
Saat memasuki kamar dengan nuansa yang sangat romantis. dengan bunga mawar yang bertabur diseluruh ranjang. sangat cocok untuk mereka yang baru saja menikah.
namun tidak dengan Rey dan Kinan, dari semenjak mereka beristirahat tak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. diam membisu, Rey menyandarkan dirinya di sofa di ruangan itu, dengan mata tertutup dia mencoba menenangkan pikirannya.
Kinan hanya berdiri, tidak tau apa yang harus dia lakukan.
"kenapa kau disana?" tanya Rey ketika menyadari istrinya masih berdiri di dekatnya.
"kamu istirahatlah. nanti aku akan membangunkan mu ketika acara akan di mulai" lanjut Rey.
nada suaranya dingin. namun dia cukup perhatian pikir Kinan.
dia tidak seburuk seperti yang aku pikirkan. Batin Kinan kemudian mengangguk dan melangkah ke arah ranjang dengan ukuran king size di tengah tengah kamar.
Kinan membuka riasan hijabnya. begitu juga dengan hijab yang sedari tadi pagi bertengger di kepalanya. terlihatlah leher jenjang putih bersih miliknya. sesuatu yang sangat dia muliakan dan dia jaga yaitu, auratnya. sesuatu yang selalu tertutup rapat, tanpa ragu kini dia buka di hadapan suaminya. Hal itu membuat Rey kembali terpesona dengan kecantikan Kinan. Kinan yang saat itu membelakangi dirinya tidak sadar bahwa Reynando tak pernah sedikitpun memalingkan pandangannya dari Istri cantiknya itu.
__ADS_1
jadi seperti itulah dia, ketika tidak memakai hijab?. batinnya
Kinan membalik kan badannya, dan saat itulah pandangan mereka bertemu. pandangan yang tidak bisa di artikan oleh siapapun. teramat dalam, mampu membuat hati keduanya berdegup kencang. saat Rey menelusuri wajah istrinya, ingin sekali untuk menyusuri setiap inci wajah dan leher Kinan yang membuatnya haus. namun sayang sekali, Rey terlalu tinggi Gengsi pada istrinya sendiri.
Sampai akhirnya Kinan memutarkan badannya kembali membelakangi suaminya. dia tidak tahan jika terus di tatap dalam seperti itu oleh Rey. Kinan berlari ke arah kamar mandi, membersihkan riasannya di sana. toh nanti masih harus di make up lagi.
Disisi lain, wajah Reynando memerah, dia sudah melihat wajah cantik yang sesungguhnya dari Kinan, melihat bagian yang mungkin orang lain tidak melihatnya.
namun hanya satu yang sampai saat ini dia masih menjadi tanda tanya bagi Reynando, yaitu ketika Kinan berbicara. seperti apakah suaranya, apakah selembut tingkah lakunya. pikirnya.
"kakak tidak sholat?" tanya Kinan mencoba menghentikan kesunyian di antara mereka.
"tidak... kau saja" jawab Reynando singkat
lengkap sudah, suara yang di tunggu keluar dari mulutnya kini sudah dia dengar. tutur bahasanya sesuai dengan tingkah laku dan sifatnya.
__ADS_1
sepertinya dia wanita baik baik. batin Reynando yang merasa lebih tenang di saat mendapatkan istri sebaik dan se sholehah seperti Kinan.
Reynando hanya memperhatikan Kinan yang tengah khusyuk dalam ibadahnya. begitu sejuk di pandang. gumamnya.
********
Acara sebentar lagi akan dimulai. Kinan yang tadinya sudah terlelap cukup lama, Rey membangunkannya untuk bersiap untuk acara selanjutnya. Para perias sudah datang dan memasuki kamar mereka.
Tidak butuh waktu lama, Para perias sudah melakukan finishing mereka. Kinan kembali menjadi seorang putri malam itu. Rey menggandeng tangan istri cantiknya. menuju ke tempat Acara.
semua mata tertuju pada tokoh utama malam itu, Reynando dan Kinan. banyak yang memuji akan ke cocokan mereka. Cantik dan tampan begitulah yang mereka ucapkan.
Namun sayangnya, Rey masih memasang wajah tak berekspresinya. dia hanya diam saja, tidak tersenyum bahkan menyapa pada Kinan di sampingnya. Hal itu membuat Kinan kembali gugup. Pikiran Rey kembali melintas pada kejadian lima tahun lalu. masa masa disaat dia masih bersama dengan Veya.
jika saja, hari itu tidak terjadi. mungkin yang ada di sampingku adalah Veya. batin Reynando.
__ADS_1
bukannya merasa senang dengan pernikahannya namun membuat Rey kembali membenci setelah ingatan masa lalunya melintas di pikirannya. Hati yang tadinya mulai tergerak sudah keras kembali. apalagi setelah melihat mantan kekasihnya itu tengah berjalan mendekat pada mereka. Mungkin keluarganya yang lain tidak terpikirkan akan kehadiran Veya dalam pernikahan Reynando. Namun tidak dengan Reynando yang sudah menebak sebelumnya, dan ternyata benar saja wanita gila harta itu dengan begitu tidak tahu malu hadir di hadapannya.