
Acara sudah berantakan. Abraham meminta maaf atas kejadian yang tidak di inginkan itu pada para tamunya. dan secara terpaksa acara di selesaikan saat itu juga
Praakk...
wajahnya memerah, karena bekas tamparan kakeknya dan juga karena kemarahannya.
"seperti itukah kamu memperlakukan wanita yang pernah menghina mu?" teriak Abraham saat berada Mansionnya
dengan berbagai cara, keluarga Abraham meyakinkan keluarga Fahmi untuk menyelesaikan masalah sebelumnya sampai akhirnya mereka setuju dan membiarkan keluarga Abraham membawa putri mereka.
"dan seperti itu caramu memperlakukan istri mu? kau baru saja menikah, dan kau.. sudah menyakiti hatinya" teriaknya lagi.
dengan terengah engah. pria yang sudah termakan usia itu memarahi cucunya.
"Kenapa kau diam saja saat dia memeluk mu?" tanyanya lagi.
Jena mencoba menahan kemarahan ayah mertuanya itu.
Reynando sudah tidak tahan lagi dengan omelan omelan keluarganya dan berlalu mengabaikan Abraham yang memaki maki dirinya. iya.. dia mengakui kesalahannya karena menerima pelukan dari mantan kekasihnya itu, Veya. namun ada sesuatu hal yang membuat dia marah, yaitu sebuah foto yang dikirim oleh orang tak di kenal di ponselnya.
saat berada di perjalanan pulang, Reynando merasa bersalah pada istrinya yang bahkan tidak mau berada dalam satu mobil dengannya. Kinan ikut dengan mobil Abraham menuju Mansion. saat di perjalanan Reynando menerima sebuah pesan dari nomor tidak di kenal. saat membukanya hal itu membuat wajah tampannya berubah menjadi merah padam.
mesra sekali. gumamnya
Namun urat nadinya sudah terlihat di bagian bagian leher dan tangannya.
Pesan yang dikirim orang asing itu adalah sebuah foto yang berisikan Kinan tengah di peluk oleh seorang laki laki yang tak di kenal oleh dirinya. di sudut foto itu ada sebuah tanggal yang menunjuk kan foto itu diambil dua hari sebelum pernikahan mereka. tentu saja itu membuat Rey semakin mendidih karena marah.
__ADS_1
ternyata aku salah menilaiMu. batin Reynando
bagaimana tidak. istri yang bahkan baru dinikahinya, istri yang bahkan belum dia sentuh seujung jari pun, dan istri yang terlihat seperti wanita terbaik ternyata adalah sama saja dengan wanita tercela di luar sana, pikir Reynando.
Kinan saat itu sudah berada di dalam kamar Reynando, menunggu kedatangan suaminya, dan menunggu penjelasan atas semua yang terjadi pada acaranya barusan.
Braakk....
pintu terbuka cukup kuat sontak saja membuat Kinan terlonjak kaget. munculah sosok yang di tunggu tunggu olehnya. Pria yang kini sudah menjadi suaminya semenjak beberapa jam yang lalu.
Namun bukan raut bersalah yang terpancar di wajahnya, tapi seperti api yang berkobar. entah apa yang membuatnya marah.
Kinan berdiri dari duduknya ketika Reynando dengan cepat menuju ke arahnya, dan berhenti tepat di depannya.
"kak....
tamparan melesat tepat di pipi cantik Kinan.
sakit.. rintihnya. bagaimana tidak, Rey menamparnya dengan kekuatan penuh. sebagai seorang perempuan, air mata Kinan mengalir begitu saja.
"menangis lah... gara gara keluargamu, aku harus menikahi wanita hina seperti mu" Reynando menjambak hijab Kinan dengan kuat.
"sakit kak" rintih Kinan.
"sakit? ini tidak seberapa dengan rasa saat di khianati" ucapnya dengan tajam.
apa maksudnya?. batin Kinan.
__ADS_1
"apa salahku kak" ucap Kinan di sela sela tangisannya menahan perih di pipi dan rambut yang belum di lepas oleh tangan suaminya.
"Salah mu?"
"Cih... jangan sok polos hanya karena kamu berkerudung. seharusnya aku tidak tertipu dengan wajah kotor ini"
Braakk...
tubuhnya tersungkur di lantai, Reynando benar benar marah padanya. sampai sampai tak membiarkan Kinan mengetahui kesalah pahaman apa yang terjadi dalam rumah tangganya itu
Reynando berjongkok menyamakan tubuhnya dengan tubuh Kinan yang masih terduduk tersedu sedu di lantai. dan mulai mencengkeram kuat dagu Kinan.
"jangan mentang mentang kamu sudah menjadi nyonya Abraham kamu akan berpikir akan mendapatkan uang yang berlimpah. bahkan satu persen pun aku tak sudi memberikannya" Reynando membuang wajah Kinan menjauh dari hadapannya. Rey benar benar muak dan benci setelah mengetahui sifat Kinan melalui foto yang bahkan belum tentu benar adanya.
Rey melempar bantal tepat pada wajah Kinan.
"satu hal lagi. jangan berharap mendapatkan hak mu sebagai istri, bahkan untuk melihat wajah mu aku sudah merasa jijik, jadi jangan berharap lebih"
mendengar ucapan suaminya Kinan tau akan maksud dari perkataannya. Kinan hanya menatap kepergian Reynando
sedangkan dirinya masih di tempat semula, Masih terduduk di lantai. apa salahku?. batin Kinan terus bertanya tanya ada apa dengan suaminya. kenapa sikapnya tidak seperti tadi sore saat menyuruhnya untuk istirahat. kenapa sekarang berubah menjadi pria yang sangat kejam, pikirnya. Kinan terus menangis dan memegangi pipi kirinya yang masih perih akibat bekas tamparan Reynando. tubuhnya begitu berantakan dan menyedihkan.
apakah ini balasan atas semua ketaatan ku pada Mu ya Rabb...
Lalu bagaimana nasibnya selanjutnya. Bahkan suaminya sendiri tak berniat untuk menafkahi dirinya. sedangkan dia akan di bawa oleh keluarga Abraham ke luar negeri. tentu saja Kinan yang saat itu masih kuliah harus melanjutkan sarjananya di sana. tapi dengan menggunakan apa?. dia yang sudah berstatus sebagai seorang istri,
tidak mungkin baginya untuk meminta pada orang tuanya, sedangkan dia seharusnya sudah ada suami yang bertanggung jawab atas semua keperluannya. haruskah dia mencari pekerjaan sendiri? entah lah. Kinan terus menangis membayangkan apa yang akan terjadi padanya di masa depan. Wajah cantik yang selalu menggambarkan kedamaian di setiap pandangannya kini berubah sendu. tak ada arti apa apa lagi di setiap pandangannya kecuali rasa kecewa pada dirinya sendiri
__ADS_1