
saat Adzan subuh berkumandang, meskipun dengan keadaannya sangat menyedihkan, Kinan tak pernah melupakan kewajibannya sebagai muslimah. Tetep bersujud memohon pengampunan dan di beri ketabahan di setiap keadaannya. Tak ada rasa putus asa dalam hatinya. tak ada rasa benci meskipun takdir sedang mempermainkannya. Dia percaya bahwa ujiannya adalah tanda kasih sayang dari Tuhannya. itu adalah ujian ku, batinnya
setelah melesaikan sholatnya, Kinan menarik kan selimut pada Reynando. dia tau saat ini suaminya tengah marah padanya. meskipun dia sendiri tidak tau apa penyebab kemarahan suaminya itu. Kinan tak pernah melupakan tugasnya sebagai seorang istri meskipun nantinya penderitaan yang akan menjadi balasannya. dipandangnya wajah damai Reynando saat dia terlelap yang bahkan tak menyadari ada pergerakan di sekitarnya.
aku akan menunggu mu kak, menunggumu membuka hati untuk ku, namun.. jika pada akhirnya kakak tak juga bisa membuka hati untuk ku. mungkin kakak memang bukanlah takdir ku. hingga sampai saat itu, aku akan rela melepaskan mu.
tapi maaf untuk saat ini jika aku egois, aku akan tetap mempertahankan Mu disisi ku, bagaimana pun itu caranya. meskipun disini aku yang akan tersakiti.
Kinan meninggalkan Rey sendiri untuk menyiapkan air hangat untuknya. setelah selesai, diapun turun ke bawah. saat di perjalanan menuruni tangga, Kinan baru menyadari bahwa kediaman Abraham begitu mewah. Luas dan indah dengan arsitektur modern. Kinan sempat takjub dengan pandangan yang layaknya istana itu di depan matanya, yang tentu saja berbeda dengan rumahnya sendiri. yang sangat sederhana itu.
"Sayang kamu sudah bangun?" tanya Jena ketika berpapasan dengan menantunya.
"iya tante" jawab kinan sopan
"kok Tante siiih? panggil mama dong" pinta mama
"iya ma"
"pintar... kamu mau kemana sayang?" tanya Jena
"mau kedapur, siapin sarapan pagi" ya sudah ayuk bareng.." ajak Jena yang kemudian menarik tangan menantunya itu.
__ADS_1
"kamu tau tidak, Papanya Rey itu kalau bukan mama yang masak. tidak mau makan dia"
"iya kah ma?"
"iya sayang, meskipun masakan mama tidak sehebat koki koki mama di paris, tapi kata papa masakan mama ga ada duanya" muncul tawa dibibir wanita wanita cantik itu.
sepertinya, papa sangat mencintai mama. seandainya Kak Rey juga bisa mencintai ku. mungkin aku akan sebahagia mama sekarang.
"Kinan..."
Jena menyadari bahwa Menantunya sedang melamun. "kenapa sayang?" tanyanya
"Rey sudah meminta maaf pada Mu?"
Kinan enggang untuk menjawab, apakah dia harus berbohong dan mengatakan bahwa Rey sudah meminta maaf padanya meskipun sebenarnya tak ada rasa bersalah sedikit pun.
"sudah ma"
Maafkan Kinan ma, Kinan tidak mau hanya karena masalah kemarin menjadi keributan lagi nantinya.
"benarkah?" tanya Jena memastikan
__ADS_1
"iya ma"
Kinan mengangguk dan memberikan senyuman terbaiknya pada ibu mertua cantiknya itu.
"tapi Kinan. dia buka pria yang mudah untuk meminta maaf, kamu tidak membohongi mama kan?" tanyanya sekali lagi
"tidak ma.. Kak Rey beneran sudah minta maaf sama Kinan"
"eemm yasudah ayo ke dapur" Ajak Jena setelah merasa yakin.
Disisi lain, Rey berada di balik dinding didekat Jena dan Kinan sebelumnya mengobrol. mendengarkan pembicaraan Mama dan istrinya.
kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya sama mama. Batin Reynando.
Sebenarnya Reynando sudah terbangun sejak Kinan berada di dalam kamar mandi. Diam diam Reynando memperhatikan dia ketika tengah Sholat. secara samar, Reynando juga mendengar Kinan menyebut nama suaminya itu di dalam doanya.
Namun, meskipun sudah terlihat jelas wanita seperti apa Kinan sebenarnya, Rey masih tidak bisa menerima pengkhianatan Kinan pada dirinya yang saat itu memang sudah menjadi tunangannya. namun kenapa? kenapa Rey tidak menyakan hal yang sebenarnya terjadi pada Kinan. kenapa lebih mempercayai selembar foto yang di terimanya.
sudah jelas, trauma yang dialaminya ketika masih bersama Veya, membuatnya tak mempercayai semua wanita. butuh waktu lima tahun untuknya melupakan kenangan pahit itu. namun, setelah kembali menerima wanita. Rey mengetahui bahwa dirinya diam diam di khianati kembali.
Marah? jelas dia masih marah, karena biar bagaimana pun. Kinan sudah menempati kekosongan hatinya.
__ADS_1