My Possesive CEO

My Possesive CEO
Pengakuan Rey


__ADS_3

"sial..." umpat Reynando


"kenapa wanita itu bisa membuatku gelisah seperti ini" lanjutnya


Besok adalah hari pernikahannya, setelah mengalami perdebatan yang heboh dengan keluarganya, Reynando pergi kekamarnya dengan kesal. semenjak saat itu dia tidak berhenti berpikir. apakah yang akan menikahi gadis itu benar benar Jhonatan? seperti itulah yang dipikirkan.


ini semua gara gara Jhonatan. kenapa harus menyukai gadis jelek itu. batinnya lagi


Sudah hampir seminggu ini Reynando bahkan tidak nyenyak dalam tidurnya. setiap kali memejamkan matanya. selalu terlihat wajah Kinan yang cantik. tidak ada henti hentinya wajah cantik itu menghantui Reynando.


mungkin memang benar, tidak semua wanita gila harta. jika di lihat wanita itu wanita baik baik. tapi...


awalnya Veya juga terlihat sangat baik... sampai akhirnya...


aaaggghh..


teriaknya.... Reynando mengacak acak rambutnya sendiri. sudah seperti orang gila. sudah sangat lama dia tidak se stres saat ini.


*****


Mataharia sudah berganti rembulan dengan sinarnya yang redup. Langit begitu cerah tak berawan, sehingga mampu memperlihatkan sinar sinar benda kecil yang ada di atas langit. Bintang bertebaran sangat indah menjadi pelengkap malam itu.


di Mansion super megah dikawasan itu tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahan. Reynando hanya berdiam diri di kamarnya seharian ini. tidak melakukan apapun. bahkan tak membiarkan seorang pun mendekat pada kamarnya


waktu makan malam sudah tiba barulah dia mau keluar setelah beberapa kali dimarahi oleh ibunya.


"Rey kamu benar tidak mau makan malam"


"iiisshhh, mam... sudah berapa kali Rey bilang. Aku tidak mau makan malam" jawab Rey dan mengabaikan pintu yang sudah hampir mau di hancurkan oleh mamanya


"Rey Capek... mau tidur" lanjutnya

__ADS_1


capek? bahkan dia tidak keluar sama sekali seharian. dan dia bilang capek. Jena menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya


"Baiklah... jika kamu tidak mau makan malam... mama akan benar benar menikahkan gadis itu dengan Jho...." ucapannya menggantung ketika tiba tiba Rey sudah ada di depannya.


Rey melewati mamanya dan menuju meja makan.


jadi, kau benar benar tertarik dengan calon istri Mu nak?. Jena merasa tenang, setelah beberapa tahun dia khawatir putranya tidak akan pernah tertarik untuk menikah, akhirnya takdir memberikan seorang yang bisa membuat hari kerasnya itu tergerak.


Semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan. menikmati hidangan malam yang sederhana. meskipun mereka keluarga kaya, mereka tetap menyukai hal hal yang sederhana seperti makan malamnya saat ini. tidak ada satupun dari mereka yang membuka suara, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling bersautan.


tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah mengakhiri makan malamnya. barulah mereka membuka suara.


"Bagaimana persiapannya?" tanya Abraham pada tangan kanannya, Indra. Pria paruh baya yang setia pada keluarga Abraham.


"persiapan sudah selesai tuan"


"Baiklah.. Oiya Jhon dimana?" tanya Abraham kemudian


Braak...


lagi dan lagi Belum sempat menanyakan apapun Rey sudah meletakkan gelasnya dengan tenaga kuat. sehingga menimbulkan suara yang membuat semua orang terkejut.


"Untuk apa kalian memanggilnya kesini?" tanyanya masih santai namun penuh dengan tekanan.


"kenapa Rey?" tidak ada yang berani menjawab namun mamanya tau. putranya tidak akan memarahi ibunya sendiri


"Untuk apa kalian memanggilnya?" tanyanya sekali lagi


"Kalian masih berencana menikahkan Jhonatan dengannya" yang dimaksudnya adalah Kinan.


"Kakek hanya mau menanyakan persiapan pernikahan Jhon..."

__ADS_1


"Kakek masih berencana menikahkan Jhonatan dengan gadis itu" suaranya sudah mulai meninggi.


"Kenapa kau marah? kau cemburu?" tanya kakeknya


"Tidak" jawab Rey tanpa berpikir.


"ya sudah... untuk apa kau menikah kalau kau bahkan tidak menyukainya?" Abraham ingin tau yang sebenarnya apa yang di pikirkan cucunya itu.


"Lalu.. Jhon apa kau menyukainya?" beralih pada Jhonatan


"Tidak... dia tidak meyukai gadis seperti dia" yah malah Rey yang menjawab.


semua orang beralih memandang Reynando. kenapa pria kejam ini bertingkah seperti anak kecil. seperti itulah pandangan mereka pada Rey. dan Rey mengerti arti tatapan itu.


"Ok cukup" Will angkat suara


"Rey... apa kau yang mau menikahi gadis itu?"


IYAA


jawabnya lantang dan polos. Rey tidak menyadari perkataanya yang terlontar begitu saja ketika papanya menanyakan hal itu.


Semua orang tersenyum mendengar pengakuan Reynando. akhirnya dia mengaku juga. Dan sialnya Rey baru menyadari ucapannya sendiri. wajahnya merah karena Malu. tanpa mengatakan sepatah katapun dia berlalu meninggalkan keluarganya di ruang makan. semuanya tertawa melihat tingkah anak mereka.


"Anak nakal. akhirnya dia mengakuinya juga" ucap Jena


"ya... padahal Ayah memanggil Jhonatan hanya untuk menanyakan persiapan untuk Rey besok" ucapannya terhenti dan tersenyum


"tapi dia masih saja salah paham dengan pernikahannya sendiri" semua orang tertawa tapi tidak dengan Jhon, dia tersenyum kecut melihat kebahagiaan keluarga di depannya


Tuan tuan,, sepertinya kalian sangat bahagia melihat saya akan disiksa habis habisan oleh putra kalian.

__ADS_1


__ADS_2