
"Sial... aku harus mencari tuan muda kemana?" sudah beberapa kali Jhonatan menghubungi Reynando. Namun tidak ada satupun panggilannya yang terjawab.
"Semoga tidak terjadi apa apa padamu tuan.. kalau tidak, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri" Gumamnya dan masih terus berlarian mencari ke setiap kamar hotel.
Disisi lain, Reynando memang tidak menyadari adanya panggilan telepon dari Jhonatan karena dirinya yang sedang berada di dalam kamar mandi. dia juga berpikir, Jhonatan akan segera menemuinya.
___________
"Tuan.. Tuan.. ternyata anda ada disini?" Rey terlihat kaget melihat Jhonatan yang tengah tergesa gesa. Rey baru saja keluar dari kamar Hotel, dirinya sudah sangat segar dan kebetulan Jhonatan juga muncul di depannya
"Kamu tidak tau aku ada disini?" Jhonatan masih terlihat ngos ngosan.
"Tidak Tuan, dari tadi saya sudah mencari anda kemana mana" jelasnya
"bukannya kamu yang membawaku kemari?"
"Tidak tuan"
"Siapa yang membawaku kemari kalau bukan kamu" gumamnya, Rey merasa ada yang aneh.
"Apa anda mau saya periksa rekaman CCTV?"
__ADS_1
"Tidak perlu, waktu penerbangan sebentar lagi. jangan sampai terlambat" ucapnya dan di angguki oleh Jhonatan.
Meskipun Masih ada yang mengganjal di hati Reynando, namun demi kepulangan dan secepatnya untuk bertemu dengan istrinya. Reynando tidak menyelidiki apapun. Dia yakin tidak ada sesuatu yang terjadi.
Tepat jam 10, pesawatnya lepas landas. Rey memilih menggunakan Jet pribadinya. lebih cepat dan tidak bising. dia bisa lebih bersantai tanpa ada gangguan apapaun. tidak henti hentinya Rey memikirkan Kinan, dia juga khawatir dengan apa yang sebenarnya terjadi semalam. Namun tetap saja, seberapapun dia berusaha mengingat kejadian semalam, masih tidak menemukan apapun dalam ingatannya.
Setelah beberapa saat Rey terlelap, mungkin dia benar benar lelah dengan pekerjaannya selama dua Minggu di sana. Rey bangun setelah merasakan pesawat pribadinya mendarat dengan sempurna. dia memang tidak memberi kabar pada Kinan bahwa dia akan pulang hari itu. Rey ingin memberikan kejutan padanya.
"apa yang di lakukan Nona Muda hari ini?" tanyanya ketika dia sudah melaju meninggalkan bandara
"Menurut informasi dari Lauren, Nona muda sedang kuliah tuan" Jhonatan masih fokus dengan kemudinya.
"Suruh Lauren pulang ke Mansion, kita yang akan menjemput nona muda"
Mobil terus melaju di kota Paris yang cukup panas, tidak butuh waktu lama Rey sudah berada di depan gerbang kampus Kinan. dia menjadi sorotan seluruh mahasiswa bagaimana tidak, orang penting di negaranya terlihat tengah sedang menunggu seseorang. entah siapa yang membuat sang penguasa tersebut menunggu dengan sabar? begitu pikiran para mahasiswa di sana. bagaimanapun sikap dan ekspresi yang di tunjukkan oleh Rey, terlihat sangat tampan di mata para kaum wanita. Namun, berita tentang pernikahannya juga membuat tidak sedikit wanita patah hati.
Kinan melihat keramaian di luar gerbang kampusnya. dia yang tengah bersama dengan Fira dan Reyhan tengah bertanya satu sama lain, siapa yang bisa membuat menarik perhatian banyak orang. Reyhan sudah bisa menebak siapa yang ada di sana, namun memilih diam.
"Oiya... Pengawal kamu itu dimana Kinan? tumben tidak kelihatan" tanya Fira penasaran, karena semenjak Kinan keluar dari kelas dia tidak melihatnya sama sekali
"Iya juga ya.." Kinan celingukan mencari Lauren yang sudah menghilang entah kemana
__ADS_1
"Biasanya dia seperti perangko yang selalu menempel padaku, tumben dia hilang" lanjut Kinan
"Mungkin dia ada di luar kampus, kenapa tidak mencarinya ke sana" Ajak Reyhan
"Iya juga Kin, aku juga pengen lihat siapa yang ada di sana" ajak Fira, karena Reyhan sepertinya juga ingin memastikan siapa yang ada di luar
"Baiklah"
Akhirnya mereka bertiga melangkah hingga keluar gerbang, Kinan terbelalak dengan siapa yang tengah dikerumuni banyak orang.
"Kak Rey" gumamnya.
ternyata benar dia. Reyhan
Suami Kinan benar benar indah di pandang, Subhanallah. Fira melotot dengan keindahan yang Tuhan ciptakan di depan matanya.
"Tuan... nona muda ada di sebelah sana" Ucap Jhonatan ketika melihat nona mudanya muncul. Rey mengikuti arah telunjuk Jhonatan, dia merasa senang karena melihat istrinya yang sudah lama dia rindukan. namun senyumnya memudar ketika melihat pria yang ada di samping istrinya.
Namun dia menepis kekesalannya, dia sudah tidak bisa menahan ingin memeluk Kinan, meskipun itu didepan umum sekalipun. Rey melangkah menuju tempat istrinya berada, terasa canggung menurut Kinan karena biar bagaimana pun masih banyak mahasiswa yang memperhatikan.
tanpa aba aba Rey langsung saja memeluk Kinan membuat para mata terbelalak dan mematung tidak percaya, sedangkan Fira sampai menutup mulutnya yabg ternganga melihat keromantisan seorang tuan Muda di depannya.
__ADS_1
"Sayang, aku rindu sekali sama kamu"