My Possesive CEO

My Possesive CEO
Menemani


__ADS_3

"Tuan.. Nona muda sedang menuju kemari"


Rey menoleh ke arah Jhonatan


"Lauren yang memberitahuku"


"perintahkan staf untuk langsung mengantarnya kemari"


"Baik tuan"


Jhonatan meninggalkan Reynando di ruangannya, memerintahkan staf agar tidak terjadi kesalahan apapun yang akan membuat Presedir mereka marah.


setengah jam kemudian Kinan sudah terlihat memasuki pintu utama perusahaan yang di ikuti oleh Lauren di belakangnya, seperti biasa Kinan selalu memberikan senyuman ramah untuk para pekerja di sana.


"Selamat datang Nona" Staf wanita itu membungkuk memberi hormat dan hal itu adalah yang tidak biasa menurut Kinan


"Mari saya antar kan" Staf tersebut membawa Kinan pada Lift VIP yaitu lift khusus untuk Presedir.


__________


"Tuan, Nona muda sudah ada di depan"


"Langsung suruh masuk"


"Baik" Staf tersebut berlalu dan tidak lama kemudian muncul wanita yang di tunggu tunggu oleh Reynando.


"Tumben kesini sayang?" Rey langsung saja berhambur dalam pelukan Kinan.


"Aku bawakan makan siang untuk kamu" Kinan mengambil kotak makanan di tangan Lauren


"kamu pasti belum makan kan? Kita makan bareng ya" lanjutnya.


"Kenapa makanannya banyak sekali?" Ucap Rey saat Kinan menyiapkan makanan yang tersedia untuk empat orang


"tidak mungkin kita berdua yang akan menghabiskan semuanya kan sayang?" Rey mengerutkan dahinya

__ADS_1


"Siapa bilang hanya kita berdua? Kak Jhon sama Lauren akan ikut makan dengan kita" tentu saja perkataan Kinan membuat Rey terbelalak, dia merasa perhatian Kinan padanya terbagi pada para bawahannya.


sedangkan Jhonatan dan Lauren sudah duduk di depan makanan yang sudah di siapkan oleh Kinan. bukannya rakus namun mereka senang ketika melihat wajah kesal Reynando.


"Tuan Muda ayo makan bersama" Jhonatan menambah kekesalan pada Reynando


"Sayang.. kenapa harus makan dengan mereka?" Protes Reynando


"Kenapa sayang? kasian mereka juga pasti belum makan kan?" Lauren dan Jhonatan mengangguk serentak.


"Huh baiklah, untuk kali ini aku akan membiarkan kalian. tapi tidak ada lain kali, lain kali hanya ada aku dan kamu"


"Baiklah, ayo cepat duduk. kamu mau makan berdiri?"


lagi lagi Jhonatan dan Lauren menertawakan tuan mudanya.


awas ya kalian. Rey memandang keduanya bergantian dengan tatapan mautnya.


___________


Meskipun cukup terganggu dengan adanya dua orang menyebalkan di depan Reynando, namun dapat di kalahkan dengan perhatian Kinan padanya. Karena cukup mengerti, setelah makan siang selesai Jhonatan dan Lauren tidak lagi mengganggu mereka berdua.


"Maaf sayang, aku tidak sempat memasak"


"tidak masalah. tapi lain kali aku mau masakan mu" Rey menggenggam erat tangan istrinya.


"Baiklah" Kinan tersenyum


"Tidak mau pulang?" Kinan menggeleng


"Kenapa?"


"Aku masih mau disini, di Apartemen hanya sendirian"


"Mau nunggu aku pulang?"

__ADS_1


"memangnya boleh?" wajah Kinan berbinar


"dengan senang hati" tidak bisa di ucapkan betapa senangnya Kinan saat itu. walaupun masalah sepele tapi mudah sekali membuatnya merasa senang.


Mudah sekali membuat dia bahagia. Rey mengelus lembut kepalanya.


"Oiya, bagaimana dengan Bodyguard baru kamu?"


"Lumayan" jawab Kinan singkat, karena dia tidak tau harus berkata apa.


"Kamu tunggu aku disini, sebentar lagi aku ada rapat" Kinan mengangguk


"masalah perusahaan mu sudah selesai?"


"Sedikit lagi.. mungkin Minggu depan, aku akan keluar kota untuk menangani lebih lanjut masalah di sana" Rey menyandarkan badannya.


"dan mungkin akan cukup lama" lanjutnya lagi, wajahnya terlihat lesu ketika mengatakan hal itu.


"Semangat ya sayang, aku yakin suamiku pasti bisa"


"Terimakasih sayang"


"kenapa murung?" tanya Kinan saat dia tau masih ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.


"masalahnya... bakalan lama tidak ketemu kamu" Rey mencubit pucuk hidung Kinan


"Sayang... kamu kan masih bisa telfon aku, video call juga bisa kan"


Rey hanya diam, tidak tau apakah dia bisa melewati hari tanpa Kinan nantinya. karena sudah terbiasa dengan adanya Kinan, bahkan Rey tidak mau sedikitpun jauh dari dirinya.


"Tapi tetap saja, aku khawatir"


"Begini saja, aku akan menginap di Mansion kakek. dan ada Lauren juga kan yang selalu bersama ku"


"Sayang, bagaimana kalau kamu ikut saja dengan ku" ide itu sementara membuat dirinya bersemangat, namun tidak setelah Kinan menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Tidak bisa sayang, sebentar lagi sudah masuk ujian di universitas. kalau aku membolos, bagaimana kalau nilai ku jelek nantinya".


Rey kembali membisu, dan pasrah karena sudah tidak bisa lagi membujuk istrinya untuk ikut bersama dengannya.


__ADS_2