
"Kak Rey"
Kinan senang bukan main ketika melihat seseorang yang sangat dia kenal, Yaitu Reyfandra. Teman masa kecil sekaligus tetangganya saat mereka masih kecil dulu. Namun Mereka tidak lagi mendengar kabar satu sama lain setelah Reyfan tamat Sekolah Menengah Pertema, keluarga mereka pindah ke kota, sejak saat itu tidak ada kabar di antara keduanya.
saat itu Kinan baru saja lulus Sekolah Dasar dan usianya masih sangat kecil. tapi yang membuat Kinan kaget, Reyfan masih mengenalinya meskipun sudah banyak perubahan padanya.
"Ternyata benar, kamu kuliah disini"
"Kak Reyfan kok tau aku kuliah disini"
"Ada deh"
"Btw... Kinan Mau kemana?" tanya Reyfan
"Oiya kak... ini Kinan lagi mau menyelesaikan Administrasi, tapi tidak tau dimana kak"
"kalau gitu bareng kakak aja, Gimana?"
"boleh nih kak?" Reyfan mengangguk
"Kakak tidak sibuk kan?" tanyanya lagi
"tidak, ayo"
Akhirnya mereka berdua berjalan beriringan kembali menyusuri jalan di lorong gedung yang ramai itu. menaiki beberapa tangga menuju ruang pembayaran administrasi. sambil berbincang dan tertawa bersama. hingga keduanya tidak ada yang menyadari bahwa ada seseorang yang sedang mengikuti dan sudah mengambil beberapa foto mereka.
__ADS_1
Reyfan tergolong dengan pria tampan, tubuh ideal seperti seorang model. gaya rambut yang berantakan menambah daya tarik tersendiri baginya dan dia juga mandiri. meskipun terkadang wajahnya tidak pernah tersenyum namun banyak mahasiswi di universitas itu mengidolakannya.
Visual Reyfandra....
"Kak Rey... kuliah disini?"
"iya" jawabnya
saat sudah sampai, Kinan langsung membayar semua administrasi. baru di dapatnya daftar kelas dan ruangan yang akan dia ikuti. Semua berjalan dengan lancar, karena hari ini hari pertamanya. Kinan masih tidak mempunyai jadwal hari ini.
"ke kantin yuk" ajak Reyfan dan di angguki oleh Kinan.
________
Reynando membanting Hp mahal yang di genggamnya, ketika mendapat notif chat dari pengawal yang mengikuti Kinan.
Foto foto yang menunjukkan Kinan tengah tertawa riang di depan Pria lain, dan itu berhasil memprovokasi emosi Reynando.
ini bukan pria yang ada di foto waktu itu, benar benar hebat. bisa bergonta ganti pria dalam waktu dekat. aku pikir aku salah menilai dia, tapi ternyata memang benar.
Tangannya mengepal bergetar, Wajah tampannya merah padam. terlihat jelas kemarahan di wajahnya. sedangkan Jhon yang memberi laporan terhadap tuannya hanya diam di tempat.
"Cari tau siapa pria itu, dan apa sebenarnya hubungan mereka" Reynando seperti terbakar api cemburu, namun karena tak berani mengungkapkannya dan malah memendamnya sendiri sehingga itu menjadi beban bagi dirinya.
__ADS_1
"Baik tuan"
setelah memberi hormat, Jhonatan pergi meninggalkan ruangan itu. memberi ruang pada Reynando.
Braakk
Kamu benar benar hebat Kinan, tidak hanya sekali kau mempermainkan ku. Reynando memukul Meja kerjanya dengan penuh tenaga. Rey memejamkan matanya, mencoba menenangkan pikirannya. namun pikirannya kalut. disisi lain dia tidak ingin peduli pada Kinan, tapi disisi lain Hati kecilnya terus mendorong dirinya untuk lebih peduli. bahkan sangat possesive dengan apa yang di lakukan Kinan.
________
"Rencananya nanti mau ke mana Kin?" sambil menikmati hidangan yang mereka pesan. Hanya di sebuah kantin, terdapat Makanan mewah, menurutku ini untuk kalangan atas. pikir Kinan, mereka menikmatinya dengan berbincang bincang hangat seputar keluarga mereka masing masing.
"Rencananya sih mau nyari kerja sambilan kak" Kinan menyeruput jus terakhirnya.
"sudah dapat belum?"
"Belum kak, ini kan masih rencana Kinan saja"
Reyfan manggut manggut.
"eemm.. kakak punya temen disini, dia punya restauran.. dan kayaknya kemarin kakak dengar dia lagi butuh karyawan. kamu mau tidak?"
"Beneran kak" Kinan benar benar girang mendengar penuturan Reyfan
"kayaknya sih... soalnya masih belum pasti" jelasnya
__ADS_1
"Gimana kalau nanti kita kesana, sekalian tanya tanya" lanjutnya
"setuju" Kinan tersenyum, mengiyakan ajakan Reyfan. Mereka segera menghabiskan sisa makanan mereka, dan bergegas menuju tempat yang ingin mereka tuju.