kalian mau membawa atau tidak putri kesayangan kalian ini" ucap Reynando melirik sinis ke arah Kinan
"Jika kalian membawanya, sesuai janji kakek pada ku, aku akan membawanya tinggal bersama ku"
Selepas itu Rey sudah meninggalkan mereka semua. Keluarga Abraham menatap sedih ke arah Kinan.
"Tidak kakek, kakek tidak bersalah. mungkin ini sudah takdir Kinan. Kinan melakukannya juga demi almarhum kakek Kinan, jadi Kinan Ikhlas seperti apa masa depan yang akan Kinan hadapi" Kinan menghibur Abraham yang menunjuk kan raut menyesal.
"kau memang anak yang baik" Abraham membalas senyum manis cucu menantunya.
Rey seperti biasa mendengarkan di balik dinding antara ruang tamu dan meja makan. disana dia mendengarkan pembicaraan Kinan dan keluarganya.
ternyata begitu, kau setuju menikah dengan ku karena permintaan terakhir kakek mu?.
Kebenciannya terhadap Kinan bertambah berlipat lipat. Rey semakin marah dan ingin menyiksa Kinan habis habisan ketika mengetahui dia terus menerus mempermainkan perasaan Reynando.
__ADS_1
"Kenapa kau berbohong sama Mama? dia tidak pernah meminta maaf pada mu kan?" Tanya Jena ketika suami dan Ayah mertuanya itu meninggalkan ruang makan.
"kenapa Kinan? kau boleh mengatakan yang sebenarnya sama mama"
"Kinan tidak mau membuat perselisihan di antara kalian" ucap Kinan begitu tenang.
"tapi pada akhirnya, dia yang membuat perselisihan di antara keluarganya sendiri"
"Tapi ma.. mungkin kak Rey hanya sedang marah saja"
"tapi malah dirimu sayang. yang menjadi pelampiasannya saat dia marah"
"Kinan Ikhlas kok ma"
"Apa kau mencintaia anak mama?"
Deg...
Rey menunggu jawaban dari Kinan. ini dia yang ingin dia dengar. dan Kinan bingung dengan perasaannya sendiri.
Cinta?. Batin Kinan.
Apa kau mencintaiku?. Reynando
Bersambung....
Hai para Reader...
__ADS_1
maapkeun Author ya karena upnya lama.... Author lagi sakit dan sekarang baru enakan, jadi baru boleh nulis lagi sama misua🤗
supaya Author tetap semangat walau dalam keadaan yang kurang sehat. Author minta like dan komennya dong 😘 sekalian sama votenya ya❤️❤️❤️