
"Kenapa kamu menutupinya dengan selimut?"
Kinan memunggungi Reynando dan bersembunyi di balik selimut
"aku... aku kedinginan" jawabnya
"kamu kedinginan?" perasaan Ac sudah aku matikan. Rey tersenyum, mengerti dengan tingkah istrinya yang tengah malu malu kucing
"Aku peluk ya"
Kinan kembali terbelalak saat Rey mengikutinya ke dalam selimut dan memeluk tubuhnya dari belakang. Malam ini memang sangat dingin apalagi bagi mereka yang habis bermain hujan sampai berjam jam. Namun tidak saat Rey mulai memeluk tubuh Kinan, Perasaan hangat mengalir di tubuh mereka.
"sudah tidak dingin lagi?" tanya Rey dengan lembut. Kinan mengangguk
"Ribet bicaranya kalau kamu menghadap ke sana" Rey malah membalikkan badan Kinan menghadap dirinya, namun karena malu Kinan membenamkan wajahnya di dada bidang Reynando.
"Apakah... aku boleh mengatakan sesuatu?"
"Katakan saja"
"Aku menginginkan mu malam ini" Bisik yang penuh aura menggoda menghembus di telinga Kinan yang sudah memerah. Lelaki dalam pelukannya, yang tak lain adalah suaminya sendiri tengah menginginkannya untuk memenuhi tugasnya sebagai seorang istri.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu diam saja?" Rey mengangkat wajah Kinan, yang ternyata wajah itu tengah tersipu. Dan Kinan tidak berani menatap mata suaminya.
"kalau kamu diam, maka aku akan anggap jawaban mu adalah iya" Dan Kinan masih diam saja.
"Baiklah kalau begitu" Rey tersenyum dan membuang Selimut yang tadinya menutupi mereka.
"Sayang..." Kinan menghentikan gerakan tangan Reynando yang mulai melucuti bajunya
"tapi... aku takut" Dan Rey tersenyum. iya, biar bagaimana pun itu adalah baru pertama kalinya bagi Kinan, dan tentu saja dia merasa takut.
"Tenang saja, aku akan lebih lembut" bisik Rey dan terus mengembangkan senyum penuh kebahagiaan di bibirnya.
"Bisakah kamu mematikan lampunya?" pinta Kinan
"Aku... Aku malu" Kinan semakin membenamkan wajahnya
"Kenapa malu? aku kan suami mu"
"Tapi sayang"
"sudah tidak apa apa. Ok!"
__ADS_1
Dan Kinan mulai menurut agar tidak mematikan lampunya.
Sehelai demi sehelai baju sudah terlepas dari tubuh Kinan dan dia semakin tersipu malu karena Rey sudah bisa melihat seluruh tubuhnya.
"Cantik" bisiknya.
Leher jenjang Kinan begitu membuat Rey tergoda dan tidak tahan akan memberikan sebuah tanda kepemilikannya disana.
"Aku mencintai mu"
Tangannya sudah menyentuh bagian bagian positif Kinan, dan hal itu berhasil membuat erangan kecil dari bibir mungilnya.
Dan terjadilah hal hal yang hanya di ketahui oleh sepasang suami istri.
suara desahan lembut mengiringi suara derasnya hujan di luar apartemen. Malam yang seharusnya dingin, tidak untuk mereka yang tengah melakukan olah raga malam. dan terdengar beberapa kali Rey mengatakan betapa dia mencintai Kinan.
Ruangan yang kedap suara itu tentu jelas membuat seseorang yang tengah berada di luar kamar tidak mendengar ada aksi panas di dalam kamar. Jhonatan tidak kembali pulang karena derasnya hujan di luar Apartemen. dan dia berniat untuk bermalam di sana dan tertidur di sofa.
sudah tidak dingin lagi, dan malah bercucuran keringat di antara keduanya. Setelah cukup puas meluapkan hasrat yang selama ini iya tahan. bagaikan seorang yang tengah berpuasa dan akan melampiaskannya ketika sedang berbuka. Rey juga melakukan hal yang sama, setelah beberapa kali akhirnya dia menghentikan aksinya karena tidak tega melihat Kinan yang sudah kelelahan.
Setelah aksi panas mereka selesai, Kinan langsung jatuh tertidur, sedangkan Reynando yang masih mengatur nafasnya tidak henti hentinya mengecup seluruh wajah Kinan.
__ADS_1
Tersirat kebahagiaan di wajah putih Reynando, Kinan memberikan pengalaman pertamanya untuk dirinya dan juga begitu sebaliknya. baginya tidak ada hal yang lebih membahagiakan dari apapun dengan malam itu.
"Terimakasih sayang, aku sangat senang. ternyata aku adalah yang pertama untuk mu" Setelah cukup puas melihat wajah cantik istrinya ketika tertidur, Rey memutuskan untuk menemaninya dan berbaring di sampingnya. Pelukan yang erat itu mengisyaratkan bahwa Rey tidak akan pernah melepaskan wanita dalam pelukannya.itu