
Sudah sangat larut, namun Reynando masih tetap menunggu Kinan untuk masuk ke dalam kamarnya. Sudah beberapa menit Rey terus mondar mandir memperhatikan pintu kamar. Namun tetap saja tak mendapatkan Kinan masuk ke ruangan tersebut.
Karena sudah tidak sabar Rey terpaksa pergi ke kamar sebelahnya dan Al hasil pintu kamar tersebut terkunci. mungkin saat itu Kinan memang berniat tidak ingin melihat suaminya.
sepertinya dia benar benar marah.
Rey kembali ke dalam kamarnya, mencoba untuk membiarkan Kinan dan tidak mengganggunya untuk malam ini. Namun Rey tidak bisa berpikir jernih saat matanya tak kunjung terlelap dan kesadarannya masih membangunkan dirinya.
aaaaagghh....
Rey mengacak acak rambutnya sendiri, pikirannya berkeliaran di sekitar perubahan sikap Kinan.
"tidak, aku tidak mau dia berubah" masih berpikir
"bagaimana kalau dia meninggalkan ku. tidak tidak" menggeleng dengan cepat.
Setelah berpikir cukup lama, Rey beranjak dan mencari kunci cadangan untuk kamar Kinan. dan... Dapat. sekarang dia sudah berada di dalam kamar Kinan. wanita cantik itu sudah terlelap dan sepertinya dia habis menangis, wajah sembab dan merah membuat hati Reynando ngilu. lagi lagi dia membuat wanita yang sangat berharga itu menangis.
"Maafkan aku sayang" Rey membelai wajahnya
__ADS_1
"maafkan aku yang masih tidak bisa menjaga dan membahagiakan mu"
" Dan maafkan aku, masih tidak bisa menjaga amanah dari kakak mu" tidak terasa air matanya kini benar benar mengalir di wajah putih Reynando
"tapi aku mohon, kamu jangan berubah" menarik nafas panjang "aku takut, kakak mu akan membawa mu dari sisi ku karena aku tak bisa mejagamu" Rey menyentuhkan keningnya dengan kening Kinan yang sudah benar benar lelah karena ber jam jam menangis, hingga dia tidak merasakan pergerakan di sekitarnya.
Rey ikut berbaring di samping istrinya, memeluk pinggangnya dengan posesif. Pria dingin yang angkuh itu terlihat sangat gelisah, perubahan istrinya memberi banyak dampak pada diri Reynando.
"selamat malam istri cantik ku"
Cup....
Disisi lain, wanita yang sudah hampir kehabisan akal tengah mengacak acak isi hotel yang di sewanya.
"aku tidak percaya kamu sudah tidak mencintai ku Rey"
"Aku masih ingat, bagaimana dulu caramu memperlakukan ku" terselip senyum di wajahnya saat mengingat kenangan kenangan bersama Reynando
"Meskipun saat itu kamu masih Miskin, kamu begitu peduli dan perhatian padaku" muncul rencana jahat di dalam pikirannya
__ADS_1
"saat ini kamu sudah punya segalanya, tidak mungkin hanya mencintai satu orang dan tidak tergoda lagi dengan kecantikan ku" Veya meneguk wine merah di gelas yang di tuangnya, dia sangat yakin dengan rencananya. dia memilih berbaring setelah menghabiskan wine di tangannya.
__________
"Kinan?"
Matahari sudah beranjak sangat tinggi, mengintip di balik jendela apartemen dan menerpa wajah putih Reynando. Namun dia terbangun sudah tidak mendapati istrinya di dalam pelukannya.
"kemana dia?"
Rey beranjak menuju dapur, dan mendapatkan sarapan pagi yang sudah tersaji di atas meja. ada sepucuk surat disana.
Selamat pagi.... sarapan sudah siap. baju kerjamu juga sudah aku siapkan di dalam kamar mu. maaf, aku harus ke kampus lebih awal. Kinan.
begitulah isi surat singkat dari Kinan.
SIAAALL..
Umpat Reynando. dia menendang kursi di dekat kakinya. Dia sudah benar benar frustasi, perubahan Kinan terlalu mendadak bagi Reynando dan diamnya Kinan adalah hal yang tidak terbiasa untuknya.
__ADS_1