My Possesive CEO

My Possesive CEO
Sakit


__ADS_3

"kak Rey kemana?, sudah semalaman tidak pulang"


Kinan mondar mandir di ruang tamu, sejak perdebatannya kemarin Reynando pergi dari apartemen dan semalaman tidak pulang. Kinan khawatir, pikirannya campur aduk.


Brakkkk...


Pintu terbuka, Kinan terkejut saat melihat suaminya sedang di papah oleh sekretarisnya, Jhonatan.


"Kak Rey..." Kinan panik dan berlari menghampiri Jhonatan dan membantunya memapah Reynando, Namun Kinan berhenti ketika tepat berada di depan pintu kamar yang menjadi larangannya selama ini.


"Kenapa Nona?"


"kak Jhon, aku... aku.. tidak boleh masuk ke dalam kamar kak Rey" wajahnya berubah menjadi sendu


"keadaannya berbeda Nona, sekarang lambung Tuan Muda sedang kambuh, kamu mau membiarkan Tuan Muda menjadi semakin parah?" Kinan menggeleng


"lalu tunggu apa lagi, nona adalah istrinya. dan nona juga mempunyai tanggung jawab untuk merawatnya saat sakit, Apa nona berencana membiarkan orang lain merawat Tuan di kala keadaannya segenting ini?" perkataan Jhonatan sedikit memberi keberanian pada Kinan.

__ADS_1


benar, aku istrinya. sedingin apapun kak Rey padaku, seharusnya aku berusaha untuk memenangkan hatinya. bukan menjadi pengecut seperti ini. Kinan memantapkan hatinya agar lebih percaya diri lagi. Kinan akhirnya melangkah masuk memapah Suaminya. membaringkannya di tempat tidur yang berukuran king size. Kamar yang luas dan dominan, warna dark grey sangat cocok dengan karakternya yang dingin.


"sebentar lagi Dokter datang"


"sebenarnya... apa yang membuatnya menjadi seperti ini" Kinan sangat khawatir dengan keadaan Rey saat ini


"saya juga kurang jelas, kata penjaga bar tadi pagi, tuan sudah semalaman di sana. dan sepertinya tuan habis minum" Mereka berdua menghela nafas


saya tidak tau apa yang terjadi di antara kalian, saling peduli namun tidak ada yang mau mengungkapkannya.


Jhon membawa Kinan pada pintu yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri. saat di buka, ternyata itu adalah ruang baju. ada berbagai macam pakaian di dalamnya, jas kaos dan pakaian formal yang bermerk. tidak hanya itu, koleksi sepatu dasi dan jam tangan semuanya lengkap. dan yang membuat Kinan begitu tidak percaya adalah, ada sederet almari yang berisikan pakaian pakaian syar'i, lengkap dengan hijab hijab trendi saat ini. berbagai tas dan sepatu wanita juga menjadi koleksi di sana.


"Betul Nona, ini semua adalah milik anda. Tuan memang sangat dingin namun juga peduli padamu, sebelum pernikahan kalian tuan sendirilah yang menyuruh saya menyiapkan ini semua. meskipun saya juga tidak tau apa yang membuat tuan begitu marah pada Nona. tapi apakah anda tidak mau membela diri dan membiarkan kesalah pahaman ini berakhir?" tanya Jhonatan


Kinan mencerna semua yang dikatakan oleh Jhonatan. Namun suara bel keburu berbunyi, sepertinya dokternya sudah sampai, batin Kinan.


"Biar saya saja nona"

__ADS_1


Jhon berlalu, sedangkan Kinan terharu dengan apa yang telah suaminya siapkan untuknya. Kinan memandang dalam wajah yang sedang tidak berdaya di hadapannya.


sebenarnya apa yang membuat jarak di antara kita. Kinan menghela nafas.


"silahkan tunggu di luar dulu" kata dokter itu saat sudah berada di dalam kamar.


"Nona... apa sebenarnya yang terjadi di antara kalian?"


"aku juga tidak tau, tiba tiba saja kak Rey berubah sangat drastis" tutur Kinan dan menyandarkan tubuhnya di tembok depan kamar Reynando


"saya curiga, itu ada hubungannya dengan mantan Tuan Muda"


"yang di pernikahan itu?" tanya Kinan dan Rey mengangguk.


Jhonatan teringat dengan ucapan Veya. saat mengatakan sudah mengirim sebuah hadiah di Hp Reynando.


"saya tau. pasti ada sesuatu di Hp tuan Muda yang membuat kesalah pahaman di antara kalian" Kinan penasaran, namun Jhonatan memintanya untuk mempercayakan masalah itu padanya.

__ADS_1


__ADS_2