
Real Estate, Perusahaan yang selama ini menjadi induk perekonomian di negara Prancis. Perusahaan yang bisa terbilang paling sibuk di negara itu. pegawai yang tak pernah lelah, terlihat masih lalu lalang mengejar kesibukan mereka masing masing.
Di tempat Resepsionis sepertinya ada sedikit kegaduhan. seorang wanita cantik tengah berdebat dengan staf resepsionis tersebut.
"apa nona sudah mempunyai janji dengan pak Rey?" tanya Resepsionis itu sopan dan dengan begitu begitu sombongnya wanita itu menjawab
"Aku tidak butuh janji untuk bertemu dengan Reynando"
"Maaf nona. itu berarti anda tidak bisa bertemu dengan pak Rey"
"Kamu berani melarang aku?" Bentaknya dan menggebrak meja Resepsionis
"maaf nona, itu sudah peraturan yang di tetapkan oleh perusahaan kami" jawab Resepsionis yang satunya
"Apa kamu tau? aku adalah istri bos kalian. awas saja nanti, akan aku usir kalian dari sini ketika bertemu dengan suamiku" ucapnya lantang, tentu saja membuat dua resepsionis dan seseorang yang melihat mereka terbelalak mendengarnya. memang benar satu bulan yang lalu mereka mendengar kabar bahwa presedir mereka telah menikah. Namun sayangnya mereka tidak pernah bertemu bahkan melihat istri presedir mereka.
dua Resepsionis itu tengah berpikir apa benar wanita yang ada dihadapannya adalah istri pemilik perusahaan dimana mereka tengah bekerja.
"Masih melarang ku untuk bertemu dengan suamiku sendiri?" tantang wanita itu
"tidak nona, silahkan ikut saya. saya akan mengantar mu menuju ke ruang Presedir" Salah satu dari mereka mengantar wanita itu menuju lift khusus untuk menuju ruangan Presedir
Dasar manusia manusia tidak tahu di untung.
Awas saja mereka, akan aku adukan mereka pada Reynando nanti. gumamnya
__ADS_1
ting....
Pintu Lift terbuka, Staf wanita tersebut menunjukkan jalan menuju ruang Reynando.
tok tok...
"masuk" jawab seseorang dari dalam
"Ada apa?"
"Maaf Sekertaris Jhon. ada istri Presedir di depan"
secepat itukah?. Batin Jhonatan
"Kinan? kenapa dia kesini?" tanya Reynando namun wajahnya terlihat senang.
"Maaf tuan, tadi ibu anda mengabari saya bahwa nona Kinan akan datang"
"suruh dia masuk" ucap Reynando pada Staf wanita tersebut
"Baik tuan" setelah memberi hormat wanita itu berlalu. dan tak lama setelah itu, munculah wanita yang sangat tidak asing bagi mereka, namun bukanlah wanita yang di harapkan kehadirannya karena dia bukanlah Kinan.
"Veya" Gumam Reynando
"Hai sayang" Dengan tidak tahu malu wanita itu berhambur ke dalam pelukan Reynando
__ADS_1
"aku kangen banget sama kamu" masih memeluknya erat
"kenapa kamu kesini?" ucapnya.
"Tentu saja untuk bertemu dengan calon suamiku"
"maaf nona silahkan lepaskan pelukan anda" Namun Veya seperti tak pernah mendengar peringatan itu
"apa kamu tidak dengan apa yang di ucapkan seketaris ku tadi?"
"Dia hanya sekertaris mu" mendongakkan wajahnya dan memasang senyum secantik mungkin. "tidak masalah jika aku tidak mendengarkannya" membenamkan kembali wajahnya di dada bidang Reynando.
Namun setelah mendengarkan hal itu, Jhonatan tidak segan segan menghempaskan tubuh Veya sehingga membuatnya menjauh dari tubuh Reynando
"Maaf nona. mungkin saya memang hanya sekertaris dari tuan muda. namun saya juga tangan kanannya, yang mampu melakukan apapun tanpa meminta ijin darinya asalkan hal itu bisa membuat tuan muda sendiri merasa nyaman" Jhonatan membelakangi Reynando, berbicara lantang di hadapan mantan pacar tuannya.
Veya berdecak kesal, dia menatap Reynando meminta perlindungan darinya. sekaligun untuk membuktikan bahwa yang di katakan sekertarisnya itu tidak berlaku apapun di hadapannya. karena dia masih merasa bahwa Reynando masih sangat mencintainya.
Namun sayang, Rey diam saja bahkan tidak menghentikan Jhonatan yang memarahinya.
"Sayang. apa seperti ini seseorang yang kau pilih untuk menjari tangan kanan mu?"
"dulu selalu aku yang memilihkan apapun untuk mu, dan selalu aku yang memberikan solusi untuk apapun yang berkaitan dengan mu"
"Mungkin jika dulu aku bersamamu aku tidak akan membiarkan orang sepertinya untuk berada di dekat mu" sindir Veya
__ADS_1