My Possesive CEO

My Possesive CEO
Secercah Pagi


__ADS_3

"Selamat pagi sayang"


Kinan mengerjap ngerjapkan bola matanya saat sinar matahari mengenai dirinya.


"Selamat pagi" Jawab Kinan juga penuh senyum, sesaat dia melupakan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka semalam. Saat dia curiga dengan senyuman di wajah Suaminya dia menyadari adanya sesuatu yang aneh, dan ternyata benar saja. semalam bukan lah mimpi. Namun kenyataan yang sebenarnya. Kinan keburu menutupi wajahnya ke dalam selimut.


"Sayang.... kamu mau tidur lagi?"


"tidak"


"kenapa berada di dalam selimut lagi?"


"ti... tidak apa apa"


Rey membuka secara paksa selimut yang menutupi tubuh istrinya


"Sayang.... kamu mau ngapain?" Kinan mencoba menahan selimutnya. "Aku tidak memakai apapun" lanjutnya malu malu


"Adakah sehelai rambut mu yang belum aku lihat?" pipi Kinan memerah, benar yang di katakan Reynando. tubuhnya sudah sepenuhnya ia lihat.


"Sayang... apakah hari ini kamu tidak ke perusahaan?" mencoba mengalihkan pembicaraan, dan karena Rey menghentikan paksaannya untuk membuka selimut. Kinan memperlihatkan wajahnya. "Bukankah sebaiknya kamu mandi dulu, sepertinya ini sudah siang" lanjutnya, Rey mendekat dan tersenyum

__ADS_1


"kamu mau ngapain sayang?" mencoba untuk melindungi dirinya


"Apakah.... kamu sedang menggodaku dengan mengajak ku mandi?"


"Apa?" Teriak Kinan, dia sudah tidak bisa mengontrol dirinya. lagi lagi suaminya itu tengah mempermainkannya.


"Aku menyuruhmu mandi, bukan mengajak mu mandi" Rey me main mainkan rambut Kinan


"Tapi aku ingin mandi dengan mu" lagi lagi menggodanya


Tanpa aba aba Rey sudah membawa tubuh Kinan dalam pangkuannya. meskipun Kinan mencoba memberontak hal itu tidak berhasil ia lakukan. Rey sudah membawanya ke dalam kamar mandi, dan menaruh dengan sangat hati hati tubuh Kinan ke dalam bathup


Dan acara mandi itu akan terjadi sangat lama. mau tidak mau Kinan menuruti kemauan suaminya untuk mandi bersama. Mereka terlihat saling menggosokkan punggung masing masing. ada kalanya Kinan mengusili Reynando dengan mencipratkan air dan busa ke arahnya.


____________


Setelah berjam jam di dalam kamar mandi, Akhirnya kedua pasangan itu keluar dari tempat pertapaan mereka.


"Kamu mau kemana?" Tanya Rey saat melihat Kinan terburu buru hendak pergi ke luar tanpa menggunakan hijabnya


"Aku mau keluar, aku takut jika berdiam lama lama disini" sindir Kinan. Rey tertawa mendengar ucapan istrinya.

__ADS_1


"iya ... sebaiknya kita cepat keluar, disini ada hawa hantu yang kuat"


"dan hantu itu suka sekali memakan wanita" Kinan menekuk wajahnya, sekali lagi berhasil membuat Rey tertawa


"Pakai dulu hijab mu" perintahnya setelah puas meledek Kinan


"inikah di rumah, tidak apa apa kok meskipun tidak memakai hijab. kan hanya kamu kita penghuni disini" Protesnya


"Kamu mau memperlihatkan kepala dan leher jenjang mu itu pada Jhonatan? kalau begitu keluar saja sana" Rey mulai kesal, padahal kan Kinan lupa kalau di rumahnya masih ada Jhonatan yang menginap di sana. sebelum Rey bertambah marah Kinan bergegas mengambil Jilbab dan segera memakainnya, setelah itu dia kabur ke dapur. dan ternyata Jhonatan sudah menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Kak Jhon ini kau yang memasak?"


"Iya nona"


"wah hebat, Ternyata kak Jhon pintar juga memasak. tidak seperti seseorang yang hanya tau makan saja" Menyindir Reynando dan kebetulan saat itu, yang disindirnya baru saja sampai di meja makan. dengan cepat Kinan menutup mulutnya


Rey melirik tajam pada Jhonatan, karena berhasil membuat Kinan membandingkan dirinya dengan sekertarisnya itu.


Seharusnya nona tidak mengatakan hal itu, karena aku yang akan menjadi pelampiasannya, Hiks.


"Nona, tuan muda sebenarnya lebih jago dari pada saya dalam hal memasak" ucapnya saat dia mendapat tatapan tajam tersebut

__ADS_1


"Benarkah? tapi aku tidak pernah melihat kak Rey memasak"


"Lain kali aku akan memasak untuk kamu" Rey sudah duduk dan mulai menikmati makanannya.


__ADS_2