
Akibat kenakalan Reynando, membuat badan Kinan sakit semua. Saat subuh Kinan mandi membersihkan dirinya yang terlihat berantakan. ada begitu banyak bekas kepemilikan yang ditinggalkan Reynando di tubuhnya
"Dasar kak Rey" omel Kinan.
"untung aku memakai hijab, kalau tidak aku tidak tau bagaimana menghadapi semua orang" lanjutnya
"Kau sedang mengutuk ku?" Ucap Rey yang tiba tiba sudah berada dalam kamar mandi
"sayang, kenapa kamu disini?" Kinan tengah malu malu karena tubuhnya tidak terbalut kain sedikit pun.
"Kenapa?" Rey mendekat dan membuka satu persatu bajunya, sedikit senyum licik terlihat di bibir **** Reynando.
"Kak Rey mau ngapain?" Kinan mundur perlahan
"apa kamu malu?" Kinan sudah tidak bisa mundur lagi, dan Rey menarik tubuh Kinan yang telanjang agar menempel pada tubuhnya yang juga sudah tidak memakai apapun.
tubuh kekar Reynando memang sangat menggoda, tapi Kinan sudah terlalu lelah dengan aksi semalam.
"bagian mana dari mu yang tidak terlihat olehku?" perkataan Rey membuat Kinan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya
"kak Rey, cepat mandi. sebentar lagi masih harus sholat subuh" ucap Kinan mengalihkan pembicaraan
"Bagaimana kalau satu kali lagi" bisiknya nakal
"Kak Rey sudah, aku sudah tidak sanggup lagi. bukannya kakak nanti harus ke kantor?" Kinan mencoba menghentikan tangan suaminya yang sudah berkeliaran kemana mana
"Memangnya kenapa?" tidak menghiraukan
"pasti kak Rey akan capek kalau masih mau melakukannya sekali lagi"
"kata siapa? justru hal itu bisa membuatku lebih bersemangat lagi" bantah Rey. dan Kinan akhirnya terpaksa menuruti kemauan suaminya dan sekali lagi Rey menerkam Kinan di dalam kamar mandi.
_______________________________________
"Kinan sayang, kenapa wajahmu pucat sekali? apa semalam tidurmu tidak nyenyak?" tanya mama Jena ketika melihat menantu kesayangannya terlihat sangat lesu dan pucat
"Tidak papa ma, Kinan baik baik saja" jawab Kinan
"Sepertinya Rey semalam sudah membuat mu kelelahan" ucapan kakek Abraham membuat pipi Kinan memerah seperti udang rebus
"Kakek, jangan menggoda istri ku" jawab Rey merangkul Kinan dalam pelukannya. "Lihat.. sudah se malu apa dia" Rey malah ikut ikutan menggodanya, semua orang yang duduk di meja makan malah terkekeh mendengar ucapan Reynando. Kinan tak segan segan mencubit keras lengan suaminya
__ADS_1
"Sudah sudah, Rey kamu makan yang banyak. sebentar lagi masih harus berangkat ke perusahaan" ucap mama jena menambah daging di atas piring Rey dan juga Kin
"Kinan hari ini libur kan?" lanjutnya dan di angguki oleh yang ditanya
"kalau begitu kamu bisa ikut Rey ke perusahaan. mama yakin Rey masih sangat merindukan kamu" tebak mama Jena
"Lihat saja, dari tadi tidak mau melepaskan pandangannya dari kamu" dari tadi mama Jena memang sudah memperhatikan anaknya, memperhatikan Rey yang sudah berubah drastis. saat ini dia semakin menyayangi istri kecilnya
"Memang mama yang paling ngertiin Rey"
"Tidak usah ma, Kinan pasti bosan kalau harus diam saja di perusahaan. mending Kinan di rumah saja" tolak Kinan
"kenapa? kamu ga mau seharian nemenin aku?" tanya Rey yang sudah sedikit emosi karena Kinan tidak mau ikut ke perusahaannya.
"Bukannya gitu kak, nanti aku malah ganggu pekerjaan kakak di sana"
"Siapa bilang? kamu tidak pernah menganggu ku"
"Baiklah, Aku akan ikut". Sebenarnya Kinan senang jika ikut Rey ke perusahaannya, hanya saja dia tidak mau mengganggu pekerjaan yang sudah beberapa hari di tinggalkan oleh suaminya
"Kita berangkat ya ma" setelah berpamitan pada semua anggota keluarga. Kinan dan Reynando melangkah keluar dari rumah
"Nona ikut?" tanya jhonatan yang melihat Kinan berjalan menghampirinya
"Iya kak" jawab singkat Kinan
"Jangan sering sering bicara dengan dia" Rey malah menyuruh Kinan untuk segera masuk ke dalam mobil
"Kenapa malah menyapa istriku?" sewot Rey
"Kalau mau bertanya, jangan sama dia. tanya saja padaku" lanjutnya lagi dan menyusul istrinya ke dalam mobil
kalau sudah jatuh cinta, tuan muda menjadi semakin galak.batin Jhonatan dan kemudian segera duduk di belakang kemudi.
"Kakak, kenapa pagi pagi malah marah marah. ga baik loh"
"Aku ga suka kamu terlalu banyak bicara dengan pria lain" Rey sudah membenamkan wajah Kinan di dalam dadanya
"Tapi, kak Jhonatan bukan orang luar kan kak?"
"Sudah jangan banyak bicara lagi" emosi Rey, entah kenapa semakin hari dia menjadi semakin posesif saja
__ADS_1
"kamu bahagian kah Jhon, dia slalu membela kamu" Lanjutnya lagi
"Tidak tuan" mau tidak mau, Jhonatan harus segera menghentikan kecemburuan tuannya yang sudah menjadi jadi
Perjalanan cukup berjalan lancar selain Kinan, yang tidak ada henti hentinya Rey terus mengganggu istrinya
"Lain kali, Kinan ga mau ikut kakak lagi deh" sebal Kinan
"Tuh lihat, bahkan hijab Kinan yang sudah rapi malah menjadi berantakan kayak gini. semua gara gara kakak" lanjutnya ngambek
"Memang kamu terlihat cantik kayak tadi mau diperlihatkan sama siapa? kalau bukan sama suami?mau di perlihatkan sama Jhonatan" pertanyaan Rey membuat Kinan semakin sebal
"Saya tidak berani tuan muda" jawab Jhonatan cepat tidak mau menjadi sasaran kemarahan tuannya
"bukan begitu kak .. emang buat kakak sih, tapi ga harus di berantakin kayak gini kan kak?"
"Emang kakak ngapain dari tadi?" ledek Rey membungkam Kinan yang sudah tidak tau harus menjawab apa.
Kinan membuang muka dari suaminya
"Sudah sudah jangan ngambek. kakak makin sayang kalau kamu ngambek" bukannya di bujuk malah tambah di ledekin
"sudah sini, bukannya hanya hijab? bisa di perbaiki lagi kan?" bujuk Rey
Iya juga sih, tapi entah kenapa Kinan selalu merasa emosi ketika sedikit saja Rey mengganggunya. ini tidak seperti biasanya Kinan merasa seperti ini
**BERSAMBUNG....
HAI READER**
Sesuai janji Author, akan lebih sering update. ya... walaupun hanya satu atau dua episode dalam sehari. Author mohon maklum ya...
di komen dong biar makin semangat nulisnya
oiya.. jangan lupa mampir di novel terbaru Author
Kekasihku Dari Dunia Fantasi
jangan lupa di baca ya dan tinggalkan jejak kalian juga disana
love you semua❤️❤️❤️
__ADS_1