My Possesive CEO

My Possesive CEO
Permintaan Maaf (1)


__ADS_3

"Ternyata kak Rey wakil dewan disini?"


Sudah masuk jam istirahat, Kinan Fira dan juga Reyfan berkumpul di kantin kampus yang cukup megah untuk ukuran kantin.


"iya" jawabnya


mereka bertiga sedang bersantai menikmati makanan yang mereka pesan.


"kebetulan sekali kan? kita bertemu lagi disini setelah bertahun tahun" ucap Reyfan, dan Kinan hanya mengangguk dan tersenyum


"jadi.... wakil dewan sama Kinan sudah kenal lama?"


"iya" mereka menjawab serentak


dan Fira tersenyum menerka nerka hubungan di antara mereka.


"jangan mikir macam macam kamu ya" gubris Kinan sudah dapat melihat gelagat di dalam pikiran Fira


"tidak kok"


di tengah tengah canda tawa mereka Tanpa di sadari ada dua orang yang tengah berjalan menuju ke arah mereka. Suasana kantin menjadi riuh karena kehadiran orang yang sangat penting di kampus mereka. yaitu pemberi investasi terbesar di Pantheon - Sorbone.


"Sayang kamu ada disini, aku sudah mencari kamu kemana mana"

__ADS_1


Suara yang sangat tidak asing di telinga Kinan, membuat dirinya menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arah sumber suara.


"Kak Rey" gumamnya


Reynando melupakan bahwa perusahaannya adalah pemberi investasi di kampus yang di tempati oleh Kinan, tidak sulit baginya untuk menemukan informasi apapun mengenai mahasiswa mahasiswa disana.


tanpa meminta persetujuan mereka bertiga yang ada di meja. Jhonatan sudah menyiapkan satu kursi untuk tuannya.


"kenapa kamu kesini?" bisik Kinan pada suaminya


"kenapa? apa aku tidak boleh mengunjungi istriku? apa aku mengganggu mu?" pandangannya meluncur ke arah pria yang terlihat santai di samping kiri Kinan meskipun dengan keberadaan Reynando sekalipun.


"ISTRI?" Fira hampir tersedak makanan yang di makannya. dan tak henti hentinya dia melihat bergantian antara ketiga orang di depannya


"sayang, bukan kah ini keterlaluan? apa kamu mau ada salah paham disini?"


aduuhh kenapa jadi begini. Kinan menyentuh dahinya


"Kami duluan ya" Kinan menarik tangan Reynando dan membawanya menjauh dari Reyfan dan Fira


"kamu ngapain kesini?"


"aku hanya ingin menemui mu"

__ADS_1


"aku kan lagi kuliah, ketemunya bisa nanti di apartemen saja kan?" Kinan sudah mulai jengah, semenjak Reynando tidak menjelaskan kejadian kemarin padanya. Kinan benar benar malas berhadapan dengan suaminya itu. memang benar di dalam islam seorang istri harus patuh dan hormat pada sang suami, bagaimana jika suami tersebut selalu memberikan luka hati pada seorang istri, apakah sang istri hanya diam saja?. tidak, Kinan hanya berencana mendiamkannya namun tidak akan melupakan kewajibannya.


dia ingin memberi tahukan pada Reynando, bahwa dirinya tidak selemah yang dia pikirkan. hati seorang bisa saja berubah ubah kapan pun. begitu juga perilaku manusia.


"Apa kamu akan menemaniku jika di apartemen? dari kemarin kamu selalu menghindariku" Rey sudah memegang kedua lengan Kinan


"Bahkan kamu tidak mengerti, bahwa aku sangat mengkhawatirkan mu ketika kamu tiba tiba sudah tidak ada di apartemen?"


"Apa kamu berpikir aku melakukan hal itu tanpa sebab? apa kamu juga bisa mengerti aku?"


"Tidak kan? Kamu bahkan tidak tau penyebab perubahan ku, aku jadi ragu. apa hanya aku disini yang benar benar peduli sama kamu" Kinan melepaskan tangan Reynando


"Aku lagi sibuk, sebaiknya kamu kembali saja ke perusahaan mu" saat mendengar bel yang menandakan waktu istirahat sudah habis, Kinan segera berbalik dan hendak melangkah pergi


"tidak, aku akan menunggu mu pulang" Kinan menghela nafas panjang, dia benar benar tidak mau meladeni suaminya


"Terserah kamu saja" Kinan sudah berlalu. Reynando hanya diam memperhatikan punggung istrinya yang berjalan menjauh dari dirinya


Sama halnya seperti hubungan mereka, berjalan semakin jauh. hubungan yang dia bina dia juga yang sedikit demi sedikit menghancurkan hubungan tersebut.


"Aku akan menjelaskan semuanya padamu, ini memang salahku. tapi aku mohon jangan pernah menjauh dari ku"


Rey memutuskan untuk menunggu sampai Kinan pulang Kuliah. meskipun sangat lama dia bersabar menunggu, karena biar bagaimana pun permintaan maafnya tulus dia ucapakan. hanya saja Kinan masih tidak berniat untuk menerima permintaan maaf darinya. untuk membuat Reynando Jera, Kinan juga harus rela menjadi dingin dan tak berperasaan walau sebenarnya hatinya sangat sakit dan kesepian.

__ADS_1


__ADS_2