
"Hai Reynando Sayang, selamat ya" sapanya yang membuat semua orang diam membisu
Veya menjulurkan tangannya menunggu balasan dari Reynando.
Greeepp...
"jaga tingkah laku mu nona". Jhon yang sedari tadi berdiri di samping Reynando untuk berjaga jaga akan sesuatu hal yang tidak di inginkannya secara spontan menghalau tangan Veya
Veya menarik kasar tangannya. siapa sih nih cowok, tapi boleh juga. dengan tatapan genit mencoba untuk merayu Jhonatan. Sayang sekali Jhonatan bukan lah orang yang mudah tertipu dengan wanita sepertinya. Dengan tatapan tajam dan aura yang seperti akan membunuh Jhon menatap Veya.
wanita ini pasti wanita yang membuat tuan membenci semua wanita. batin Jhonatan
"jika anda hanya ingin merusak acara tuan saya. sebaiknya anda pergi, sebelum anda menjadi wanita pertama yang merasakan sikap kasar saya" ancam tegas darinya.
Issshh
ternyata tidak semudah yang aku kira. Batinnya lalu mencoba mengabaikan Jhonatan. dan berniat mendekati Reynando kembali, namun belum melangkah satu langkah pun, gelagatnya sudah di sadari oleh Jhonatan. dan langsung menghalangi Veya dengan berdiri di depan Reynando yang kemudian membelakanginya.
"bisa minggir tidak sih" ucap Veya yang mulai kesal
Rey hanya diam saja. Kinan yang awalnya menggandeng tangannya kini dilepas olehnya. sepertinya ada yang salah. batin Kinan, wajahnya berubah sendu.
siapa wanita ini?. begitulah batin semua para tamu, begitupun dengan keluarga Fahmi.
"jangan melewati batas" intonasi bicaranya sudah meninggi, mengartikan bahwa kesabarannya tinggal sedikit lagi
__ADS_1
"Ok.. biarkan aku berbicara dengannya, aku tidak akan mengacau" pinta Veya yang juga sudah kesal dengan tingkah Jhonatan yang menurutnya berlebihan
"Biarkan dia" perintah Reynando yang akhirnya membuka suara.
"tapi tuan..."
"Biarkan dia" sekali lagi
Apa yang di lakukan oleh Rey. apa benar dia belum melupakan wanita ini. Batin Jena yang sudah gelisah melihat adegan menegangkan di depannya.
Rey sudah kembali di tempatnya membiarkan Veya maju mendekati Reynando. Veya tersenyum penuh kemenangan melihat Jhonatan yang kesal di samping Mantan kekasihnya itu.
"Sayang... aku rindu sekali sama kamu" wanita cantik itu tanpa rasa malu memeluk Reynando di depan semua orang. tentu saja membuat hal itu menjadi bisikan semua orang yang ada disana.
begitu sakit, baru saja di hari pernikahannya sudah menyaksikan hal yang membuat hatinya rapuh. Kinan memalingkan pandangannya. air matanya menetes, mengalir di wajah cantiknya, dia tidak bisa menahan rasa sakitnya. suami yang bahkan belum dia sentuh, sudah berada dalam pelukan orang lain.
Abraham, Will, Fahmi dan Jhonatan sudah melangkah ingin menghampiri Veya. namun di hentikan oleh Reynando.
"kau juga merindukan ku kan?" Rey tidak menjawab. Veya kembali tersenyum puas dengan sikap Rey yang menerima ketika di peluk olehnya.
pandangan Veya terhadap Kinan begitu meremehkannya ketika Kinan saat itu kembali melihat ke arah suaminya yang di peluk manja oleh wanita tak di kenal itu. dia suami mu, tapi hatinya adalah milik ku. begitulah pandangan yang tersirat di mata Veya.
Kinan berlari meninggalkan acara pernikahannya menuju ke kamar yang semula dia tempati. Jena dan Aini menyusul putri mereka.
__ADS_1
Braakk. ...
Jhon mendorong kuat tubuh Veya sampai akhirnya dia terjatuh.
"sudah saya peringatkan sebelumnya... jika nona hanya ingin mengacaukan acara tuan saya, saya tidak akan segan segan lagi" ucap Jhon dengan Aura yang sangat menakutkan. Veya berhasil membuat emosinya memuncak.
"kau tidak lebih seorang pengawal baginya. kau tau aku siapa? aku adalah wanita yang di cintai oleh tuan mu"
Plaakk....
tamparan itu melayang di wajah cantiknya yang kini memar karena tamparan yang penuh tenaga dari Jhonatan.
"beraninya kau....
lihat saja nanti, ketika aku menjadi istri dari Reynando, kau yang terlebih dahulu akan aku tendang" teriaknya
"akan saya tunggu nona" jawab Jhon meremehkan
"pengawal, usir wanita tidak tau malu ini dari sini secepatnya" teriak Abraham yang sudah tidak bisa menahan emosi melihat Veya yang sedang mengacau di pesta pernikahan putranya
"lepaskan" dua pengawal sudah menarik tangan Veya dengan paksa.
"Rey.. aku sudah mengirimkan hadiah di ponsel mu, aku yakin kau akan suka dengan itu" teriaknya lagi sebelum dia benar benar menghilang dari ruangan.
Acara sudah sangat kacau, semua para tamu bergosip tentang kejadian tadi. mengatakan tentang diamnya Reynando yang di peluk wanita lain di hadapan istrinya sendiri dan betapa malangnya nasib Kinan.
__ADS_1